Pesan Mimbar

Loving Arms


BeritaMujizat.com – Pesan Mimbar – Tidak ada tempat yang lebih indah selain kita tinggal dalam kasihNya Tuhan. Letak kekuatan hidup kita adalah terus mencari dan mengalir di dalam Dia. Lengan Tuhan yang penuh kasih yang memeluk kita.

Tuhan peluk kita di dalam kasihNya. Kita kembali hidup kita dengan kasih Tuhan. Di dalam tempat yang rendah ini justru kita akan dapat dialiri oleh kasih Tuhan.

Ketika hidup kita tinggal dalam sungai kasihNya Tuhan justru di dalam lembahlah sebagai titik terendah kita, maka kasih Tuhan dapat mengalir sampai kita penuh dengan kasih Tuhan. Sampai anak sulung dan anak bungsu kembali dan tinggal bersama di rumah bapanya.

Kita percaya bahwa Tuhan adalah jalan, kebenaran dan kehidupan. Ujungnya adalah supaya kita kembali kepada Tuhan. Bangsa ini membutuhkan Tuhan untuk melewati setiap fase-fase kehidupan atas bangsa ini.

Seorang yang bungsu yang meminta warisan bapanya, ketika hartanya sudah habis, justru dia menjadi pekerja dan makan ampas babi. Tetapi dia sadar bahwa dia punya bapa yang punya segalanya. Si bungsu ini menandakan anak yang meninggalkan kasih yang mula-mula. Ada degradasi dalam kehidupan si bungsu dari anak menjadi hamba dan pekerja. Anak bungsu mengalami penurunan status dan tidak memiliki otoritas.

Begitu juga dengan si sulung juga dia memang berada di dalam rumah, tapi justru dia kehilangan hati bapa dalam dirinya. Sekarang pertanyaannya bagi kita apa kita seperti anak sulung bahkan bungsu yang sama-sama tidak bisa mengerti hati bapanya. Yang sulung berada di dalam tapi tidak bisa mengerjakan hati bapanya sedangkan si bungsu tidak bisa mengerjakan hati bapa dan memilih berada di luar rumah bapanya.

Justru yang bungsu yang kembali dan mengerti pertama kali hati bapanya. Yang bungsu justru yang kembali pertama kali dibanding si sulung. Lebih dari itu, bapapun menanti anak sulung mengerti betapa besar kasihnya untuk anak sulungnya. Tuhan akan mengembalikan anak sulung dan bungsu dan membakar hati mereka kembali.

Orang yang berada di luar kehendak Tuhan itu tidak akan dihitung oleh Tuhan. Tetapi ketika kita berada di dalam kehendak Tuhan maka hati kita akan tenang. Kasih Tuhan akan mengalir ke dalam tempat yang rendah dalam hidup kita.

Ada arah pulang baik anak sulung maupun bungsu supaya kita menikmati apa yang bapanya punya. Begitu juga dengan hidup kita, Bapa ingin supaya kita kembali pulang dalam lengan kasihNya dan menikmati setiap apa yang Bapa kita punya.

Kiranya kita menjadi si sulung dan si bungsu yang mengerti hati Tuhan. Kita perlu bekerja dengan hati Tuhan. Orang-orang harus dikembalikan kepada hatinya Tuhan. Karena pekerjaan Tuhan sudah sangat besar.

Tuhan sedang memberikan tanganNya dan merangkul dari dalam bagi si bungsu dan sulung. Dimana supaya kita kembali mengerjakan kembali pekerjaan Tuhan. Biar cinta di hati kita terus membakar hati dan hidup kita. Dan kita terus bergairah di dalam Tuhan.

Sebagai seorang yang berbelaskasihan kita harus terus tergetar hati kita ketika melihat mereka belum terlayani dengan baik tapi sudah di panggil Tuhan. Kita berdoa supaya Tuhan kembalikan hati bungsu dan sulung dalam diri kita.

Yesus menyembuhkan dengan kasih Tuhan dan kita kembali kepada kasih Tuhan. Lakukan semua dengan kasih Tuhan dan tetaplah tinggal dengan kasih Tuhan. Dimulai dari kita yang kembali kepada Tuhan. Sulung dan bungsu kembali pada hatinya Tuhan.

Orang-orang penginjil dan menjadi orang-orang sisa yang disiapkan Tuhan untuk membawa kebenaran. Kita perlu mengerjakan apa yang menjadi bagian kita baik si bungsu maupun si sulung.

Kita perlu kembali ke sungai dan cintanya Tuhan. Tuhan itu boros kasihNya bagi kita yang sering dan mudah luka. Dia tidak pernah perhitungan dengan kasihNya bagi kita anak-anakNya.

Tanpa kasih Tuhan kita hanya bisa menjadi pekerja Tuhan, kita hanya sebagai hamba dan bukan sebagai putra dan putri kerajaan surga. Dan pada akhirnya tidak memiliki hati Tuhan yang kembali bagi kita. Biar kasih Tuhan yang penuh itu memenuhi hidup kita. Kita merasakan kasih Tuhan yang kuat yang membawa kita kembali. Menjadi pekerja yang bisa mengalirkan kasih Tuhan.

Si sulung di mulai dari kita yang mengerti hatiNya Tuhan. Sebarkan kasih Tuhan bagi hidup kita. Ini waktunya membagi yang kita punya supaya menguatkan dan bukan teguran yang melemahkan. Terus alirkan kasih Tuhan dan kita kembali ke alirannya Tuhan.

Milikilah lengan kasih seperti yang Bapa kita punya untuk setiap anak-anakNya. Setiap kita perlu memiliki lengan kasih supaya bisa merangkul, menerima dan membawa mereka pulang tepat dalam hati dan posisi sebagai anak sulung dan anak bungsu.

Firman Tuhan ini disampaikan oleh Bp. Pdt. Benyamin Henry Setiawan, S.Miss pada hari Minggu, 18 Juli 2021. Ibadah sore gereja Bethany El Bethel Solo Baru.

Comments

Related Articles

Back to top button