Mencari Tuhan di tempat, dan cara yang salah bukan hanya akan membuat frustasi dan menjadi skeptis, tetapi bisa akhirnya menemukan Tuhan yang salah. Tuhan yang kita ciptakan sendiri, itulah berhala.

Itu terjadi karena Tuhan ada di dimensi lain. Dia ada di dunia kita, tetapi di dimensi lain. Inilah yang seringkali tidak dimengerti dan tidak dipahami para pencari Tuhan.

Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? (Mar. 8:18).

Mata dan telinga jasmani tidak akan mampu melihat dan mendengar suara dan pemandangan Ilahi. Dimensi Ilahi harus dimasuki dengan cara Ilahi. Kita harus memperhatikan yang tidak kelihatan.

Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal. (II Kor. 4:18).

Bermain di dimensi Ilahi akan membuat semua yang terjadi didunia yang kelihatan itu jadi mudah dan tidak menakutkan. Yang menjadi permasalahan adalah sejak bayi manusia hidup dengan yang kelihatan di dimensi manusiawi.

Sehingga lupa, dimensi Ilahi itu ada, bahkan aktif dan mempengaruhi dimensi duniawai. Interfensi dimensi Ilahi ke dimensi duniawi seringkali disebut fenomena SUPRANATURAL.

Karena menyangkut “yang tidak kelihatan” maka kunci utama adalah IMAN!  Iman memampukan kita beroperasi di dimensi Ilahi. Mendengar, merasakan, melihat, bahkan mengecap dan merasakan yang tidak kelihatan sehingga menjadi nyata.

Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat. (Ibr. 11:3).

Bukan sekedar Iman, tetapi Iman kepada Yesus yang adalah gambar dari Allah yang tidak kelihatan.

Ia (Yesus)adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia (Kol. 1:15-16).

Untuk bisa mengerti Yesus maka iman kita didewasakan oleh Roh Kebenaran (Yoh 16:13) dan Firman Kebenaran (Yoh 17:17). Sehingga semakin dewasa iman kita, semakin nyata dimensi Ilahi bagi kita.

Daily Seeking God
– 10 Tahun Perenungan Mencari Tuhan –
Daily Seeking God adalah kumpulan tulisan Hanny Setiawan selama 10 tahun.  Ditulis secara spontan ketika ada pertanyaan-pertanyaan kepada diri sendiri.  Dengan mengikuti “renungan harian” ini diharapan bisa mengerti pergumulan batin selama 2009-2019 penulis.

Comments

https://i1.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/03/Daily-Seeking-God.png?fit=1000%2C563&ssl=1https://i1.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/03/Daily-Seeking-God.png?resize=1000%2C563&ssl=1adminDaily Seeking GodRenungan HarianMencari Tuhan di tempat, dan cara yang salah bukan hanya akan membuat frustasi dan menjadi skeptis, tetapi bisa akhirnya menemukan Tuhan yang salah. Tuhan yang kita ciptakan sendiri, itulah berhala. Itu terjadi karena Tuhan ada di dimensi lain. Dia ada di dunia kita, tetapi di dimensi lain. Inilah yang seringkali tidak...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan