DINAR di PAGI Hari vs. DINAR di SORE Hari

BeritaMujizat.com – Renungan – Berdasarkan Matius 20:1–16, Perumpamaan Pekerja Kebun Anggur, Yesus mengajarkan sebuah kebenaran yang sering kali bertentangan dengan cara pandang manusia tentang keadilan.
1. Latar Belakang Perumpamaan
Tuan pemilik kebun anggur mempekerjakan orang upahan dengan harga upah per hari yang disepakati adalah 1 dinar. Mereka pun mulai bekerja dari jam 6 pagi. Namun, ada pekerja yang dipanggil bekerja pada pukul 9, 10, dan 12 siang. Bahkan, ada pekerja yang memulainya pada pukul 5 petang, berarti hanya bekerja 1 jam saja.
Anehnya, semua mendapatkan upah yang sama, sebesar 1 dinar!
Yang bekerja dari pagi bersungut-sungut karena merasa tidak adil.
2. Sebuah Perenungan
Apakah Tuhan kita itu memang pilih kasih ataupun berlaku tidak adil?
Bukankah kasih Tuhan itu sungguh besar, luas, dan dalam? Dan tentunya pasti lebih adil daripada semua rasa keadilan yang ada di dalam pikiran manusia, bukan? Sedangkan kita adalah manusia yang sering kali hanya mau menang sendiri, egois, dan tidak pernah merasa puas!
Dalam kesesakan dan pergumulan hati saya ini, tiba-tiba saya tersadarkan akan apa makna dan untungnya hasil hanya dipekerjakan 1 jam di sore hari, ya?
… ternyata, Sobat,
Janganlah sekali-kali kita merasa iri pada mereka yang hanya bekerja 1 jam itu, Saudara-saudaraku yang terkasih.
Tahukah Anda sudah berapa besar pergumulan yang telah dihadapi orang itu sejak hari subuh? Betapa penuh khawatir, takut, dan tak berdayanya, betapa tersiksanya batin mereka dalam ketidakpastian hari ini.
Menjalani jam demi jam dan menit demi menit yang terus berlalu sungguh menakutkan.
Hanya bisa pasrah, berserah saja dalam doa dan pengharapan kepada-Nya.
“Ya Tuhan… pada hari ini akankah ada berkat untuk makan dan kebutuhan seluruh keluargaku?”
Sementara bagi mereka yang dari pagi-pagi buta sudah diberi jaminan pekerjaan, bukankah pada hari ini hati mereka semestinya dipenuhi rasa syukur, penuh sukacita, ketenangan, dan kebahagiaan untuk sepanjang hari, bukan?
Saat membandingkan hal ini menjadi semakin jelas…
Masih patutkah kita merasa iri pada mereka itu?
Mari berbijaksanalah dan jauhkanlah segala iri hati itu.
3. Tuhan Sungguh Peduli dan Adil
Pekerja jam 5 sore itu 11 jam hidup dalam khawatir, malu, dan takut.
“Hari ini keluargaku akan makan apa?”
Tuhan memberi 1 dinar penuh karena Tuhan Yesus mau menyelamatkan dia dari keputusasaan hari itu juga.
Ternyata ini bukan soal jam kerja, tetapi ini soal belas kasihan Tuhan yang sama adilnya diberikan atas pergumulan yang dihadapinya.
“Dinar” Bukan Cuma Uang, tetapi “Jaminan & Damai”
Pekerja jam 6 pagi mendapat 2 hal:
- 1 dinar = upah.
- 12 jam damai = bangun tidur sudah tenang, bekerja dengan sukacita, tidak khawatir.
Sedangkan pekerja jam 5 sore hanya mendapatkan 1 hal, yaitu 1 dinar, sedangkan 11 jam sebelumnya dibayar dengan air mata.
Jadi, siapakah sebenarnya yang jauh lebih diberkati?
4. Jangan Iri. Bersyukurlah Punya “Jaminan Pagi”
Kalau hari ini kita dari pagi sudah memiliki kepastian, dicukupkan, ada damai, dan penyertaan Tuhan…
Itu adalah berkat yang jauh lebih mahal dan berharga daripada bekerja 1 jam untuk memperoleh 1 dinar di sore hari.
Jangan tukar damai sejahtera 12 jam kita dengan iri 5 menit.
Kesimpulan
Tujuan Tuhan bukan supaya kita “pintar cari untung”.
Tujuan Tuhan adalah:
“Anak-Ku, Aku mau kamu menikmati Aku dan damai-Ku dari pagi sampai sore.”
Sungguh lebih baik bekerja 12 jam bersama Bapa dengan sukacita daripada 1 jam bekerja, tetapi 11 jam sebelumnya hidup dalam kekhawatiran, bukan?
5. Ayat Penguat
Matius 6:34
“Kesulitan sehari cukuplah untuk sehari.”
Filipi 4:6–7
“Nyatakan dalam doa… maka damai sejahtera Allah akan memelihara hatimu.”
PENUTUP
Terima kasih, Tuhan Yesus.
Engkau bukan hanya memberi “dinar”, tetapi juga memberi “damai sejahtera” sejak dari pagi hari.
Ajarilah kami untuk terus bersyukur dan tidak khawatir.
Amin.
oleh : Ir. Yondy Johan



