El-BethelRenunganRenungan Harian

Percaya Karena Apa?


BeritaMujizat.com – Renungan – Bacaan kita hari ini terambil dari Yohanes 6:1-15. Kisah Yesus memberi makan lima ribu orang dengan bermodalkan bekal seorang anak yaitu lima roti dan dua ikan sudah sering kita dengar.

Tapi kali ini saya mau melihat dari sudut pandang yang lain, yaitu kepada ribuan orang tersebut yang telah makan dan menjadi kenyang. Dalam ayat ke dua dikatakan bahwa orang-orang banyak tersebut mengikuti Yesus ke manapun Dia pergi karena mereka SUDAH melihat mujizat-mujizat penyembuhan yang Yesus sudah lakukan. Orang-orang ini takjub dengan apa yang Yesus lakukan, dan sepertinya mereka “haus” untuk menanti What’s the next thing Jesus would do? – kira-kira selanjutnya Yesus mau ngapain ya?

Singkat cerita, kita tahu bahwa pada akhirnya ada seorang anak kecil yang tidak diketahui namanya merelakan bekalnya. Anak ini begitu polos, dia bahkan tidak ada bayangan akan diapakan bekalnya itu, tapi dia percaya bahwa yang Yesus akan lakukan pasti luar biasa.

Alkitab tidak mencatat bahwa anak pemilik bekal tersebut menangis atau merengek karena bekalnya diambil, yang jelas dia mau memberikan bekalnya pada Yesus melalui perantaraan Andreas, saudara Simon Petrus. Saya percaya yang dilakukan oleh anak kecil ini adalah sebuah langkah iman. Ketaatannyalah yang pada akhirnya mengukir sejarah, bahkan dicatat dalam ke empat Injil di mana orang banyak yang lapar itu dikenyangkan oleh bekalnya.

Namun, ada yang menyedihkan dari kisah ini. Dalam ayat 14 dikatakan bahwa ketika orang banyak itu melihat mujizat yang Yesus lakukan, mereka menjadi percaya, tapi kepercayaan mereka hanyalah sebatas “Yesus sebagai Nabi,” bukan sebagai Anak Manusia yang diutus oleh Bapa.

Padahal kalau kita dalam Yohanes 5:19-47 jelas-jelas Yesus menjabarkan panjang lebar tentang siapa diri-Nya. Tapi ternyata mereka masih belum memahaminya. Mereka (orang banyak) itu baru “sedikit sadar” ketika mujizat roti dan ikan dilipat gandakan.

Di sini membuat saya merenung, bahwa mengalami mujizat bukanlah menjadi penentu pengenalan seseorang kepada Tuhan, karena euphoria mujizat itu sifatnya sementara saja. Jadi perlu kita yakinkan diri kita bahwa alasan kita percaya kepada Tuhan bukanlah karena sudah mengalami pengalaman-pengalaman yang luar biasa, melainkan kita menjadi percaya karena melihat bahwa Yesus sungguh-sungguh adalah Anak Allah yang telah bangkit dari antara maut dan menjadi penyelamat bagi umat manusia.

PERENUNGAN:

Apakah kita akan menjadi marah jika Tuhan tidak melakukan mujizat bagi kita? Ataukah kita akan mampu berkata, seandainya pun Tuhan tidak melakukannya aku tidak akan tetap percaya (Daniel 3:17-18).

DOA:

“Lewat renungan hari ini Tuhan aku belajar untuk memiliki perjalanan iman yang dalam bersama- Mu. Aku mau mengikut-Mu bukan demi mujizat, ajar aku untuk mengikuti-Mu, menghormati-Mu karena siapa Engkau, Engkau adalah Allah yang hidup. Buat aku mengenal-Mu lebih lagi. Dalam Nama Yesus, Amin.”

MONA

Comments

Related Articles

Back to top button