GerejaLife StyleSosokWorship

Warisan Pujian Rohani Fanny J. Crosby: di Tengah Keterbatasan Mampu Menerangi Dunia


BeritaMujizat.com – Worship – Frances Jane Crosby yang lebih dikenal sebagai Fanny .J. Crosby, adalah seorang penulis lirik Amerika Serikat yang terkenal karena himnenya Kristen Protestan. Ia menciptakan lebih dari 8.000 lagu himne sepanjang hidupnya, meskipun dia telah buta sejak bayi.

Kehidupan awal Crosby tidak mudah. Dia lahir pada 24 Maret 1820, dalam keluarga miskin kepada John dan Mercy Crosby, dan pada usia enam minggu, dia mengalami kebutaan karena kesalahan pengobatan yang diberikan oleh seorang dokter. Ayahnya meninggal saat Crosby masih balita, meninggalkannya dalam keadaan sulit.

Meskipun mengalami kebutaan sejak bayi, Crosby memiliki daya pendengaran dan pikiran yang tajam. Dia dibesarkan oleh neneknya yang taat beragama, yang mengajarkannya untuk berserah kepada Tuhan dalam doa.

“Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada Tuhan melalui doa – doamu” demikian sang nenek menguatkan Fanny.

Meskipun menghadapi olok-olok dari anak-anak sebayanya, Crosby belajar untuk mengandalkan kekuatan imannya dan mengembangkan bakat sastranya sejak usia dini.

Pada usia lima belas tahun, Crosby masuk ke New York Institute for the Blind (sebuah sekolah khusus untuk anak-aank tunanetra), di mana dia menjadi murid teladan dan kemudian diundang untuk menjadi guru di sekolah itu sepuluh tahun kemudian. Selama mengajar di sana, dia bertemu dengan banyak tokoh terkenal dan bahkan menjadi wanita pertama yang berpidato di depan Kongres Amerika Serikat di Washington DC.

Pada suatu hari, Crosby bertemu dengan William W. Bradbury, seorang ahli musik terkenal, yang mendorongnya untuk menggunakan bakatnya untuk menulis lagu rohani. Mulai dari saat itu, Crosby fokus menulis pujian rohani dan menciptakan lebih dari 8000 lagu himne sepanjang hidupnya.

Salah satu karya terkenal Crosby adalah lagu “Pass Me Not, O Gentle Saviour (Mampirlah Dengar Doaku),” yang ditulis pada tahun 1868. Lagu ini, bersama dengan banyak karyanya yang lain, menjadi pujian populer di gereja-gereja di seluruh dunia.

Meskipun tidak semua karya Crosby tetap dikenang, beberapa karya, seperti “Blessed Assurance (Kuberbahagia, Yakin Teguh),” menjadi terkenal kembali dalam kampanye kebangunan rohani oleh Billy Graham pada pertengahan abad ke-20.

Crosby, yang sering dijuluki sebagai “Queen of Gospel Writers,” meninggalkan warisan yang luar biasa dalam dunia musik rohani. Karya-karyanya seperti Pass Me Not, O Gentle Savior (“Mampirlah Dengar Doaku”), All The Way My Savior Leads Me (“Di Jalanku Ku Diiring”), I Must Have The Savior With Me (“Kuperlukan Juru’Slamat”), dan Blessed Assurance (“Kuberbahagia Yakin Teguh”) telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan tetap dinyanyikan oleh jutaan umat Kristen di seluruh dunia hingga saat ini.

Fanny Crosby meninggal pada 12 Februari 1915, meninggalkan jejak yang kuat dalam sejarah musik Kristen. Banyak orang yang mengenal Yesus melalui lirik-lirik ciptaannya.

Dalam hidup dan karyanya, ia tidak hanya menunjukkan ketabahan dan keteguhan iman, tetapi juga kemampuan untuk melihat keberkatan di tengah kesulitan dan keterbatasan. Seperti yang tertulis di batu nisannya, “Bibi Fanny, yang telah melakukan apa yang ia mampu lakukan.”

Comments

Related Articles

Back to top button