Daily Seeking God

Dia Tidak Jauh


Sifat Allah yang transeden membuat kadang kita mengira Dia Tuhan yang sulit dijangkau dan dimengerti. Padahal, ketika murid-murid Yesus tanya bagaimana berdoa, Dia mengajarkan doa yang sederhana “…berikan kepada kami makanan kami yang secukupnya…”.

Dia mengerti kebutuhan perut kita. Ketika 5000 orang kelaparan, dia memakai 5 roti dan 2 ikan untuk memenuhi kebutuhan. Ketika Dia bangkit dari kubur dia mencari Petrus dan kawan-kawan di tempat mereka bekerja – mencari ikan. Dan Dia membakar ikan untuk anak-anakNya. Bukankah Dia, Allah yang tidak jauh?.

Masakan Aku ini hanya Allah yang dari dekat, demikianlah firman TUHAN, dan bukan Allah yang dari jauh juga? (Yeremia 23:23).

Dia tidak kelihatan. Tapi Dia ada memerintah di tahtaNya. Tidak ada satu pun yang terjadi dalam hidup kita yang tidak sepengetahuanNya. Bahkan sehelai rambut pun dia mengenali. Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya. (Mat. 10:30).

Jadi masalahnya bukan di jarak antara kita dan Dia. Tapi jalur komunikasi yang tidak terbuka sehingga “seakan-akan” jauh. Bahkan, sebenarnya Dia, melalui Roh Kudus, tinggal dalam kita (I Kor. 3:16, I Kor. 6:19) bersama kita. Dia tidak jauh.

Pencari-pencari Allah sejati bukanlah pencari keberadaanNya, tapi mencari pengenalan akan Dia.

Paulus mengatakan, “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya” (Fil. 3:10).

Hosea menyebutkan “Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran”.

Kemahabesaran Allah itulah yang membuat manusia sulit mengerti sehingga harus terus mencari dan mencari kebenaran.(yhs).

 

Daily Seeking God
– 10 Tahun Perenungan Mencari Tuhan –
Daily Seeking God adalah kumpulan tulisan Hanny Setiawan selama 10 tahun.  Ditulis secara spontan ketika ada pertanyaan-pertanyaan kepada diri sendiri.  Dengan mengikuti “renungan harian” ini diharapan bisa mengerti pergumulan batin selama 2009-2019 penulis.

Comments

Related Articles

Back to top button