Satu Gandong, Satu Misi: Deklarasi Profetik dari Tanah Maluku 2026

Beritamujizat.com – Profetik — 9 Februari 2026 Kingdom Family Network menginisiasi pertemuan keluarga rohani di Ambon sebagai salah satu langkah iman dalam menjalani dan menduduki negeri. Tuhan tidak akan membangkitkan dan memberkati suatu negeri, sebelum Dia membangkitkan orang-orang-Nya yang akan berdiri bagi negeri tersebut.
Sejarah mencatat bahwa pada tahun 1968, terjadi kebangunan rohani yang luar biasa di Pulau Serua. Namun setelah masa itu, nyala kebangunan itu perlahan padam. Mengapa kebangunan rohani itu berhenti? Jawabannya sederhana namun mendalam — karena gereja Tuhan belum siap. Tuhan rindu agar kita mempersiapkan keluarga-Nya. Ketika keluarga Tubuh Kristus telah siap, kebangunan rohani tidak akan berhenti lagi. Dan ketika keluarga berkumpul, Tuhan hadir di sana.
Pertemuan yang diinisiasi oleh Kingdom Family Network ini dihadiri oleh komunitas anak-anak Nias yang sedang menempuh pendidikan di Ambon, generasi muda penuh potensi, serta beberapa hamba Tuhan dari berbagai gereja dan jaringan misi — sebuah gambaran indah dari Tubuh Kristus yang bersatu.
Panggilan Altar – One More Time!
Di tengah pertemuan itu, hadirlah momen yang tak terlupakan — sebuah panggilan altar untuk kembali meletakkan hidup di kaki Tuhan. Seluruh anak muda yang hadir merespons dengan penuh ketulusan, menyerahkan hidup mereka dalam altar call yang menggetarkan hati.
Tuhan tidak kekurangan orang-orang-Nya — setiap musim, selalu ada orang-Nya yang siap dipanggil dan diutus. Pertemuan ini juga menjadi momen doa bagi generasi bapa-bapa rohani yang setia mendampingi generasi muda dalam proses bertumbuh. Ada panggilan tentang pengutusan yang bergema saat jemaat berdoa dan menyanyikan lagu “La biar api injil terus manyala” — sebuah deklarasi iman yang membakar semangat setiap hati yang hadir.
Altar call malam itu mengembalikan cinta mula-mula bagi mereka yang telah lama berjalan bersama Tuhan. Salah seorang peserta, Yulius, mengalami perjumpaan yang mendalam dengan Tuhan — gairah mengasihi Tuhan yang pernah meredup kini menyala kembali.
Sebuah pesan juga bergema kuat dalam pertemuan itu: “Dari Ambon akan ke bangsa-bangsa.” Tuhan mengingatkan kembali pergerakan misi YWAM (Youth With A Mission) yang telah dipakai-Nya untuk mengutus banyak anak muda memberitakan Injil ke seluruh penjuru bumi. Bang Miu, mewakili generasi senior yang pernah terlibat di YWAM Ambon, berdoa dan mendeklarasikan gelombang misi dan penginjilan yang akan dilepaskan dari Ambon menuju bangsa-bangsa.
Satu Gandong – Tidak Akan Terpecah Lagi!
Dalam sesi pujian penyembahan, jemaat menyanyikan sebuah lagu dan satu kalimat terus diulang-ulang hingga menjadi pesan yang terasa langsung dari tahta surga: “Satu Gandong.“
Dalam bahasa Maluku, Gandong berarti satu kandungan, satu rahim. Kata ini menyimpan makna yang sangat dalam bagi orang-orang Maluku — menggambarkan ikatan persaudaraan yang kuat, erat, dan tak tergoyahkan. Ia sering dipakai untuk menekankan hubungan kekeluargaan antar suku-suku di tanah Maluku.
Malam itu, para bapa rohani yang hadir di Ambon — baik yang lahir di sana maupun yang datang dengan panggilan misi — dipanggil ke depan untuk melakukan tindakan profetik. Bersama-sama mereka bersepakat mendeklarasikan: Satu Gandong, tidak akan terpisah lagi.
Ps. Hanny Setiawan berdoa atas hamba-hamba Tuhan yang hadir dan mendeklarasikan persatuan itu. Kingdom Family Network percaya bahwa Tuhan-lah yang akan menyatukan gereja-Nya, menyatukan suku-suku, dan menyatukan generasi di tanah Maluku menjadi satu kesatuan yang utuh dan mulia — sebagaimana pesan Efesus 2:15: One New Man.
Family Gathering Ambon 9 Februari 2026 ini bukan sekadar pertemuan biasa — ia adalah tonggak dalam pergerakan misi yang lebih besar. Cerita Tuhan di tanah Maluku terus berlanjut, dan kali ini, tidak akan berhenti lagi.
Soli Deo Gloria



