Daily Seeking God

Kesempatan Istimewa


Keduabelas rasul memiliki kesempatan istimewa untuk bergaul, bercakap-cakap, dan bahkan hidup bersama Yesus, Allah yang menjadi manusia. Sebuah hak yang khusus diberikan kepada “the twelve” ini sehingga dalam waktu 3.5 tahun mereka bertumbuh dengan sangat cepat dari penjala ikan menjadi penjala manusia dan duta-duta kerajaan yang handal.

Dalam perjanjian lama 2 tokoh yang terkenal begitu dekat dengan Allah Elohim adalah Henokh dan Musa. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. (Kej. 5:22).

Apabila Musa masuk ke dalam kemah itu, turunlah tiang awan dan berhenti di pintu kemah dan berbicaralah TUHAN dengan Musa di sana. (Kel. 33:9).

Lalu bagaimana dengan kita apakah kita masih memiliki “kesempatan yang istimewa” untuk bisa bergaul dengan Dia, dan berbicara kepadaNya?. Jawabanya adalah iya dan bahkan kita memiliki apa yang Musa tidak miliki. Bahkan kedua belas rasul pun tidak memilikinya.

ROH KUDUS. Sang pribadi inilah yang sekarang bahkan tinggal di dalam kita (I Kor. 3:16, 6:19). Luar biasa bukan? Bukan saja kita bisa bergaul denganNya. Kita adalah tempat kediamanNya. Jadi sekarang Dia lebih dekat dari jaman PL maupun jaman rasul-rasul. Hari pentakosta mengubah semuanya.

Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh. (Ef. 2:22).

Mendengar suara Roh Kudus dan bercakap-cakap dengan Dia, konsekuensinya, menjadi hal yang sangat penting dalam pencarian kita. Kita berfikir hanya nabi-nabi, atau orang-orang besar yang bisa mendengar suaraNya.

Tapi seharusnya setiap orang percaya memiliki hak istimewa ini. Kemampuan untuk berhubungan dengan Allah yang besar, mengenali pribadi AnakNya melalui Roh Kudus.

Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. Namun demikian kemuliaan Allah menyertainya waktu ia diberikan. Sebab sekalipun pudar juga, cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya.

Jika pelayanan itu datang dengan kemuliaan yang demikian betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh (II Kor. 3:7-8).

Setiap hari kita harus memperlakukan Roh Kudus selayaknya rasul-rasul memperlakukan Yesus. Bercakap-cakap dan menuruti apa pun permintaanNya. Karena Roh Kudus tidak kelihatan seringkali kita mengalami kesulitan untuk memperlakukanNya sebagai seorang pribadi.

Sebab itu ada Firman Tuhan tertulis yang menjadi panduan kita untuk mengenali suaraNya. Roh Kudus tidak akan berkata-kata diluar FirmanNya. FirmanNya tidak akan berarti banyak tanpa pewahyuan Roh Kudus.

Jadi Firman tertulis dan Roh Kudus itulah hak istimewa kita, orang percaya modern, supaya bisa mengenali pribadiNya. Akankah kita memperlakukan Roh Kudus berbeda sejak sekarang? Akankah kita haus dan lapar akan kebenaran FirmanNya? Karena itulah kunci pencarian kita. (yhs).

 

Daily Seeking God
– 10 Tahun Perenungan Mencari Tuhan –

Daily Seeking God adalah kumpulan tulisan Hanny Setiawan selama 10 tahun.  Ditulis secara spontan ketika ada pertanyaan-pertanyaan kepada diri sendiri.  Dengan mengikuti “renungan harian” ini diharapan bisa mengerti pergumulan batin selama 2009-2019 penulis.

 

Comments

Related Articles

Back to top button