Pesan Mimbar

Highway of Holiness


BeritaMujizat.com – Pesan Mimbar – Dalam kondisi seperti ini dibutuhkan iman dan percaya yang lebih. Kita terus percaya di dalam kondisi yang tidak baik, kondisi yang berkabut, tapi kita masih bisa melihat setiap penyertaan dan pertolongan Tuhan.

Kita pertajam lebih lagi setiap mata, hati dan telinga kita untuk menangkap isi hati Tuhan. Karena kenyataannya, ada yang lebih besar dari pada Covid-19 dan ketakutan yang lainnya. Kita perlu panggil anak-anak Tuhan untuk berdoa dan berdiri di tengah kesulitan-kesulitan yang dunia berikan.

Kita perlu bertanya kepada Tuhan setiap hari, karena dunia ini membutuhkan jawaban. Dalam Ibrani 12:25 dikatakan bahwa supaya kita mendengarkan Tuhan ketika Dia berbicara kepada kita. Jangan sampai kita membelakangi Dia yang sedang berbicara kepada kita. Kita perlu menyikapi situasi dan kondisi dengan benar dan tepat.

Di ayat 6 di katakan hahwa Tuhan berbicara maka bumi akan berguncang. Selama pandemik ini ada rencana Tuhan dan akan ada pertobatan besar yang terjadi. Kiranya kita tetap fokus kepada Tuhan dan kita tetap menjaga kesehatan kita serta tetap memberi pertolongan kepada orang yang membutuhkan.

Kita harus mengerti bahwa rencana Tuhan harus terjadi. Jangan kehilangan arah dan pengharapan. Sambil kita melihat apa yang Tuhan mau, kita terus menjalani kehidupan ini. Saat ini suara-Nya sedang mengguncang dunia. Kita semua perlu pegangan Tuhan dan jangan di lepas. Di saat seperti ini, terus pegang erat iman percaya dan jangan melepaskan iman percaya, melepaskan Tuhan dalam hidup kita.

Tuhan bekerja dan terus melakukan sesuatu untuk kita. Jangan salah bertindak dan jangan belok dengan apa yang sudah kita lewati. Kita harus bisa menangkap momentum Tuhan dan kita berjalan di dalam kairosNya. Justru di saat-saat seperti ini setiap rencana dan kehendak Tuhan harus digenapi.

Highway of Holiness

Kita tidak bisa melihat panjangnya dan ujungnya suatu jalan tapi kita bisa percaya dan tidak menyerah ketika kita serahkan semua kepada Tuhan. Selangkah demi selangkah, Tuhan yang akan menuntun dan tetapkan kita terus berjalan dalamNya. Dalam Yesaya 35:1-10 dikatakan bahwa ada nubuatan yang digenapi di musim ini.

Tuhanlah satu-satunya menjadi jalan kehidupan kita. Kiranya kita selalu meminta, Tuhan menunjukkan jalan Tuhan atas kehidupan kita. Dia buat jalan di jalanNya Tuhan. Ada jalan di atas jalan yang sanggup Tuhan buat bagi kita. Ketika kita menemukan highway tersebut, maka kita akan menemukan segalanya.

“Kita sanggup melihat kegirangan di dalam padang gurun, melihat sukacita di atas badan dan melihat mata air di dalam kekeringan hidup.”

Jangan sekalipun kita berani untuk mencari jalan-jalan yang lain. Di masa pandemik dan Covid-19 ini kita bisa melihat suara Tuhan meskipun ada kabut. Tetapkan langkah kaki dan iman kita untuk selalu melihat Dia bekerja di atas ketakutan dan ketidaktauan kita.

Mata kita hanya tertuju hanya kepada Tuhan. Kabut di ijinkan supaya kita mendengar suara Tuhan yang menuntun kita dan tidak berfokus kepada ketakutan-ketakutan dunia. Tuhan menuntun kita kepada jalanNya melalui suara yang kita dengar dariNya. Dan Dia ingin selalu berbicara kepada kita agar kita selalu berada di jalanNya.

