Okultisme

Tuhan Bikin Mujizat Lewat Pawang Hujan?  Begini Kata Rohaniawan


Ilustrasi (Sumber: Instagram)

BeritaMujizat.com – Okultisme – Baru-baru ini publik tanah air digegerkan dengan  fenomena pawang hujan yang melakukan aksinya saat perhelatan MotoGP Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) belum lama ini.

Pawang hujan Rara Istiani tidak hanya viral di Indonesia, dia juga viral hingga ke kanca internasional. Bahkan pihak MotoGP dalam rilisan di akun instagram resminya, langsung mengucapkan terima kasih kepada Rara Istiani.

Melansir berbagai sumber, pawang hujan ternyata menjadi andalan para event organizer supaya acara bisa berjalan lancar. Jalankan GP mandalika, pernikahan di desa pun kerap menggunakan jasa pawang untuk mencegah datangnya hujan.

Tidak hanya viral, pawang hujan juga menuai kontraversi dari berbagai kalangan terutama kalangan rohaniawan dari berbagai agama dan komunitas rohani.

Di media sosial, masyarakat sebagian mengaitkan pawang hujan dengan  “mujizat” yang hanya dapat diberikan Tuhan kepada manusia.

Bahkan banyak rumor yang beredar lewat unggahan-unggahan di media sosial bahwa Tuhan bisa pakai siapa saja termasuk pawang hujan untuk membuat mujizat.

Lalu bagaimana pandangan kekristenan soal pawang hujan yang disebut-disebut dipakai Tuhan untuk menunjukan mujizatnya?

Rohaniawan Sigit Purnomo yang juga adalah gembala di salah satu gereja lokal di Yogyakarta saat dihubungi Berita Mujizat mengungkapkan, kejadian serupa (pawang hujan) sudah tertulis dalam Alkitab, yakni Kitab Matius 24 ayat 24, yakni “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.”.

Menurut Sigit, tanda dan mujizat seperti menghentikan hujan itu pun bisa dilakukan orang-orang di luar Tuhan (dukun, santet, pawang) untuk menyesatkan orang-orang, seperti yang telah ditulis dalam Alkitab.

Lanjut Sigit “musuh (iblis) ingin merebut panggung Yesus. Dia berusaha mengambil hati orang-orang dengan memberikan kuasa-kuasa palsu. Tujuannya supaya orang memuja mereka (pawang, dukun, dan lain sebagainya), mengakui bahwa mereka kuat dan sakti”.

Rohaniawati Rosi Dwi Jayani (29), saat dihubungi berita mujizat berpesan, menanggapi hal-hal yang bersifat gaib seperti itu, wajib berhati-hati. Tidak hanya pawang yang dapat menghentikan hujan, tapi untuk melihat kejadian apapun yang terjadi di sekitar kita.

“Jika Tuhan bisa menyatakan kuasa-Nya, maka musuh (iblis) pun punya keahlian yang sama untuk menyatakan kuasa jahatnya supaya semua orang mengikuti dia” terang Rosi.

Lanjut Rosi, setelah Yesus berpuasa selama 40 hari di padang gurun, iblis mencobai Dia dengan berkata “Jika Yesus menyembah iblis, maka seluruh dunia akan diberikan pada-Nya”.

“Jika Yesus saja diiming-imingi seluruh dunia, apalagi kita yang hanya manusia. Dengan iming-iming diberikan seluruh dunia, manusia yang lemah dagingnya akan mudah untuk dibujuk,” jelasnya.

Comments

Back to top button