El-BethelRenungan

Terlalu Kecil


“Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” Yohanes 6:9

BACAAN : Yohanes 6:1-15

Secara manusia, seringkali kita sudah terdoktrin bahwa yang bisa membawa atau memberi pengaruh adalah hal-hal yang besar. Hari-hari ini tidak sedikit orang-orang yang mau memberi diri melayani Tuhan hanya karena minder. Merasa dirinya kurang, merasa yang lain jauh lebih professional, lebih mampu, lebih terkenal, lebih kaya dan lain sebagainya.

Tapi mari lihat kebenaran Firman Tuhan dalam Yohanes 6:1-15. Sebuah kisah yang tidak asing lagi bagi kita yang sudah lama mengikut Yesus. Kisah lima roti dan dua ikan. Ketika orang berbondong-bondong mengikut Yesus karena takjub dengan mujizat-mujizat yang Yesus lakukan. Di situ Filipus ditanyai oleh Yesus; “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” Yesus bertanya karena ingin mencobai Filipus, sementara Yesus tahu apa yang hendak dilakukannya.

Saat itu Yesus dan murid-murid diperhadapkan dengan ribuan orang yang lapar secara jasmani dan Yesus menghendaki murid-murid-Nya untuk melayani mereka semua memberi makan. Filipus meragukan arti roti seharga dua ratus dinar dan Andreas yang menjumpai seorang anak yang mempunyai lima roti jelai dan dua ekor ikan ragu bagaimana makanan dengan porsi sedikit itu bisa mengenyangkan khayalak ramai.

Tapi ada satu hal yang menarik, terlepas dari keraguan murid-murid Yesus. Anak yang memi- liki bekal rela bekalnya diserahkan kepada Yesus, walaupun dia sendiri tidak tahu apa yang akan dibuat oleh Yesus. Di sini saya melihat, anak ini mungkin penasaran dengan apa yang akan Yesus lakukan. Anak ini percaya apa yang akan Yesus buat.

Singkat cerita, kita tahu bahwa semua yang hadir menjadi kenyang, bahkan tersisa dua belas bakul potongan roti jelai. Saya bahkan ragu sekian ribu orang mengenal siapa yang pertama be- rani menyerahkan bekal untuk dilipatgandakan oleh Yesus. Anak kecil itu tidak terkenal, ya hanya anak kecil biasa. Tapi ketaatannya, kerelaan hatinya yang mau memberi apa yang dia milliki kepa- da Tuhan itu yang membuat menjadi istimewa. Lewat bekal miliknya, sekian ribu orang menjadi kenyang.

PERENUNGAN :

Tidak perlu untuk merasa kecil hati hanya karena tidak dikenal atau diketahui orang banyak. Tidak perlu merasa apa yang dimiliki terlalu kecil atau terlalu sederhana untuk berbuat sesuatu. Untuk membawa pengaruh tidak harus selalu tampil dan terlihat ataupun memiliki banyak. Ibarat angin yang bertiup, tidak seorang pun bisa melihat angin, tapi saat angin bertiup sekeliling bergerak. Bagian kita adalah setia mengerjakan apa yang Tuhan percayakan bagi kita.

DOA :

Tuhan, terima kasih untuk perenungan hari ini, terima kasih karena oleh anugerah-Mu aku beroleh kasih karunia untuk melayani-Mu. Kiranya lewat apa yang Engkau percayakan, aku kerjakan den- gan baik dan orang bisa mengenal Nama-Mu. Dalam Nama Tuhan Yesus, AMIN!

Penulis : Mona

Comments

Related Articles

Back to top button