Hidup Dalam Mandat IlahiPesan Mimbar

Sumur Bersyeba


BeritaMujizat.com – Pesan Mimbar – Kisah kehidupan Abraham setelah dia mati pun tidak berhenti. Karena Allah sendiri yang bersumpah akan menepati setiap janjiNya kepada keturunan Abraham. Ishak adalah keturunan dari Abraham, dia adalah anak perjanjian. Sehingga dari sanalah keturunan Abraham menjadi banyak seperti bintang di langit dan pasir di laut.

Kehidupan Ishak, salah satu yang sangat terkenal dalam kehidupannya adalah ketika dia berada di Gerar, daerah kekuasaan Filistin. Waktu itu Ishak menabur dan dalam tahun itu juga, Ishak mendapat hasil karena Ishak sangat diberkati Tuhan. Di Gerar pun Ishak menggali sumur-sumur Abraham yang sudah di tutup oleh orang Filistin.

Gerar adalah daerah kekuasaan bangsa Filistin. Ishak menggali kembali sumur-sumur yang ditutup oleh orang Filistin. Sumur adalah sesuatu yang berharga karena di sana ada sumber kehidupan air yang utama dibutuhkan oleh setiap orang. Ishak menggali sumur demi sumur yang pernah digali oleh Abraham.

Setiap Ishak menggali sumur maka selalu terjadi masalah dan keributan dengan orang Gerar. Tetapi setiap Ishak menggali, dia selalu mendapat air. Bahkan ketika dia pindah dari 1 sumur ke sumur yang lain pun akan selalu mendapatkan air. Ishak tinggal dan membuat kemah di daerah lembah Gerar.

Ada 4 sumur yang sudah digali oleh Ishak di daerah orang Filistin. Ada sumur Esek, sumur Sitna, sumur Rehobot dan sumur Bersyeba. Di sumur Esek dan Sitna, itu selalu terjadi masalah dan pertengkaran. Di sumur Rehobot, Ishak mendapatkan kelonggaran dari Tuhan sehingga bisa beranak cucu.

Tapi hanya berada di sumur Bersyeba Tuhan menampakkan diri kepada Ishak dan Tuhan mempunyai perjanjian dengan Ishak seperti dengan Abraham ayahnya.Dari ke 4 sumur ini Tuhan tidak ingin Ishak berhenti disatu titik saja. Tetapi terus menggali kemana Tuhan suruh.

Sumur Esek berarti adalah ada masalah (hidup dalam masalah). Ada pertengkaran antara gembala Gerar dan gembala Ishak yang memperebutkan air yang digali dari sumur Esek. Pekerjaan dan kehidupan yang bermasalah lebih baik di tinggal saja. Dan cari pekerjaan baru dan memulai kehidupan yang baru. Jangan tinggal dalam pekerjaan yang banyak masalah dan membuat pertengkaran.

Sumur Sitna artinya adalah kadang kadang bermasalah. Dalam kehidupan ini ada yang kadang-kadang bermasalah. Ada pekerjaan yang bagus tapi kadang kadang meninggalkan masalah dan pertengkaran juga. Jangan tinggal dalam keadaan yang bermasalah apalagi masalah yang dibekukan. Masalah yang tidak mau dihadapi terlebih dalam kehidupan keluarga, bergereja dan hubungan-hubungan yang lain.

Masalah kehidupan kita itu jangan dibekukan tapi harus dibereskan. Jangan punya masalah yang disimpan. Untuk menyelesaikan masalah seperti di sumur Sitna adalah dengan kelompok kecil dan dalam pemuridan. Karena hidup kita harus berani disembuhkan dan diobati. Oleh sebab itu, untuk prakteknya dalam kehidupan kita perlu hidup dalam komunitas dan hidup yang selalu rindu di dalam hadirat Tuhan.

Sumur yang ke tiga adalah sumur Rehobot. Masuk ke sumur Rehobot ini tidak lagi terjadi masalah dan pertengkaran (hidup yang jauh dari masalah tapi dibayang-bayangin masalah). Disumur Rehobot ini justru Tuhan memberi kelegaan dan kelonggaran kepada Ishak dan sudah tidak masalah lagi. Sehingga Ishak dapat beranak cucu. Tetapi Tuhan tidak ingin Ishak hanya berhenti di Rehobot tetapi sampai kepada yang Tuhan inginkan bagi Ishak.

Tuhan tidak ingin semua itu tapi Tuhan ingin kita hidup tidak ada masalah yaitu ketika kita berada di Bersyeba (hidup tanpa masalah). Bersyeba adalah titik paling rata di Israel. Tempat yang paling akhir dan menjadi tujuan akhir. Tempat terakhir dari semuanya.

Tuhan punya rencana yang terbaik bagi kita. Rancangan Tuhan selalu yang terbaik. Contoh masalah yang tidak perlu dalam kehidupan kita adalah malas, bertengkar, suka marah dan sulit diajak maju.

Dalam ayat 24 baik di Esek, Sitna dan Rehobot masih dalam ketakutan. Tapi di Bersyeba Tuhan berkata jangan takut dan tinggallah dalam janji Tuhan. Lepaskan semua dan masuk dalam Bersyeba untuk mendapat air. Mendapatkan kembali janji- janji Tuhan kembali.

