Pesan Mimbar

Kasih Yang Krisis


KASIH YANG KRISIS

1 YOHANES 4:7

 

BeritaMujizat.com – Pesan Mimbar – Tak pernah berakhir kasih setia Tuhan di dalam kehidupan orang percaya. Karena sesungguhnya ada perlindungan dan tudung IlahiNya Tuhan bagi setiap kita.

Bulan ini Bangsa Indonesia menerima berkat kemerdekaan. Begitu juga dengan kehidupan kita karena kita akan mengalami kemerdekaan atas kehidupan kita. Kita mengalami kebebasan atas setiap permasalahan dan pandemik ini. Tsunami kasih Tuhan akan melanda hidup dan bangsa kita.

Tuhan berbicara supaya hidup kita bisa melewati hidup di masa ini masa-masa kesukaran dan selalu untuk selalu mengangkat tangan kita. Dalam Matius 24:12 banyak kasih di dunia menjadi dingin. Dengan perubahan yang terjadi di dunia membuat banyak kasih itu menjadi dingin. Dan ketika bertemu kembali tidak ada rasanya kembali setelah lama tak bertemu.

Dalam Yohanes 13:34-35 ketika kita saling mengasihi satu sama lain maka setiap orang akan tau siapa Yesus dalam hidup kita. Kasih menjadi pintu masuk utama ketika kita saling satu mengasihi satu sama lain. Kasih menjadi pintu masuk untuk orang lain mengenal Yesus. Kasih sebagai dasar kehidupan yang Yesus ajarkan dan praktekkan dalam kehidupanNya supaya kitapun mengalamiNya.

Kita jangan sampai kehilangan kasih kita kepada yang lain. Ada kasih persaudaraan yang perlu melekat dalam hidup kita. Kasih persaudaraan dan kekeluargaan dalam tubuh Kristus. Kasih harus kita pertontonkan di dalam dunia ini.

Berbicara soal kasih dan saling itu sering kali bukan hal yang mudah sesungguhnya. Untuk menghidupi sebuah kasih itu adalah sesuatu yang kita lakukan bukan sekedar dikatakan. Kasih itu harus selalu bertambah dan bertambah serta melekat dalam kehidupan kita.

Dalam 1 Yohanes 4:7 mari kita saling mengasihi satu sama lain karena kasih itu berasal dari Allah. Orang yang lahir baru pasti kita akan bisa mengasihi. Baik mengasihi Allah maupun sesamanya. Kasih adalah salah satu unsur yang menandakan apakah kita sudah lahir baru atau belum. Sudah sewajarnya kita saling mengasihi satu sama lain.

Hidup kita sudah punya kemampuan untuk saling mengasihi ketika kita lahir dari Allah. Meskipun kita ada dalam dunia, tapi kita bukan berasal dari dunia tetapi dari Allah dan di dalam Allah ada kasih. Kalau kita bisa mengekspresikan kasih Tuhan maka kita mengalami kasih itu untuk dirasakan. Kasih persaudaraan itupun menjadi tudung ilahi yang akan saling melindungi satu sama lain.

Dalam Pengkhotbah 4:10 kasih itu akan mengangkat saudara yang jatuh. Ketika kita saling mengasihi maka kita akan saling bisa mengangkat ketika ada yang jatuh. Akan banyak yang memperhatikan ketika kita saling mengasihi. Budaya saling adalah budaya kerajaan surga yang perlu kita hidupi. Kekristenan itu bukan kekristenan yang egois tetapi kekristenan yang saling mengasihi dan memperhatikan dalam kasih Kristus.

Jangan sampai kita terjebak dan membuat kasih di dalam kita menjad hilang. Kita menjadi orang kristen sejati yang memiliki kasih dan saling mengerti satu sama lain. Dalam Pengkotbah 10:14 bagaimana kita hidup saling untuk bisa berjalan dan bergerak bersama supaya kita berjalan bersama-sama.

