Pesan Mimbar

The Beauty Of God


 

Memasuki minggu ke 8 di masa pandemik corona ini membuat kita semakin mengerti betapa waktu dan saat itu sangatlah penting. Ketika semua terbatas hanya dengan online dan sosial media membuat kita tau bahwa dibalik semuanya Tuhan punya maksud. Bulan Issachar ini kita tau tentang keindahan Tuhan di dalamnya.

Minggu lalu kita berbicara tentang mata merpati yang bisa melihat Tuhan. Di kesempatan ini kita berbicara tentang sebuah keindahan Tuhan itu sendiri. Meskipun ini masa sulit, sukar dan tidak biasa tapi kita harus bisa melihat keindahan Tuhan bekerja di sana.

The Beauty Of God adalah sebuah keindahan Tuhan yang kita jumpai dalam pribadi Tuhan. Dia memaparkan bahwa Tuhan adalah seorang pribadi (personal). Tuhan itu sebuah keindahan (beauty). Dia pun punya rasional dan memiliki moral dalam diriNya.

Di dalam pribadi Tuhan ada kebenaran(truth), keadilan (justice) dan keindahan (beauty). Truth memaparkan sebuah pikiran. Ini kemampuan kita berpikir. Love memaparkan sebuah kecantikan, seni serta hati dan perasaan yang terkandung di dalamnya. Serta Justice itu memaparkan sebuah kebaikan atau moral. Dan mengarah kepada tindakan diri manusia.

Di dalam Kristus ada ke semua 3 hal itu. Semua orang mencari kebenaran, keadilan dan keindahan yang sesungguhnya ada dalam pribadi Tuhan. Keindahan itu milik semua orang. Tuhan itu indah dan sering kali tidak bisa melihatnya. Padahal keindahan itu adalah ujung yang ingin selalu kita lihat.

Kalau kita menelusuri arti keindahan pasti berhubungan dengan wanita, wajah, cantik dan bisa kosmetik. Di mana keindahan itu selalu berhubungan dengan sesuatu yang indah yang ingin kita lihat.

 

The meaning of Beauty of God : 

  1. KEINDAHAN

Sebuah keindahan itu harus di tampilkan dan diperlihatkan ke semua mata untuk di lihat. Tetapi berbeda dengan cerita hidup dari ratu Wasti yang tidak mau memperlihatkan kecantikannya kepada raja. Dan hal ini membuat raja sangat murka terhadap Ratu Wasti (Ester 1:11).

 

Biarlah raja menjadi gairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya!. Karena keelokan yang di perlihatkan inilah yang menunjukkan kecantikan dan sebuah keindahan. Mazmur 45:12 (TB)

 

Kiranya hidup kita menceritakan dan menampilkan keindahan Tuhan. Meskipun sering kali mata kita tidak bisa melihat dengan jelas dan tidak bisa melihat keindahan. Tetapi Pribadi Yesus mampu membuka mata kita untuk melihat yang indah. Keindahan yang tercipta itu pasti dua arah dan saling melihat satu sama lain.

 

 

  1. KEINDAHAN ADALAH REFLEKSI PENYEMBAHAN

Apa yang kita sembah akan merefleksi apa yang kita sembah pula. Perilaku kita adalah refleksi dari apa yang kita sembah. Refleksi adalah pantulan kemuliaan Tuhan.

Mazmur 115:8 (TB)  Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya.

 

  1. SION (Puncak Keindahan)

Sion adalah puncak keindahan. Karena di puncak Sion inilah ada tabut perjanjian Tuhan. Di tempat inilah Tuhan itu sungguh ada. Temukan Tuhan di atas puncak keindahan maka kita akan tahu betul apa arti keindahan Tuhan.

Mazmur 50:2 (TB)  Dari Sion, puncak keindahan, Allah tampil bersinar.

 

 

  1. ADA KEINDAHAN DALAM SETIAP HAL

Pertolongan Tuhan akan tampak dalam keindahan Tuhan. Justru dalam keadaan berat apapun kita bisa melihat Tuhan bekerja di dalamnya dan melihat segala keindahan yang sudah Dia berikan

 

Apapun yang terjadi temukan keindahan dalam setiap perkara di dalam Tuhan. Maka kita akan mendapat keindahan dari Tuhan. Kita akan menimati segala kemurahan Tuhan dan menikmati segala keindahan Tuhan. Mazmur 27:4 (TB)

 

Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. Di masa sukar ini selalu temukan keindahan Tuhan di dalamnya. Karena sesungguhnya Tuhan ada di dalamnya. Dan tidak akan meninggalkan anak-anakNya tetap Dia selalu menunggu kita untuk datang kepadaNya dan siap menikmati berkat keindahan yang sudah Dia sediakan. Kuncinya adalah datang selalu kepada Tuhan serta tahu betul waktu dan saatnya Tuhan untuk saat ini.

 

Firman Tuhan ini disampaikan oleh Bp.Pdt. Yusuf Hanny Setiawan,SE.MBa di ibadah Live Streaming pada hari Minggu,10 Mei 2020 di Bethany El Bethel Solo Baru.

Comments

Related Articles

Back to top button