LIVING BY FAITH

Lukas 24:25

BeritaMujizat.com – Pesan Mimbar – Menghadapi masa pandemik di depan kita yang masih belum selesai ini, seharusnya membawa hati kita lebih lagi mencari Tuhan. Sebagai orang yang hidup oleh percaya dan iman, akan membawa kita untuk selalu berharap hanya kepada Dia semata. Dan sesungguhnya kita harus selalu bersyukur, pandemik yang menimpa bangsa kita, dan hidup kita tidak seberat yang lainnya. Kita masih bisa berjuang untuk melalui ini semua.

Di musim yang baru, bagi Bethany El Bethel Solo Baru, yang selalu melandasi dalam nilai-nilai keluarga, kita akan berjuang dan berbenah bersama menjadi gereja yang baru yang Tuhan mau. Banyak hal yang akan di release dan banyak hal yang akan disiapkan untuk membangun keluarga dan menata semua pelan-pelan sehingga warisan jiwa dalam keluarga ini utuh dan tidak tercecer-cecer di mana tapi dipelihara dalam komunitas keluarga. Sehingga setiap pribadi, kita pastikan mengerti betul dasar Iman, Kasih dan Pengharapan sehingga bisa berakar, bertumbuh dan berbuah banyak.

Dalam Lukas 24:13-35 mengajar kita di kehidupan nyata tentang murid Yesus yang tidak bisa melihat Yesus karena mata mereka tertutup. Murid-murid ini adalah orang-orang yang kehilangan pengharapan karena setelah kematian Tuan mereka. Seolah-olah tidak ada lagi pengharapan bagi mereka. Murid-murid tidak paham bahwa Tuan mereka sesungguhnya sudah bangkit. Karena dahulu murid-murid ini berharap banyak kepada Tuannya, tetapi gara-gara tidak mendapati mayat Tuannya, mereka kehilangan pengharapan tersebut.

2 murid yang hampir kehilangan iman karena keluar dari Yerusalem. Mereka tidak bisa melihat Yesus yang sudah bangkit dan telah menjumpainya. Murid-murid tersebut ternyata tidak bisa melihat Tuannya yang sudah bangkit dan sedang menjumpainya. Dalam kehidupan kita bila ada masalah maka kembali percayalah bahwa Tuhan sudah bangkit. Dan masalah kita tidak jauh lebih besar karena kita punya Tuhan yang lebih dari segalanya. Hiduplah oleh iman dan bukan karena apa yang terlihat oleh mata.

Roma 1:17 (TB)  Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

 

  1. Mata Iman

Hidup dengan mata iman untuk melihat yang tidak kelihatan dan yang kelihatan sekalipun. Karena ketika kita tidak melihat dengan mata iman, maka kita tidak akan bisa menembus hal-hal yang sulit kita lihat dengan mata jasmani kita. Murid-murid tidak dapat melihat karena ada yang menghalangi mata mereka untuk melihat.

Tapi di ayat 31 jelas dikatakan bahwa maka terbukalah mata mereka dan mengetahui bahwa orang yang mereka jumpai adalah Tuannya yang sudah bangkit. Pelajaran bagi kita jangan pernah melihat selain dengan Mata Iman. Jangan melihat dengan “mata yang lain”. Karena hanya Mata Iman yang hanya bisa melihat hal yang tidak bisa terlihat oleh mata jasmani kita.

Tokoh dan pahlawan iman mereka hidup oleh iman. Mereka berjalan dan melandasi hidup mereka oleh iman kepada Tuhan saja, Allah yang mereka percaya.

2 Raja-raja 6:17 (TB)  Lalu berdoalah Elisa: “Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.” Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa. Mata bujang Elisa terbuka dan bisa melihat.

Dalam kehidupan kita kiranya memiliki dan melihat dengan mata iman. Iman adalah jembatan untuk yang terlihat dan tidak terlihat. Mujizat terjadi dengan mata iman.

Ketika kita melihat dengan mata iman, maka semuanya akan menjadi berbeda. Masa pandemik ini membawa kita melihat jauh dengan mata iman karena mata iman sangat penting untuk menjalani kehidupan kita. Aplikasinya adalah ketika kita berhadapan dan kita melihat : Saldo Atm, Hasil Lab, Kena PHK dan lain-lainnya.

2 Korintus 5:7 (TB) sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat. Kita harus melihat dengan mata iman bukan dengan mata yang lain.