Jadi ada 1 ikatan persaudaraan yang kuat dan tidak akan mudah diceraikan oleh keadaan apapun. Kasih itu membuat kita berjalan untuk saling satu sama lain. Kita perlu mengekspresikan kasih Kristus di dalam kehidupan kita untuk berbagi dengan kehidupan orang lain. Ekspresi kasih itu sebagai wujud nyata dari kasih Allah yang sudah kita terima.

Ekspresi Dari Kasih :

1. Saling Memberi

Dalam Matius 25:35-40 Ketika kehidupan kita sedang memberi tumpangan maka kita sedang melayani Kristus. Ketika kita sedang memberi pertolongan kepada orang dan berbagi kasih dengan orang lain, berarti kita sedang menghidupi kehidupan Kristus.

Kasih itu pasti memberi dan akan selalu rindu untuk memberi. Kita hidup dari apa yang Tuhan beri. Ketika kita memberi maka kita bisa merasakan kasih itu mengalir. Belajar memberi di tengah masa sulit kita ini. Kita hidupi firman dan tergerak melihat orang lain dengan kasih Kristus.

Dalam Yakobus 2:15-17 kita punya hati untuk memberi. Maka wajah Kristus ada terlihat dalam hidup kita. Kita  memberi itu otomatis tanpa disuruh dan pasti berjalan natural. Dalam Ibrani 13:13 jangan lupa berbuat baik dan memberi bantuan.

Kalau kita ingin Tuhan berkenan, maka kita harus memberi bantuan. Kita perlu saling membantu dan memberi satu sama lain. Saling berjalan dalam kebersamaan satu sama lain. Ada baptisan kasih yang mendorong berbagi dalam kehidupan kita. Dalam 1 Yohanes 4:20 kalau kita tidak bisa mengasihi yang kelihatan maka kita tidak mungkin mengasihi Dia yang tidak kelihatan.

2. Saling Menasehati

Dalam Yesaya 9:6 Bapa kita sukanya menasihati, karena Dia adalah penasehat yang ajaib. Perkataan Bapa kita selalu menjadi perkataan yang sangat membangun. Nasehat Bapa kita adalah empati bagi kita. Dalam Filipi 2:1 di dalam Kristus akan ada nasehat. Nasehat kepada orang yang berduka, yang terluka, yang membutuhkan dan dibutuhkan nasehat- nasehat yang menguatkan bukan menjatuhkan.

Tidak ada yang bertumbuh di luar nasehat karena nasehat itu membangun dan memberi pertumbuhan. Dalam 1 Tesalonika 5:11 kita saling menasehati dan saling membangun satu sama lain. Mendorong orang yang lemah dan saling menasehati yang kehilangan arah. Nasehat kita dibutuhkan untuk kemajuan orang lain. Saling menegur dengan kasih bukan emosi. Sebelum menegur kita memastikan hati itu harus sampai terlebih dahulu karena supaya wajah Kristus nampak.

3. Saling Mengampuni

Orang sulit mengampuni karena tidak mengalami kasih Tuhan. Jangan gampang menyimpan sakit hati tetapi kita perlu saling berlomba untuk saling mengampuni. Hidup di dalam kasih Tuhan di masa krisis seperti ini harus semakin dipertajam. Dipertajam dalam saling memberi, menasehati dan mengampuni (Efesus 4:32).

Ketika kita menerima kasih yang besar maka kita perlu mengalirkan semua ke semua orang dan jangan sampai berhenti di diri kita. Orang akan merasakan kasih Tuhan dalam hidup kita. Ini waktunya kita saling satu sama lain. Kita saling berbagi, menasehati, mengampuni. Ketika kita saling maka itu banyak yang di butuhkan oleh orang lain. Oleh sebab itu hidup saling itu perlu melekat dalam kehidupan kita.

Firman Tuhan ini disampaikan oleh Bp. Pdt. Benyamin Henry Setiawan, S.Miss Bp. Pdt. Yusuf Hanny Setiawan, pada Minggu, 08 Agustus 2021 di ibadah sore gereja Bethany El Bethel Solo Baru.

Comments

Related Articles

Back to top button