Orang-orang yang di Bersyeba adalah orang-orang yang sepakat sepenuhnya dalam mengerti kehendak Tuhan. Di Rehobot kita mendapatkan kelegaaan tapi masih dibayang-bayang dengan masalah. Tapi di Bersyeba, Tuhan memberi kelimpahan kepada kita.

Dalam Yohanes 10:10 Tuhan memberi hidup yang berkelimpahan. Tuhan memberi hidup yang kekal. Orang yang hidup akan memiliki Zoe (kehidupan) dan sudah dipastikan akan hidup dalam kelimpahan. Limpah berarti lebih dari takara atau lebih dari cukup dari yang kita bayangkan. Ditambahkan semua maka lebih dari cukup. Yesus cukup maka kita akan ditambahi.

Apapun yang terjadi Tuhan itu cukup bagi kita. Tuhan ingin supaya kita lebih dari cukup. Rehobot tidak cukup tetapi kita harus sampai kepada Bersyeba. Karena Dia ingin memberi kelimpahan dalam hidup kita. Bersyeba berarti kelimpahan. Jangan berhenti di Esek, Sitna, Rehobot tapi sampailah di Bersyeba.

Maka menaburlah Ishak dan Ishak menuai 100 kali lipat dalam waktu yang bersamaan. Semua kehidupan kita bersumber kepada masalah jasmani. Jangan mau ada masalah lagi tapi harus hidup tanpa masalah. Karena Tuhan yang akan memberi kelimpahan. Dalam Kejadian 26:24 karena Abrahamlah maka Tuhan memberkati Ishak. Ishak menggali air karena Ishak adalah anaknya Abraham. Kita semua adalah anaknya Abraham yang mendapat janji dan berkat Nya Tuhan.

Esek, Sitna, Rehobot hasil kerja Ishak yaitu hasil perjanjian dengan Abraham. Hiduplah dalam perjanjian. Tanpa perjanjian tidak ada Kekristenan. Jangan keluar dari perjanjian Tuhan. Dalam Kejadian 12:1-3 perlindungan dalam perjanjian itu sangat penting. Tanpa covenant tidak akan ada berkat. Selama hidup dalam perjanjian dengan Abraham kita akan memiliki janji dan berkatNya Abraham. Kita adalah anak Abraham. Hiduplah dalam perjanjian Abraham seperti dalam Galatia 3:29 kita berhak menerima berkat Abraham.

Tiga hal yang dilakukan Ishak (Kejadian 26:25) sebagai prinsip hidup berkelimpahan : 

1. Ishak mendirikan mezbah dan memanggil nama Tuhan.

Ishak membangun mezbah dan dia memanggil nama Tuhan. Semua pribadi dan setiap keluarga memanggil nama Tuhan. Ketika Ishak sampai di Berseyba dia membangun mezbah yang baru (New Altar). Mezbah yang baru membutuhkan altar yang baru. Dalam pribadi kita setiap kita selalu memanggil nama Tuhan. Maka Tuhan akan memberi kita berkat. Hidup dalam kelimpahan Tuhan berarti kita selalu menyembah Tuhan.

Semua keluarga dan semua pribadi membangun mezbah dan memanggil nama Tuhan. Semua orang punya kebutuhan dan ketakutan. Terus sembah dan cari Tuhan. Ishak selalu menyembah Tuhan. Kita seperti Ishak yang mendirikan mezbah dan memanggil nama Tuhan. Kita mewarisi kehidupan penyembahan dan selalu ingin menabur. Maka hidup kita akan selalu limpah oleh berkat Tuhan.

2. Ishak Memasang Kemah

Kemah sebagai tempat tinggal. Ishak membangun kemah di Bersyeba. Dalam Yesaya 54:2-3 kita siapkan diri kita untuk menerima berkat. Kemah adalah tempat yang sementara. Ini waktunya kita membangun kembali tempat yang paling nyaman dalam hidup kita. Ini waktunya kita kembangkan kemah kita masing- masing. Kita bangun bersama setiap kemah-kemah kita. Kita membangun gereja kita bersama dan kita diberkati Tuhan. Kita bangun karena semua kemurahan Tuhan yang menyertai kita.

3. Menggali Sumur

Hal ini berbicara tentang melayani jiwa-jiwa. Banyak jiwa-jiwa, banyak keluarga demi keluarga yang perlu dilayani. Kita perlu lebih memperhatikan pekerjaan Tuhan dan pelayanan di bagian penggembalaan ini supaya setiap jiwa dan keluarga dapat terjaga dengan baik. Kita terus doakan dan melayani jiwa-jiwa di sekitar kita, di komunitas, keluarga, di gereja dan masyarakat.

Firman Tuhan ini disampaikan oleh Bp. Pdt. Yusuf Hanny Setiawan,S.E,M.B.A pada di hari Minggu Sore, 06 Juni 2021 di ibadah Online Di Bethany El Bethel Solo Baru.

Comments

Related Articles

Back to top button