Berita GerejaBMNewsProfetik

Wind & Fire Conference Surabaya 2026: Puluhan Generasi Muda Jawa Timur Serukan Pertobatan dan Kebangunan Rohani


Beritamujizat.com – Berita Gereja — Gelombang kebangunan rohani menyapu Kota Pahlawan. Puluhan anak muda dari berbagai wilayah Jawa Timur tumpah ruah memenuhi GBI Sungai Yordan, Surabaya, dalam perhelatan “Wind & Fire Conference” yang turut disiarkan langsung melalui kanal YouTube Fire Generation. Konferensi ini menjadi ruang perjumpaan rohani bagi generasi muda dari semua jenjang usia — mulai dari siswa SD, SMP, SMA, hingga para mahasiswa.

Satu Hati Lintas Kota, Lintas Latar Belakang

Konferensi ini bukan milik Surabaya semata. Gelombang peserta datang dari berbagai penjuru Jawa Timur — delegasi youth dari gereja-gereja lokal Madura, Kediri, Malang, hingga Gresik turut hadir memenuhi ruangan dengan semangat yang sama.

Yang membuat konferensi ini semakin istimewa, hadir pula para guru-guru MGMP Kota Surabaya beserta sejumlah guru agama yang merapat bersama jemaat. Tak hanya itu, berbagai gereja lokal dan komunitas youth di Surabaya juga turut bergabung, menjadikan acara ini bukan sekadar konferensi anak muda, melainkan pergerakan lintas generasi dan latar belakang pelayanan.

Kehadiran mereka mengirimkan satu pesan yang jelas: kerinduan akan kebangunan rohani telah melampaui batas kota, usia, dan profesi.

Dua pembicara utama membawakan firman yang kuat dan relevan bagi generasi muda.

Rangga Ardi membuka wawasan peserta tentang “Destiny” — tujuan mulia yang Tuhan rancangkan bagi setiap pribadi. Berpijak pada Mazmur 139:16, ia menegaskan bahwa setiap anak muda bukan lahir tanpa makna, melainkan sebagai jawaban nyata atas doa dan pergumulan keluarga serta kotanya.

Kita tidak hanya sekadar hidup. Kita lahir dari seruan banyak orang yang membutuhkan pertolongan Tuhan,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.

Sementara itu, Arinda membawa pesan yang tak kalah kuat melalui konsep Pesach Sheni atau “Paskah Kedua” — sebuah gambaran tentang kesempatan kedua yang Tuhan berikan kepada mereka yang merasa terlambat atau tidak layak. Ia mengingatkan bahwa Tuhan tidak mencari manusia yang sempurna, melainkan mereka yang berani melangkah datang kepada-Nya dengan segala kelemahan untuk memulai lembaran hidup yang baru.

Air Mata, Doa, dan Komitmen Baru

Salah satu momen paling menyentuh hadir saat kelompok musik Firehouse dari Solo memimpin sesi penyembahan. Lagu-lagu yang mereka bawakan lahir bukan dari studio semata, melainkan dari pengalaman hidup yang nyata — dan seluruh ruangan merasakannya.

Air mata mengalir. Tangan-tangan saling menggenggam. Doa-doa dipanjatkan dalam kelompok kecil untuk sekolah, kampus, dan gereja masing-masing.

Narasi besar yang diusung malam itu adalah pematahan rantai masa lalu — melepaskan diri dari belenggu dosa, rasa tidak berharga, dan keputusasaan — untuk kemudian mengenakan “jubah baru” sebagai generasi yang mengabdikan hidupnya bagi Tuhan.

Api Bergerak ke Malang

Seperti angin yang tak bisa dihentikan, gerakan ini tidak berhenti di Surabaya. Menjelang penutupan acara, diumumkan bahwa konferensi akan terus melaju ke kota-kota lain di Jawa Timur. Kota Malang ditetapkan sebagai tujuan berikutnya, dengan jadwal pelaksanaan pada 24 Agustus 2026.

Acara resmi ditutup dengan sebuah momen yang penuh kemuliaan dan makna mendalam. Keluarga dari Mesir dan Namibia hadir secara khusus untuk memberikan doa berkat bagi keluarga-keluarga di Surabaya dan seluruh Jawa Timur. Kehadiran mereka dari belahan bumi yang berbeda menjadi tanda bahwa gerakan ini bukan sekadar urusan lokal — melainkan bagian dari gerak Tuhan yang bersifat global.

Api semangat yang dinyalakan malam itu diharapkan terus membara di setiap sekolah, kampus, dan gereja tempat para peserta kembali melayani.

Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.

Roma 8:19

Saksikan tayangan lengkap Wind & Fire Conference Surabaya di kanal YouTube Fire Generation.

Diliput oleh Tim Redaksi

Comments

Related Articles

Back to top button