Keseharian manusia berkutat dalam pencarian kebahagiaan dan keamanan. Dalam pencariannya, manusia selalu berhubungan dengan manusia lain. Bahkan sebenarnya, dalam pencariannya, manusia tidak bisa sendiri  harus bersama, berkelompok, dan bersosialisasi.

Hubungan sosial inilah yang menjadi pesan utama Kristus yang ke-3 setelah kebahagian, dan kekuatiran di kotbah Bukit. Itulah sebabnya di Mat 7, penekanan soal jangan menghakimi dijelaskan secara detil.

Matius 7:1-5 (TB) “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?. Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.

Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

Ketika Yakub akhirnya rekonsiliasi dengan Esau, maka Yakub menyatakan bahwa dia melihat wajah Tuhan di Esau, coram deo. Suatu pernyataan yang dalam bagi para pencari Tuhan sejati. Tuhan bisa hadir dalam keseharian, bahkan dalam wajah “musuh kita”.

Matius 25 bahkan lebih jauh mengatakan bahwa orang telanjang, lapar, dan haus mewakili kehadiran Kristus sendiri di muka bumi.

Matius 25:35-36 (TB) Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.

Hubungan dengan manusia (natural)  selalu berjalan beriring dengan hubungan dengan Tuhan (supranatural). Tanpa melihat keduanya sebagai satu esensi, kita akan semakin kehilangan arti pencarian Ilahi.

Ternyata Tuhan tidak terlalu jauh dan tak terjangkau. Dia ada bersama kita, berjalan bersama, menyertai, bahkan memastikan  kebahagiaan, keamanan, dan keharmonisan. Dia ada dalam keseharian kita.

Hanny Setiawan

Daily Seeking God
– 10 Tahun Perenungan Mencari Tuhan –
Daily Seeking God adalah kumpulan tulisan Hanny Setiawan selama 10 tahun.  Ditulis secara spontan ketika ada pertanyaan-pertanyaan kepada diri sendiri.  Dengan mengikuti “renungan harian” ini diharapan bisa mengerti pergumulan batin selama 2009-2019 penulis.

 

Comments

https://i1.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/03/Daily-Seeking-God.png?fit=1000%2C563&ssl=1https://i1.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/03/Daily-Seeking-God.png?resize=1000%2C563&ssl=1adminDaily Seeking GodRenungan HarianKeseharian manusia berkutat dalam pencarian kebahagiaan dan keamanan. Dalam pencariannya, manusia selalu berhubungan dengan manusia lain. Bahkan sebenarnya, dalam pencariannya, manusia tidak bisa sendiri  harus bersama, berkelompok, dan bersosialisasi. Hubungan sosial inilah yang menjadi pesan utama Kristus yang ke-3 setelah kebahagian, dan kekuatiran di kotbah Bukit. Itulah sebabnya di Mat...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan