Daily Seeking God

Seperti di Eden


Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: “Carilah Aku, maka kamu akan hidup!. Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap.”

Carilah TUHAN, maka kamu akan hidup, supaya jangan Ia memasuki keturunan Yusuf bagaikan api, yang memakannya habis dengan tidak ada yang memadamkan bagi Betel. (Amos. 5:4-6).

Pada mulanya Tuhan dan manusia bisa berkomunikasi dengan mudah, dan intim. Tetapi kemudian, dosa membuat semuanya berbeda. Ritual-ritual mulai mezbah batu, kemah suci, bait suci Salomo, sistem-sistem keimamatan, keagamaan, yang dalam dunia modern sekarang menjadi liturgi, program gereja, aturan-aturan sinode, dan lain sebagainya berusaha menjembatani komunikasi kita dengan Dia. Tapi akibatnya malah membuat kita semakin jauh dari Dia dan semakin tidak mengenaliNya.

Apa yang dikatakan Amos sangat tepat sasaran. Cari TUHAN, kita akan HIDUP! Jangan kita terperosok dengan tanda-tanda dan banyak hal lain yang bukan Tuhan. Dengan gampang, karena sifat dari dosa, kita mempolakan dan menuhankan apa yang seharusnya cuma aksesoris Tuhan. Kita harus bisa menerobos semua aksesoris-aksesoris dan mendapati esensiNya yang terdalam. Yaitu PribadiNya.

Kita jangan terperosok dengan Betel, Gilgal, maupun Bersyeba yang hanya merupakan aksesoris. Memang di Betel ada rumahNya, memang di Gilgal ada perjanjianNya, di Bersyeba ada berkatNya, tapi semua itu cuma aksesoris bukan Tuhan itu sendiri.

Ketika kita berhasil melepas semuanya dan hanya mendengar apa yang dikatakanNya, maka kita mulai merasakan dan mengalami Eden. Ditaman hati kita Dia mulai memanggil nama kita, bercengkeraman, berkomunikasi, bergaul. Betapa menyenangkan. Kita kembali menjadi sahabatNya seperti dulu Adam di Eden.

Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. (Yoh. 15:15).(yhs)

                      Daily Seeking God

– 10 Tahun Perenungan Mencari Tuhan –

Daily Seeking God adalah kumpulan tulisan Hanny Setiawan selama 10 tahun.  Ditulis secara spontan ketika ada pertanyaan-pertanyaan kepada diri sendiri.  Dengan mengikuti “renungan harian” ini diharapan bisa mengerti pergumulan batin selama 2009-2019 penulis.

Comments

Related Articles

Back to top button