El-BethelRenunganRenungan Harian

Tenang, Masalahmu Tidak akan Melebihi Tuhanmu!


Murid-Murid Yesus yang Ketakutan karena Angin Ribut (Gambar: wol.jw.org)

Beberapa waktu ini saya dan keluarga saya, baik keluarga rohani maupun jasmani, kami sedang khawatir karena sesuatu yang sebetulnya cukup biasa. Tapi entah kenapa akhir-akhir ini seperti diperhadapkan dengan hal itu lagi, namun diiringi dengan rasa takut dan khawatir.

Mungkin beberapa dari saudara juga sedang merasakan hal yang sama, entah dalam masalah keluarga, bisnis, komunitas, maupun masalah pribadi. Tanpa sadar, setelah kita khawatir, kita jadi lupa untuk mengucap syukur, serta lupa bahwa ada pribadi Tuhan dalam hidup kita.

Bacaan: Markus 4:35-41

Kemudian, ketika saya membaca Alkitab dan saat teduh, saya terdiam dan berhenti sejenak di Kitab Markus, tepatnya di pasal 4 perikop terakhir.

Di situ saya menemukan cerita ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang berlayar. Kemudian, mereka diperhadapkan dengan badai yang disebut angin ribut. Lalu mereka nampak ketakutan, khawatir, dan itu yang membuat mereka jadi lupa bahwa ada pribadi Yesus yang bisa menolong mereka.

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”
Markus 4:40

Saya percaya, kalau perikop ini pasti sering kita baca atau bahkan kita dengar dari para pengkotbah. Tapi, tidakkah kita sadari bahwa terkadang juga kita menjadi seperti murid-murid Yesus yang ketakutan itu?

Hadirat Tuhan lebih besar dari apapun, bahkan dari masalah yang menurut kita sangat berat dan mungkin kita merasa tidak bisa melewatinya. Hanya saja, terkadang kita malah tidak sadar atau bahkan lupa bahwa ada hadirat Tuhan dalam hidup kita.

Oleh karena itu, melalui renungan ini saya mengajak untuk kita sama-sama terus dekat dan intim dengan Tuhan setiap hari, sehingga membuat kita sadar ada hadirat Tuhan yang luar biasa dalam hidup kita.

PERENUNGAN
Seperti kutipan lagu “Tuhan tak pernah janji langit selalu biru, tetapi Dia berjanji selalu menyertai”. Artinya, semua proses hidup kita mungkin tidak akan berjalan mulus sesuai ekspetasi kita tetapi Tuhan akan selalu ada dalam hidup kita dan menuntun kita untuk melewati itu semua. Hal yang terpenting adalah kita biasakan diri untuk terus bertemu dengan Tuhan lewat baca Alkitab, berdoa, penyembahan dan apapun yang bisa membuat kita terus intim dengan Tuhan.

DOA
“Tuhan, kami bersyukur kalau Engkau terus mau ada dalam hidup kami. Kami mohon ampun Tuhan, kalau terkadang kami tidak sadar ada hadirat Tuhan dalam hidup kita. Kami mau belajar untuk terus melekat dengan Engkau saja Bapa. Terima kasih Tuhan, dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa dan mengucap syukur, haleluya, amin.”

Sumber: Renungan El-Bethel

Penulis: Ryon 

Comments

Related Articles

Back to top button