1. The Way of Shallom

Highway adalah jalan Tuhan yang memimpin kita kepada shallom (damai sejahtera). Sebagai tubuh Kristus kita harus mencari jalan itu bersama-sama meskipun secara pribadi kita mempunyai jalan-jalan kita sendiri. Kita menemukan jalan di mana jalan itu shallom (damai).

Kita kembali ke jalanNya Tuhan/highway dan kita percaya bahwa ada shallom yaitu kehidupan tanpa kemiskinan, kekurangan, kesakitan dan kesulitan. Dan dunia ini sedang mencari shallom dan kita perlu membawa shallom dan membagikan shallom bagi banyak orang.

Ini waktunya 1 bangsa bersepakatan untuk berdoa bagi bangsa kita. Gerakan berdoa dari rumah masing-masing harus kita hidupi dalam kehidupan kita. Doa dari rumah sudah mulai termanifestasikan ketika Bapak Presiden Joko Widodo mengajak semua untuk berdoa bagi seluruh negeri.

Ini waktunya berbicara tentang shallom dan bukan luka, kemarahan dan ketakutan lagi. Di saat seperti ini kita perlu dukung pemerintah kita untuk menjaga bangsa ini. Ini waktunya Tuhan bekerja dan semua bergerak untuk Indonesia. Ini waktunya shallom terjadi di Indonesia.

 2. The Ways of Holiness

Jalan Tuhan akan membawa kita bisa mengerti kekudusan Tuhan. Setiap kita membawa kekudusan Tuhan ke mana kita berada dan melangkah. Seperti Musa yang tahu benar ketika dia berjumpa dengan Tuhan yang kudus. Musa menanggalkan kasutnya sebab tempat dia berdiri adalah tempat kudus. Tempat di mana itu adalah jalan Tuhan.

3. The Way of Healling

Seperti dalam Yesaya 35:5-6 bahwa ada nubuatan akan ada kesembuhan bagi yang sakit. Dan akan ada pancaran dari mata air di padang gurun dan sungai berada di padang belantara. Kita percaya bahwa akan ada kesembuhan terjadi. Ketika mata, telinga dan hati kita melihat Tuhan maka kita akan melihat kesembuhan itu terjadi. Sebab Tuhan telah menyembuhkan (Kisah Para Rasul 28:27).

4. The Way of Blessing

Seperti dalam Yesaya 35:1 dan 7 berkata bahwa baik di padang gurun akan menjadi bergirang, padang belantara menjadi bersorak-sorai dan berbunga-bunga. Serta tanah berpasir akan menjadi kolam dan menjadi tempat yang penuh dengan mata air yang membual.

5. The Way of Return

Dalam Kejadian 3:24 jalan Tuhan adalah jalan untuk menjaga kehidupan kita. Menjadi jalan kembali ke pohon kehidupan. Highway adalah jalan supaya kita kembali kepada apa yang Tuhan mau dan suruh.

Ada 4 jalanNya Tuhan :

  1. Siria, Mesir dan Israel ( Yesaya 19:21-25),
  2. Silk Road (Yesaya 49:11-12),
  3. East Island ( Yesaya 24:14-15),
  4. Spice Road ( Yesaya 42:10-12).

Ada 4 waktu revival :

  1. Tribal Revival (Yesaya 24),
  2. Jewish Revival (Yesaya19),
  3. Chiness Revival (Yesaya 49),
  4. Ishmael Revival (Yesaya 42).

Highway membawa kita melepaskan dari tubuh Kristus di 7 benua angkatan tentara-tentara pekerja Tuhan ke ladang-ladang tuaianNya. Kita memanggil keluar dengan satu suara sebagai satu umat Tuhan, satu tubuh dalam Kristus tuaian jiwa-jiwa dari 7 benua di dunia di bawa masuk ke dalam kerajaan Tuhan sampai sekarang.

Dalam Tuhan kita deklarasikan bahwa api, angin dan air roh kudus dilepaskan dan tidak boleh dihentikan dan kita percaya bahwa jalan raya emas Asia Tenggara di bukakan.

Firman Tuhan ini disampaikan oleh Bp. Pdt. Yusuf Hanny Setiawan, S.E, M.B.A pada di hari Minggu Siang, 11 Juli 2021 di ibadah Online Di Bethany El Bethel Solo Baru.

Comments

Related Articles

Back to top button