RenunganRenungan HarianRenungan Umum

Jangan Ragu Untuk Memberi!


 

BeritaMujizat.com – Renungan – Kita sudah tidak asing lagi dengan kata-kata “hemat pangkal kaya”, itu adalah semboyan penting untuk gaya hidup kita menjadi lebih baik. Namun, tak jarang masih banyak orang yang terlalu berhemat, sehingga orang tidak mau berbagi dengan sesama atau biasa disebut dengan pelit.

Markus 6:41 Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.

Pada ayat diatas, sebelum Yesus membagikan lima roti dan dua ikan, Yesus mengajak para muridNya ke tempat yang sunyi dan sepi supaya mereka bisa dapat beristirahat karena ingin makan pun mereka tidak sempat. Saat dalam keadaan lelah dan lapar, datanglah banyak orang yang mencari dan menunggu Yesus.

Setelah Yesus mendarat dari perahu dan melihat banyak orang tersebut menyambutNya, muncullah belas kasih-Nya yang besar, lalu Ia memutuskan untuk mengajarkan banyak hal kepada mereka.

Ketika hari mulai malam, datanglah para murid kepada Yesus, lalu meminta kepadaNya agar orang banyak itu pergi dan membeli makanan di kampung dan desa sekitar. Namun, Yesus justru meminta para murid untuk memberi orang banyak itu makan, tetapi para murid merasa keberatan untuk melakukannya.

Keberatan mereka memang masuk akal sebab, mereka membutuhkan biaya besar untuk mempersiapkan banyak makanan untuk orang sebanyak itu, yaitu sekitar 200 dinar yang besarnya setara dengan upah bekerja selama 200 hari. Dan mereka sendiri juga merasakan lapar, dan membutuhkan istirahat cukup karena lelah.

Namun dengan demikian, pada akhirnya para murid mengikuti perintah yang dikatakan Yesus. Mereka hanya memiliki lima roti dan dua ikan, padahal jumlah orang banyak tersebut adalah 5.000 orang. Ajaibnya, hanya dengan Yesus mengadahkan makanan itu ke langit dengan mengucap berkat, orang-orang tersebut dapat dikenyangkan. Bahkan, makanan tersebut masih tersisa 12 bakul.

Terkadang saat kita sedang mengalami situasi sulit, kita pasti cenderung menolak untuk memberi bantuan kepada orang lain. Mungkin saja hal itu terjadi karena kita merasa tidak mampu menolong dan kita juga berpikir bahwa diri kita pun juga sedang menghadapi kesulitan, atau tidak ingin direpotkan orang lain.

Dari firman diatas, kita menjadi tahu jika kita tidak perlu merasa ragu atau takut untuk memberi maupun menolong orang lain. Kita juga diajak untuk bergerak saling menolong dan memberi bantuan kepada siapapun mereka yang membutuhkan.

Selagi kita masih mampu dan ada yang melakukan perbuatan baik kepada kita, janganlah kita takut kekurangan hanya karena ingin memberi sesuatu.

Seperti yang sudah tertulis pada ayat berikut, Amsal 11:24 “Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.”

Percayalah, bersama dengan Tuhan kita akan dimampukan untuk menjadi saluran berkat bagi orang lain dan niscaya mujizat Tuhan pasti akan terjadi melalui pemberian dari kita untuk orang lain.

Comments

Related Articles

Back to top button