Pesan MimbarSpiritualitas

Hidup dalam Tuntunan Roh Kudus: Rahasia Kehidupan Kristen yang Penuh Kuasa


BeritaMujizat.com – Pesan Mimbar – Peristiwa besar yang terjadi pada hari Pentakosta, ketika 120 murid Yesus berkumpul dan mengalami pencurahan Roh Kudus. Pada saat itu, Tuhan menggenapi janji-Nya untuk mengirimkan Penolong, yaitu Roh Kudus, yang akan selalu menyertai kita.

Yesus berkata, “Aku tidak akan membiarkan kamu yatim piatu” (Yohanes 14:18). Ini adalah janji yang penuh kasih dari Tuhan kita.

Sebagai orang percaya, kita bukanlah anak-anak yatim piatu. Kita memiliki Bapa di surga yang maha kuasa dan penuh kasih. Lebih dari itu, kita juga memiliki ibu yang tidak terbatas, yaitu Roh Kudus, yang selalu mendampingi dan menuntun kita. Kehadiran Roh Kudus dalam hidup kita adalah bukti nyata bahwa kita tidak pernah sendirian. Ia adalah Penolong kita, Penghibur kita, dan Pembimbing kita.

Ketika kita hidup dalam Roh Kudus, kita akan dituntun oleh-Nya. Hidup dalam tuntunan Roh Kudus berarti menyerahkan setiap aspek kehidupan kita kepada-Nya. Masalah dan beban hidup memang tidak akan hilang, tetapi dengan Tuhan di pihak kita, kita akan menemukan kekuatan dan penghiburan. Tuhan selalu menyertai kita, bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun.

Kita dipanggil untuk tidak mengandalkan kekuatan kita sendiri. Kekuatan manusia terbatas, tetapi kekuatan Tuhan tidak terbatas. Dengan mengandalkan kekuatan Tuhan, kita akan dapat mengatasi segala tantangan dan rintangan yang ada di depan kita. Roh Kudus menuntun hidup kita satu langkah demi satu langkah. Ia memberikan hikmat, kekuatan, dan keberanian untuk menghadapi setiap hari dengan penuh keyakinan.

(Kisah Para Rasul 3 : 1-10 TB) 3:1 Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang,  naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah. 3:2 Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah  kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah. 3:3 Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah. 3:4 Mereka menatap dia dan Petrus berkata: “Lihatlah kepada kami.” 3:5 Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka. 3:6 Tetapi Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret  itu, berjalanlah !” 3:7 Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu. 3:8 Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat  serta memuji Allah. 3:9 Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah, 3:10 lalu mereka mengenal dia sebagai orang yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah Bait Allah, sehingga mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya. 

Dari ayat diatas kita bisa melihat bahwa seringkali orang beranggapan meminta hanya sedekah, tetapi Petrus sebenarnya punya lebih dari sedekah. Apa yang dipunya Petrus lebih dari emas dan perak. Dalam diri Petrus ada Roh Kudus yang senantiasa memberikan hikmat, kekuatan, dan bahkan membuat mujizat.

(Lukas 10 : 21 – 24 TB) 10:21 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.  Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. 10:22 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku  dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.  10:23 Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. 10:24 Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.” 

Siapakah yang bisa melihat Rahasia-rahasia Allah? Orang yang kecil orang yang punya iman. Bahkan orang yang berhikmat, bijak dan pandai pun tidak dapat melihatnya.

Allah menyatakan rahasia yang tersembunyi di dalam Dia kepada orang yang berkenan kepadanya. Orang-orang yang memiliki sikap hati seperti anak kecil kepada Bapanya.

Mari kita belajar seperti anak kecil yang selalu mendengarkan suara Bapanya. Hari ini ada Roh Kudus dicurahkan dihidup kita. Maka tugas kita adalah mendengarkan suaraNya. Dia yang akan menuntun bahkan memberitahukan rahasia-rahasia Allah.

kita tidak pernah sendirian. Kita memiliki Bapa di surga yang maha kuasa dan Roh Kudus yang selalu menyertai kita. Hidup dalam tuntunan Roh Kudus berarti menyerahkan diri sepenuhnya kepada-Nya dan mengandalkan kekuatan Tuhan dalam segala hal. Semoga kita senantiasa merasakan hadirat Roh Kudus dalam hidup kita dan menjalani setiap hari dengan penuh iman dan keyakinan.

Pesan mimbar ini disampaikan oleh Pdm. BTimotius Ricky RUsmana, S.E dalam Kingdom Family Service di Graha El-Bethel, tanggal 19 Mei 2024.

Comments

Related Articles

Back to top button