Kebesaran Tuhan yang tidak terbatas, membuat kita sering merasa frustasi untuk mengerti segala pikiranNya. Bertindak praktis dan pragmatis akhirnya menjadi pilihan yang logis.

Semakin kita mengambil keputusan secara praktis tanpa melihat dari sudut pandang Ilahi, maka semakin jauh kita dari pencarian terhadap realitas yang sebenarnya, yaitu Tuhan.

Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini.” (Ulangan 29:29)

Kunci dari membongkar teka-teki Tuhan adalah pernyataan Allah sendiri atau sering disebut pewahyuan. Pewahyuan pada dasarnya adalah dibukanya sebuah rahasia ilahi. Saat mata kita melihat. Saat telinga kita mendengar.

Dasar perjalanan pencarian kita adalah pewahyuan.  Sebab itu kita harus berhenti dalam sabat dan menantikan Dia, sampai Dia bicara.  Pemazmur menyatakan dengan indah sekali:

Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya,demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita. (Maz 123:2)

Suatu keteguhan iman yang luar biasa.  Sampai Tuhan menengok jangan berhenti untuk meminta, mencari, dan mengetok pintunya (Mat. 7:7).

Kata berdoa dalam bahasa Yunani adalah prosuche yang artinya meminta. Bertekun dalam doa artinya jangan berhenti meminta. Yakobus 4:2b menyatakan Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.

Yesus menyatakan dalam perumpamaan seperti seseorang yang membutuhkan pertolongan dengan sangat desperate (sangat butuh) sehingga memalukan, tapi Tuhan tidak melihat itu sebagai hal yang memalukan (Luk 11:5-13).

Justru sebagai Baapa, ketika kita meminta pewahyuan, kita minta pengenalan akan Dia, itu menyenangkanNya. MenantikanNya sampai semua teka-teki itu dinyatakan itulah esensi perjalanan para pencari Tuhan. Mari kita berdoa seperti Paulus berdoa untuk jemaat Efesus.

Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, (Ef. 1:18)

Daily Seeking God
– 10 Tahun Perenungan Mencari Tuhan –
Daily Seeking God adalah kumpulan tulisan Hanny Setiawan selama 10 tahun.  Ditulis secara spontan ketika ada pertanyaan-pertanyaan kepada diri sendiri.  Dengan mengikuti “renungan harian” ini diharapan bisa mengerti pergumulan batin selama 2009-2019 penulis.

 

Comments

https://i1.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/03/Daily-Seeking-God.png?fit=1000%2C563&ssl=1https://i1.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/03/Daily-Seeking-God.png?resize=1000%2C563&ssl=1adminDaily Seeking GodKebesaran Tuhan yang tidak terbatas, membuat kita sering merasa frustasi untuk mengerti segala pikiranNya. Bertindak praktis dan pragmatis akhirnya menjadi pilihan yang logis. Semakin kita mengambil keputusan secara praktis tanpa melihat dari sudut pandang Ilahi, maka semakin jauh kita dari pencarian terhadap realitas yang sebenarnya, yaitu Tuhan. Hal-hal yang tersembunyi ialah...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan