Daily Seeking God

Bergumul dengan Allah


Air secara natural akan mengalir kebawah. Angin akan bertiup ke tekanan yang rendah. Gravitasi membuat benda-benda jatuh kebawah, dan tidak keatas.Fenomena-fenomena alam yang natural banyak terjadi disekeliling kita.

Manusia sebagai makhluk yang paling kompleks juga memiliki tendensi-tendensi atau kecenderungan. Dan Roma:3 menyatakan kepada kita bahwa secara natural, kecenderungan kita dosa. Dosa sendiri berarti tidak tepat sasaran (hamartia).

Jadi sudah kecenderungannya manusia akan menjauh dari sasaran hidup yang sebenarnya. Sebab itu ketika seorang pencari Tuhan memulai sebuah perjalanannya, sama artinya dengan dia memulai sebuah pergumulan “melawan arus alam.” Kata pergumulan (agonizomai) inilah yang juga dipakai oleh rasul Paulus dalam :

Kolose. 4:12 Salam dari Epafras kepada kamu; ia seorang dari antaramu, hamba Kristus Yesus, yang selalu bergumul dalam doanya untuk kamu, supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah.

Sebuah kata yang sangat berat dan dalam karena mengandung kata berjuang, agony (kesedihan yang mendalam), bahkan berkonotasi kesulitan dan penderitaan.

Dalam Roma 15:30 dikatakan “Tetapi demi Kristus, Tuhan kita, dan demi kasih Roh, aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, untuk bergumul bersama-sama dengan aku dalam doa kepada Allah untuk aku, ” Artinya, Paulus menekankan pentingnya bersama-sama bergumul, dan saling menguatkan dalam perjalanan kita mencari Dia.

Pegumulan inilah yang tidak disukai manusia modern yang cenderung instan, praktis dan hedonis. Mengapa harus sulit-sulit apabila bisa ada jalan pintas?. Suatu paradox yang sulit dimengerti manusia.

Sebab itu, Salib adalah suatu pelajaran paradox yang apabila dimengerti dan dipercaya akan membawa kita mengerti esensi kehidupan. Pergumulan Kristus di kayu salib melawan kodrat alam membawa kemenangan bagi umat manusia untuk mengalahkan kecenderungan dosa.

Pergumulan dengan Allah membawa kepada perubahan. Ketika Yakub bergumul dengan Allah, dia tidak lagi disebut penipu tapi Israel, sahabat Ilahi. Luar biasa bukan? Kita menjadi sahabatNya, mengerti hatiNya, kerinduanNya, keluh kesahNya, bahkan kemarahanNya pun kita mengerti.

Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.” (Kej. 32;28).

Semakin kita mengikuti keinginan alami, semakin kita menjauh dari apa yang kita cari selama ini: Tuhan!. Pergumulan-pergumulan dari waktu ke waktu, dan kejadian ke kejadian akan membawa kita semakin berubah dari kemuliaan kepada kemuliaan, dari iman kepada iman, dari kekuatan kepada kekuatan. Bergumullah!(yhs).

Daily Seeking God
– 10 Tahun Perenungan Mencari Tuhan –

Daily Seeking God adalah kumpulan tulisan Hanny Setiawan selama 10 tahun.  Ditulis secara spontan ketika ada pertanyaan-pertanyaan kepada diri sendiri.  Dengan mengikuti “renungan harian” ini diharapan bisa mengerti pergumulan batin selama 2009-2019 penulis.

Comments

Related Articles

Back to top button