El-BethelRenunganRenungan Harian

Suara yang Menuntun


BeritaMujizat.com – Renungan – Ada banyak hal di dalam kehidupan kita, yang menjadi pergumulan kita semua. Kadang kita tidak bisa menyelami apa yang Tuhan maksud dalam kehidupan ini.

Jika kita pernah mengalami hal yang tidak baik dan tidak seperti apa yang kita harapkan, kita marah dan bersungut-sungut. Padahal bisa jadi, saat itu Tuhan sedang mengajari kita belajar tentang sesuatu hal.

Kitab Matius 9 : 27-31 ini berisi tentang mujizat penyembuhan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus kepada dua orang buta. Dua orang buta ini, mengikuti Yesus ketika Tuhan meneruskan perjalannya, dan meminta supaya mereka disembuhkan. Dan di dalam cerita itu merekapun disembuhkan Tuhan dengan jalan melalui iman mereka.

Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.” Matius 9:29

Jika kita mendalami lebih jauh tentang perikop ini, kedua orang buta itu hanya mengandalkan pendengaran dan suara yang berseru-seru memohon pengasihan Tuhan Yesus. Mereka tidak dapat melihat Yesus karena mereka buta, namun mereka berusaha untuk mengikuti kemana Tuhan Yesus berjalan. Tentu mereka ini membutuhkan memasang pendengaran yang benar- benar serius untuk tidak kehilangan perjalanan yang dilakukan oleh Yesus.

Kita dapat melihat kesungguhan mereka untuk dapat berjumpa dengan Yesus. Itulah sebabnya Tuhan Yesus ketika hendak memberikan kesembuhan berkata pada mereka “Jadilah kepadamu menurut imanmu”. Iman mereka kepada Tuhan Yesus lah yang menuntun pendengaran dan suara yang berseru-seru untuk tetap dapat mengikut Yesus, walaupun mereka tidak dapat melihat.

Demikianlah halnya kita dalam kehidupan ini, bisa dikatakan kita seperti kedua orang buta itu. Bukan hanya mata yang kita andalkan untuk dapat mengikut Tuhan Yesus. Kita tidak akan pernah bisa mengikut Yesus dan melihat perbuatan Tuhan Yesus jika hanya mengandalkan apa yang ada di depan mata saja. Tetapi kita memakai iman untuk menuntun pendengaran kita dengan suara Tuhan.

Karena itu kita harus bisa mendengar suara Tuhan dan mengikuti kemana Dia mau pergi. Dua orang buta tadi mengajarkan bahwa ketika kita bisa berjalan mengikuti Tuhan, mereka dapat mujizat. Mujizat bisa berbicara sesuatu yang besar yang tidak bisa kita bayangkan. Itu bisa mimpi kita dan kerinduan hati kita ketika melayani Tuhan.

PERENUNGAN

  1. Apakah kita masih bisa mendengar suara Tuhan?
  2. Apakah kita masih mengikuti apa yang Tuhan inginkan?

DOA

“Bapa, berkati hidup kami, supaya kami bisa selalu mendengar dan mengikuti apa yang Tuhan inginkan. Ajari kami untuk selalu memiliki iman yang besar dan ajari kami untuk selalu mengandalkan Engkau. Pimpin hidup kami Tuhan, Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa, Amin.”

(Sabdo)

Comments

Related Articles

Back to top button