El-BethelRenungan

Tidak Mau Berjalan Tanpa Tuhan


“Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini.” Keluaran 33:15

BACAAN : Keluaran 33 : 1 – 23

Sebuah keluarga yang berpergian dari Jakarta meunju ke kota Batu – Malang dengan tujuan ingin berwisata. Sebelumnya mereka belum pernah sama sekali untuk pergi sendiri tanpa seorang pemandu. Salah satu anak berkata : “Kita harus pakai google maps supaya tidak tersesat”.

Akhirnya, mereka menggunakan google maps untuk menunjukkan arah ke salah satu tempat wisata di kota Batu – Malang yang cukup terkenal. Namun, yang terjadi adalah mereka tidak sampai di tempat karena yang memandu arah salah membaca maps. Hal inilah yang akan menjadi sebuah renungan untuk saat ini, di mana kita seringkali salah mengikuti arahan.

Orang yang memandu arah menuju sebuah tujuan harus memiliki sedikit-banyak informasi atau kemampuan. Apa yang terjadi ketika orang yang memandu menunjukkan salah arah? Menghabiskan waktu di jalan (membuang banyak waktu) atau bahkan ada yang tidak sampai pada tempat yang di tuju.

“Yakni ke suatu negeri yang berlimpah – limpah susu dan madu. Sebab Aku tidak akan ber- jalan di tengah – tengahmu, …” (Kel 33:3,5). Saat diketahui bahwa Allah tidak akan berjalan ditengah – tengah mereka, maka seketika itu mereka menanggalkan perhiasan mereka (ay. 6) sebagai tanda bahwa mereka melakukan apa yang dikatakan Allah melalui perantaraan Musa. Mereka menyadari bahwa kehadiran Allah ditengah – tengah mereka sangatlah penting (ay. 14). Pribadi Allah yang mereka harapkan untuk berjalan menuntun mereka.

Menghadirkan Pribadi Allah dalam setiap langkah dan keputusan merupakan pilihan yang terbaik. Namun yang menjadi hal yang sulit adalah mempertahankan keputusan itu untuk terus dilakukan hingga akhir, karena hal ini pun menjadi bagian dari perjuangan yang harus kita lakukan.

Kata “keinginan” manusia dalam bahasa Yunani berasal dari kata “Ephitumia” yang artinya nafsu atau keinginan terlarang. Sedangkan kata “kehendak” Allah diambil dari bahasa Yunani yakni : “Thelema” yang berarti pilihan Tuhan atau isi hati Tuhan. Perlawanan antara keinginan Pribadi dan kehendak Allah yang seringkali mungkin kita alami dalam kehidupan. Berjalan dalam keinginan pribadi atau berjalan dengan isi hati Tuhan? Pilihan yang kita tentukan akan mempengaruhi arah yang akan kita lalui. Pastikan bahwa kita berjalan dengan PRIBADI yang dapat membawa kita pada track yang tepat!

PERENUNGAN :

  1. Seberapa banyak kita melibatkan Tuhan dalam keputusan kita?
  2. Jika keputusan Tuhan itu merupakan hal yang tidak enak datang dalam kehidupan kita, bagaimanakah respon kita?
  3. Berapa banyak kita mengalami kesalahan dalam mengambil keputusan?

DOA :

“Bapa di Sorga, Engkau adalah Pribadi yang senantiasa menuntun jalanku. Aku mau belajar untuk lebih banyak lagi melibatkan Engkau dalam segala yang akan ku lakukan. Ampuni apabila sering- kali aku mengambil kendali atas kehidupan ku sendiri. Untuk saat ini, Engkaulah yang mengambil kendali penuh atas hidupku. Amin”

Penulis : Beatrix Renata

Comments

Related Articles

Back to top button