BeritaMujizat.com – Renungan – Disadari atau tidak, ketaatan adalah sebuah tindakan yang hampir menjadi unsur utama dari kejadian-kejadian yang ditulis dalam Alkitab. Demikian pula halnya dengan ketidaktaatan.

Kisah kejatuhan manusia, seperti yang kita tahu, bisa dikatakan berasal dari ketidaktaatan Adam dan Hawa terhadap mandat yang telah diberikan Allah pada mereka.Namun demikian, kisah terbesar sepanjang masa, penebusan manusia oleh Kristus di kayu salib pun berasal dari ketaatan-Nya pada Bapa di Sorga.

Jika di taman Eden hari itu, Adam dan Hawa bergulat dengan sebuah arti ketaatan, dan mereka gagal. Lain halnya dengan malam itu di Taman Getsemane, Tuhan Yesus Kristus dalam rupa manusia, bergumul dengan “cawan” yang ada di hadapan-Nya, dan Yesus memilih untuk taat.

Dari sanalah kita, manusia berdosa ini, yang seharusnya binasa oleh maut, beroleh hidup yang kekal. Itu karena Tuhan Yesus lebih memilih untuk taat pada kehendak Bapa.

Ada banyak kisah yang Alkitab catat mengenai ketaatan VS ketidaktaatan, dengan masing-masing upah maupun konsekuensi yang didapatkan. Dengan ketaatannya, Abraham memberkati keturunannya, dan dari keturunannya bangsa-bangsa diberkati (Kejadian 22:16-18).

Dengan ketaatannya, Nuh diperhitungkan oleh Allah di jamannya, membangun bahtera, dan menyaksikan Allah berkarya luar biasa di bumi (Ibrani 11:7). Dan masih banyak lagi kisah ketaatan tokoh-tokoh yang nama dan kisahnya tercatat dalam Alkitab.

Namun demikian, karena ketidaktaatannya, istri Lot menjadi tiang garam (Kejadian 19:26). Karena ketidaktaatan, Yunus harus mengalami tinggal dalam perut ikan (Yunus 1:2-3). Dan masih banyak juga kisah mengenai ketidaktaatan yang mendatangkan celaka/hukuman bagi orang/tokoh tersebut.

Dari waktu ke waktu, kita bisa melihat ketaatan akan firman dan kehendak Allah membawa manusia pada perkara-perkara besar yang diberikan oleh Tuhan. Ketaatan membawa seseorang pada agenda ilahi yang telah ditetapkan.

Satu ketaatan kecil demi satu ketaatan kecil, tanpa disadari akan membawa seseorang pada rencana dan kehendak ilahi yang sudah ditetapkan Tuhan. Kita percaya bahwa secara rohani, ketaatan membuka banyak pintu.

Di dalam ketidak-mengertiannya, Abraham taat untuk melangkah keluar dari tanah kelahirannya menuju tanah yang dijanjikan Tuhan Allah kepadanya. The rest of the story, kita semua tahu apa yang terjadi pada Abraham serta keturunannya.

Terkadang ketaatan dimulai dari ketidak-mengertian. Namun ketika kita memilih untuk taat, tiba-tiba Tuhan menunjukkan banyak hal. Tiba-tiba puzzle demi puzzle yang kita pasang itu membuat kita melihat gambaran besar yang Tuhan maksud dalam hidup kita.

Apa yang sedang ada ditangan kita hari ini?

Perkara apa yang sedang Tuhan percayakan pada kita untuk kita taati?

Sekecil apapun itu, sesederhana apapun, atau sebaliknya, serumit apapun itu,  mari belajar untuk taat pada kehendak Tuhan. Biar dalam ketidak-mengertian kita, kita belajar untuk taat dan membiarkan Roh Kudus menuntun langkah kita.

Karena melalui ketaatan-ketaatan itu, Tuhan sedang melatih kita, dan hendak membawa kita kepada sesuatu yang lebih besar. Gambaran besar rencana ilahi, selalu dimulai dari satu keping demi satu keping puzzle yang disusun dengan penuh ketaatan.

Tuhan memberkati.

 

Penulis : P. Adinda Rukmi

Comments

https://i2.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/05/salib.jpg?fit=600%2C336&ssl=1https://i2.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/05/salib.jpg?resize=600%2C336&ssl=1Adinda RukmiRenungan Umum#renungan #rohaniBeritaMujizat.com - Renungan - Disadari atau tidak, ketaatan adalah sebuah tindakan yang hampir menjadi unsur utama dari kejadian-kejadian yang ditulis dalam Alkitab. Demikian pula halnya dengan ketidaktaatan. Kisah kejatuhan manusia, seperti yang kita tahu, bisa dikatakan berasal dari ketidaktaatan Adam dan Hawa terhadap mandat yang telah diberikan Allah pada mereka.Namun...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan