Wind & Fire Conference Klaten: Kebangkitan Rohani Generasi Muda Dimulai

Beritamujizat.com – Berita Gereja – Jumat, 20 Februari 2026 menjadi momen bersejarah bagi kehidupan rohani generasi muda di Klaten. Bertempat di GPDI Pedan, Wind & Fire Conference (WFC) Klaten untuk pertama kalinya resmi diselenggarakan. Malam itu menjadi awal dari pergerakan rohani besar yang diyakini akan membawa dampak nyata bagi anak-anak muda di wilayah tersebut.
Berawal dari Sebuah Retreat
Benih WFC Klaten sesungguhnya telah ditabur beberapa pekan sebelumnya. Pada 2–3 Februari 2026, pelayanan anak-anak Fire House Pedan dan Klaten menggelar Retreat Encounter (RE) gabungan yang melibatkan siswa dari berbagai sekolah di Klaten. Pengalaman rohani selama retreat itu tidak berhenti begitu saja setelah acara usai. Sebaliknya, kerinduan untuk melayani sesama teman di sekolah semakin berkobar di hati banyak peserta. Dorongan itulah yang kemudian mendorong pengambilan keputusan untuk mendirikan WFC Klaten pada 20 Februari. Para pemuda yang merasa terpanggil untuk membawa dampak di sekolah masing-masing pun bersatu dan membentuk kepanitiaan.
Wajah-Wajah Baru dan Sambungan Tongkat Estafet
Ibadah perdana itu dipenuhi oleh banyak wajah yang belum pernah terlibat dalam pelayanan RIS sebelumnya. Selain itu, sekitar tujuh mahasiswa asal Nabire yang tengah menempuh pendidikan di Klaten turut hadir, sebuah fakta yang terasa bermakna mengingat WFC Nabire merupakan cikal bakal dari gerakan ini. Tim musik yang terdiri dari Hana, Nadia, Samuel sebagai worship leader, Anggo, Eric, Kezia, dan Asni memimpin pujian dan penyembahan hingga suasana hadirat Tuhan terasa memenuhi ruangan.
Dua Pesan yang Menghidupkan
Dua pembicara, Adri dan Joshua Gehazi, secara bergantian menyampaikan pesan yang selaras dengan semangat Wind & Fire. Pesan pertama berfokus pada pertobatan yang tulus dan kerinduan untuk mencintai kota, sementara pesan kedua mengulas peran Roh Kudus sebagai Pribadi yang mengarahkan hidup orang percaya. Beberapa pokok penting yang disampaikan antara lain: Roh Kudus sebagai kunci pemulihan sejati, pentingnya kehidupan yang selalu merindukan hadirat Tuhan setiap hari, kesaksian pribadi Adri tentang transformasi hidupnya, serta kasih Tuhan sebagai jawaban atas persoalan kesehatan mental dan perundungan yang marak di kalangan remaja.
Karya Ilahi yang Melampaui Hambatan
Saat tantangan pertama diberikan kepada siapa pun yang ingin menyerahkan hidupnya kepada Tuhan, seorang peserta bernama Christin langsung melangkah maju tanpa ragu. Di penghujung acara, suasana semakin dalam ketika Roh Kudus seolah mengambil alih jalannya ibadah dan menjamah hati banyak anak muda secara pribadi.
Namun malam itu bukan tanpa hambatan. Sempat terjadi ketegangan ketika sejumlah majelis gereja mencoba menghentikan ibadah karena kesalahpahaman tentang gerakan ini. Panitia memilih bersikap tenang dan tidak bereaksi, dengan keyakinan bahwa pekerjaan Tuhan tidak dapat digagalkan oleh siapa pun.
Klaten Berdiri Bersama
Ibadah ditutup dengan momen paling mengharukan: sebuah ajakan untuk berdiri bagi kota Klaten. Merespons panggilan itu, bukan hanya panitia yang melangkah maju, tetapi seluruh tim JDP Klaten pun ikut berdiri, saling bergandengan tangan, dan bersama-sama mendoakan kota mereka.
Malam di GPDI Pedan itu bukan sekadar penyelenggaraan acara biasa. Ia menjadi penanda dimulainya sebuah kebangunan rohani. Semangat generasi muda Klaten kini telah tersulut, dan mereka siap melangkah bersama demi kemuliaan Tuhan.



