Hidup Dalam Mandat IlahiRenungan HarianSpiritualitas

Rumah Manusia


RUMAH MANUSIA

Bacaan :  Kej 3:15-24

Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyala beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan. (Kej 3:23-24).

Setelah jatuh dalam dosa, maka manusia dihalau keluar dari habitat mula-mula yaitu taman Eden. Kej 2:8 menyatakan bahwa, “Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.” Taman Eden adalah tempat kediaman yang sempurna bagi manusia sebelum kejatuhan. Eden adalah rumah (home) bagi Adam dan Hawa.

Rumah adalah tempat dimana kita dilahirkan, bertumbuh, menjadi dewasa, dan dimana keluarga ada. Kita bisa pergi kemanapun, tapi pada akhirnya harus pulang rumah (homecoming). Sebab itu, kehidupan setela dosa adalah kehidupan dengan yang penuh kekosongan karena tidak mengerti arti keluarga yang sebenarnya, tidak pernah mengenal rumah.

Perumpaan tentang anak yang hilang (Luk 15:11-32) menggambarkan dengan jelas keberadaan orang diluar Kristus, si bungsu yang kehilangan segala-galanya diluar sana, padahal memiliki rumah Bapa yang kaya, dan limpah dengan makan dan minum.

Diluar Eden, manusia harus “mengusahakan tanah”, tidak ada usaha maka tidak ada makanan. Pagi, siang, sore, dan malam manusia diikat dengan belenggu pekerjaan “mencari nafkah”. Itulah yang dikatakan Salomo, “sia-sia”.

dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya. Kesia-siaan atas kesia-siaan, kata Pengkhotbah, segala sesuatu adalah sia-sia. (Pkh12:7-8)

Yang disebut tanah tempat kita berasal adalah debu, dan dari debu kembali ke tanah. Artinya semua yang kita usahakan dari tanah pada akhirnya akan berakhir ke tanah. Itu sebabnya segala sesuatu adalah sia-sia. Di luar Eden, yang ada hanyalah kesia-siaan. Maka satu-satunya cara memiliki kehidupan yang tidak sia-sia adalah kembali ke Eden. Kembali pulang ke rumah Bapa, seperti si bungsu.

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa,kalau tidak melalui Aku.(Yoh 14:6)

Yesus adalah jalan pulang kita ke Eden, rumah kita yang sebenarnya. Dialah yang membuka akses sekaligus Dialah pintu rumah (Yoh 10:7,9).  Didalam Yesus, kita memiliki cara untuk mendatangkan Eden ke bumi. Itulah arti doa Yesus “Dibumi seperti di surga”. Didalam Yesus seluruh berkat surga telah dikaruniakan (Ef 1:3).

Iblis adalah bapa segala dusta (Yoh 8:44). Di luar Yesus, manusia dunia dijebak dalam lingkaran setan dan hanya berkutat dengan “mengusahakan tanah”, sehingga tidak bisa mengerti sedang menjaring angin (Pkh 1:14)

Pendalaman Alkitab:

Kata sia-sia dipakai kata dalam bahasa Ibrani, hebel (H1891) yang artinya kekosongan, tidak puas, delusi, tidak ada harganya, dan sementara. Semua pekerjaan yang bukan mandat Ilahi tidak memiliki nilai kekekalan adalah sesuatu yang kosong, sementara, dan tidak menimbulkan kepuasan. Semua yang kita lakukan jadi tidak ada harganya (worthless)

Penulis :Hanny Setiawan

HDMI (Hidup Dalam Mandat Ilahi)  adalah adalah konsep pengajaran holistik yang membawa kekristenan tidak berhenti kepada kesalehan pribadi, tetapi berfokus kepada Membangun Tubuh Kristus. Selama 49 Hari penulis mengajak untuk Menghidupi Tujuan Ilahi, Memahami Desain Awal, Mengalahkan Dunia, Melakukan Yang Seharusnya, Menjalani Kehidupan, Menyiapkan Jalan, Menggenapi Janji.

Comments

Related Articles

Back to top button