 

  1. Telinga Iman

Ketika kita bisa mendengar, maka kita akan bisa melihat. Yang penting adalah apakah kita bisa mendengar suara Gembala kita. Kita harus bisa mendengar semua yang patut kita dengar oleh telinga iman kita. Kita tidak bisa melihat karena kita tidak bisa mendengar. Kita perlu menyadari pentingnya kita mendengar dengan telinga iman untuk mampu mendengar. Dan perlunya kita menjadi satu keluarga untuk mendengar bersama. Sehingga kita bisa sepakat bersama untuk melangkah.

Roma 10:17 (TB)  Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

 

  1. Hati Iman

Ketika kita memiliki hati iman yang benar maka kita akan memiliki iman yang kuat. Tapi ketika iman kita lemah itu pasti karena hati kita sedang tidak tepat. Hati adalah rahimnya sebuah iman hidup dan bertumbuh. Iman itu dilahirkan dari sebuah hati yang benar.

1 Korintus 13:13 Iman, Pengharapan dan kasih harus berjalan bersama-sama. Kasih itu akan melahirkan sebuah kehidupan sebagai terang manusia yang memberi pengharapan ( Yohanes 1:3-4). Dan hati yang benar akan selalu melahirkan kehidupan demi kehidupan.

Sering kali Iman yang lemah karena hati yang lamban. Hati yang benar maka iman akan kuat. Hati dan iman seperti anak dan ibu yang harus berjalan bersama-sama.  Hati itu bisa dijaga karena ada iman yang kita pelihara sehingga hati dan iman kita kuat.

Amsal 4:23 (TB)  Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

 

  1. Nafas Iman

Semua kehidupan kita seharusnya berdasarkan atas iman. Iman adalah mata uang surga. Semua aspek kehidupan kita harus kita ambil karena berdasarkan iman.

Iman adalah nafas hidup kita untuk semangat dan nafas untuk kita hidup serta berapi-api dalam mengiring Dia. Bila tanpa iman maka kehidupan kita akan mati.

Roma 14:23 (TB)  Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.

 

  1. Perkataan iman 

2 murid Yesus pada akhirnya bisa memperkatakan bahwa Yesus telah bangkit. Hanya dengan iman saja, maka kita akan memperkatakan apa yang kita percayai. Ketika kita percaya maka kita akan berkata-kata. 2 murid telah melangkah dengan iman dan memberitakan injil keselamatan setelah mereka melihat Yesus sudah bangkit.

2 Korintus 4:13 (TB)  Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.

 

  1. Langkah Iman

Hal-hal itu terjadi ketika kita berani untuk melangkah. Ada langkah iman yang kita ambil meskipun langkah itu hanya kecil. Harus ada langkah yang pertama untuk memulai langkah selanjutnya. Oleh sebab itu dalam langkah demi langkah, kita perlu menambah langkah iman demi langkah iman sehingga kita bisa melihat yang mustahil itu bisa terjadi. Mulailah Bethany El Bethel Solo Baru berjalan bersama dalam langkah iman.

 

  1. Benih Iman

Akhirnya 2 murid-murid tadi bisa menjadi benih iman untuk mengabarkan injil keselamatan. Kita percaya bahwa kita tidak akan menuai kalau kita tidak menabur. Untuk menjadi benih iman, maka kita harus di tabur. Semua dalam kingdom, dalam iman maka benih iman itu harus di tabur dan kita akan menanti benih itu untuk tumbuh.

Dalam segala kehidupan kita orang percaya, kiranya melandasi dengan Iman, pengharapan dan kasih. Maka setiap kesulitan dalam hidup akan bisa kita lewati. Karena ketika kita memiliki iman yang kuat, sehat, dan tidak tergoyahkan sehingga kita bisa selalu berharap hanya kepada Tuhan. Dan terus memiliki kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama yang akan membuat kita mengerti betul dasar hidup orang percaya didalam Tuhan.

Firman Tuhan ini disampaikan oleh Bp. Pdt. Hanny Setiawan,SE,MBA di ibadah Minggu Sore, pada tanggal 30 Agustus 2020 di Bethany El Bethel Solo Baru.

 

Penulis : Yohana Sri Pamularsih

Comments

https://i0.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/09/aba-1.png?fit=704%2C416&ssl=1https://i0.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/09/aba-1.png?resize=704%2C416&ssl=1yohanaPesan Mimbar#faith,iman,kehidupanLIVING BY FAITH Lukas 24:25 BeritaMujizat.com - Pesan Mimbar - Menghadapi masa pandemik di depan kita yang masih belum selesai ini, seharusnya membawa hati kita lebih lagi mencari Tuhan. Sebagai orang yang hidup oleh percaya dan iman, akan membawa kita untuk selalu berharap hanya kepada Dia semata. Dan sesungguhnya kita harus...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan