Pesan Mimbar

Out Of Egypt


OUT OF EGYPT

Hosea 11:1

 

BeritaMujizat.com – Pesan Mimbar – Melanjutkan aliran kegerakan dan penyembahan selama 24/40 dari 8 Juli-17 Agustus di mana ada sukacita yang Tuhan berikan. Sukacita kemenangan, sukacita kemerdekaan, kelepasan dan kebebasan yang Dia curahkan untuk kita terima.

Sebuah kemenangan besar juga dialami oleh bangsa Israel ketika keluar dari tanah perbudakan Mesir yang sudah sangat lama berada di sana yaitu selama 430 tahun. Sebuah perjalanan keluarga dari bangsa Israel, ketika bersama-sama keluar dari Mesir lengkap dengan membawa seluruh anggota keluarga dari bangsa Israel. Meskipun dengan rasa takut terhadap Firaun, tapi dalam pimpinan Musa, bangsa Israel berhasil keluar bersama.

Setelah keluar dari Mesir, bangsa Israelpun selalu bersama-sama melewati setiap proses dan setiap tempat yang di lalui (keep walking together). Dalam Matius 2:13-15 jelas dikatakan bahwa Yusuf dalam mimpinya, Tuhan berfirman supaya Yusuf membawa istri dan anaknya untuk pergi ke Mesir. Justru melalui Mesir inilah, Tuhan memanggil anakNya.

 

1. Mesir adalah tempat perlindungan yang akhirnya menjadi tempat perbudakan

Sering kali kita tidak menyadari bahwa tempat yang paling aman di hidup kita akan menjadi Mesir bagi hidup kita. Karena Mesir ini berbicara soal penghidupan, soal makan dan hanya bicara soal biologis saja (2 Timotius 2:3-4). Tuhan memberkati kita, tapi ketika kita lupa bahwa itu berkat Tuhan, maka akan bisa jadi kutuk bagi kita.

Kadang kita nyaman dengan pekerjaan, pelayanan, keluarga bahkan apa yang sedang kita kerjakan dan jalani di depan. Dan mungkin itu semua tadi adalah Mesir dihidup kita. Cara menghindari Mesir dalam hidup kita adalah Bertanya kepada Tuhan. Tagline Tuhan Bicara Apa Hari ini seharusnya, selalu kita hidupi setiap hari.

Kehidupan bangsa Israel yang menggerutu kepada Musa, yang ingin kembali ke Mesir, ketika bangsa Israel di padang gurun adalah seperti sikap seekor anjing dan babi yang selalu ingin kembali kekubangan dan kembali kemuntahannya. Sikap kita seringa kali seperti anjing dan babi tersebut. Kita tidak bisa melihat ke depan, tapi selalu ingin hidup ke habitat lama kita. Dan tidak cukup berani berubah dengan New Normal yang sedang kita hadapi melalui Covid 19 ini (2 Petrus 2:22).

 

2. Ada Yesus (Israel) di Mesir

Meskipun Mesir sebagai tempat perbudakan, tetapi justru di Mesir Tuhan mempersiapkan pembebas. Di Mesir di simpan orang -orang yang luar biasa untuk menjadi seorang pemenang. Mesir memberi kita rasa takut, tapi kita harus memberanikan diri menghadapinya bukan menghindarinya.

2 Tawarikh 22:10 perlu keberanian seperti yang dimiliki Yosabat yang menyembunyikan Yoas supaya tidak dibunuh oleh Atalya. Diperlukan orang-orang yang mau menyimpan. Yosabat ini mengerti janji Tuhan. Rumah Tuhan akan dipakai untuk menyimpan orang-orangNya Tuhan. Imam Yosabat ini mengajar Yoas sebelum dia menjadi raja. Menjadi seperti Yosabat yang bisa mengerti hatinya Tuhan.

 

3. Mesir adalah simbol intimidasi dan ketakutan

Seorang Musa yang tidak pandai bicara, justru di pakai Tuhan membawa bangsa Israel keluar dari Mesir. Seseorang yang sebenarnya memiliki rasa takut yang luar biasa dan bahkan dia sempat melarikan diri. Seorang Musa yang penuh ketakutan menghadapi Firaun seorang yang tegar tengkuk dan bersikeras menahan bangsa Israel di Mesir (Matius 3:11).

Mesir banyak membawa intimidasi dan ketakutan bagi Musa dan bangsa Israel. Tetapi Tuhan sendiri yang memimpim bangsa Israel melalui Musa. Tuhan memberikan rasa percaya kepada Musa supaya tidak takut menghadapi Firaun dan Mesir. Musa taat sepenuhnya atas setiap mandat yang Tuhan berikan padanya untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir.

Roh yang dalam kita sangatlah besar, sehingga kita tidak perlu takut dengan intimidasi dan ketakutan (1 Yohanes 4:4). Jangan bimbang dan jangan ragu untuk melangkah dalam ketaatan kita. Karena Tuhan sudah memberi kita kebebasan dan kemerdekaan sehingga kita tidak perlu takut lagi (2 Korintus 3:17).

Jangan pernah berpikir terlebih dahulu untuk hasilnya, tetapi persiapkan ketaatan kita. Karena itu justru lebih penting dari pada kita memikirkan hasilnya nanti. Karena sesungguhnya kita telah di merdekakan dari setiap perbudakan dan setiap kebinasaan tetapi kita disiapkan masuk dalam kemerdekaan kemuliaan Tuhan (Roma 8:21-22).

Firman Tuhan ini disampaikan oleh Bp. Pdt. Hanny Setiawan, SE,MBA di ibadah Live Streaming Hari Minggu, 16 Agustus 2020 di Bethany El Bethel Solo Baru.

Comments

Related Articles

Back to top button