BMNewsLife Style

Mengirim Pesan juga Perlu Etika?


BeritaMujizat.com-BMNews-Selayaknya berkomunikasi secara langsung, komunikasi tidak langsung menggunakan sebuah aplikasi pesan instan atau media sosial juga harus menggunakan etika.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), etika sendiri didefinisikan sebagai ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk; dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak).

Jika boleh memberikan istilah dalam hal ini adalah seni mengirim pesan. Hal ini terdengar sangat receh tetapi jika kita tidak melakukannya akan menimbulkan dampak yang cukup besar.

Banyak orang, mungkin termasuk diri kita sendiri tidak suka atau bahkan bisa tersinggung jika menerima pesan yang dinilai tidak sopan.

Beberapa hari lalu, ada salah satu pengirim menfess di media sosial X @tanyarlfes membagikan momen kesedihannya dan menfess tersebut menjadi viral. Warganet menyoroti ketidaksopanan atau sering disebut sikap kurang ajar si murid.

“tanyarl hari ini melow bgt, baru tau kalo selama ini bapakku gapernah dihargai muridnya, beliau ortuku satu satunya, nangis bgt kenapa jahat jahat sih anak jaman sekarang tuh,” tulisnya.

credit by @tanyarlfes

Pada capture pesan yang dikirimkan, pengirim (anak guru) menegur penerima (murid guru) karena memiliki perilaku yang tidak sopan, Menfess tersebut tidak berisi mengenai kronologis secara lengkap, akan tetapi kita akan fokus kepada pesan yang dikirimkan sang murid.

“Oh”

“Y maaf”

“Y kan emang udh tua gak guna ngajar,” tulis sang murid.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengirimkan pesan. Pertama, sesuaikan ketikan. Kita tidak bisa menyamaratakan setiap orang yang akan menerima pesan kita. Artinya, ada beberapa tingkatan yang dapat dilihat melalui umur atau posisi orang tersebut. Jika orang tersebut lebih dewasa atau memiliki posisi di atas kita, kita tidak bisa menggunakan ketikan sama seperti ketika mengirimkan pesan kepada teman sebaya.

Misalnya, kita tidak bisa menggunakan singkatan-singkatan yang biasanya digunakan saat berkirim pesan dengan teman.

Y maaf

Apakah mungkin kita akan mengirimkan pesan tersebut kepada guru, dosen, atau bahkan orang tua kita sendiri?

Saat meminta maaf dengan tulus dan menyadari jika memiliki kesalahan, maka bisa menggunakan kalimat berikut,

Saya mohon maaf atas perilaku saya yang tidak sopan.

Kedua, pemilihan kata atau kalimat saat mengirimkan pesan. Melalui isi pesan yang dikirimkan si murid kepada anak gurunya, kita dapat melihat bahwa si murid menggunakan kalimat yang tidak tepat. Kalimat tersebut memiliki kesan yang sangat kasar.

“Y kan emang udh tua gak guna ngajar”

Ketiga, pemilihan frasa yang tepat. Indonesia ini memiliki budaya “ketimuran”. Menurut Universitas Pendidikan Indonesia, adat atau budaya ketimuran adalah identitas jiwa masyarakat Indonesia yang identik dengan masyarakat yang ramah, santun, dan menjunjung tinggi adat istiadat yang berlaku dalam masyarakat. Oleh karenanya, kita tidak bisa menggunakan atau mengatakan sesuatu dengan sembarangan. Setiap kata yang dipilih terkadang memiliki tingkat kesopanan tertentu.

Contohnya, dalam bahasa Indonesia terdapat kata yang bersinonim tetapi memiliki waktu penggunaan yang berbeda-beda. Kata tersebut adalah Kamu, Anda, dan Saudara. Ketiga kata tersebut menunjukkan sapaan untuk orang kedua yang menjadi lawan bicara. Namun, ketiganya digunakan di saat yang berbeda-beda menyesuaikan tempat, suasana, dan lawan bicara.

Kita tidak akan menggunakan sapaan Anda untuk teman yang sudah akrab dengan kita. Begitu pun, kita tidak akan menggunakan sapaan Kamu untuk guru atau dosen kita. Begitu bukan?

Keempat, spam chat. Mengirimkan pesan secara beruntun untuk mayoritas orang itu sangat mengganggu. Bahkan, dapat menimbulkan rasa kesal. Apalagi jika pesan tersebut tidak termasuk dalam urgensi.

Kita bisa menjelaskan keperluan kita sesingkat mungkin dan menunggu penerima pesan membalas pesan tersebut. Terkadang tidak semua orang memiliki waktu luang selama 24 jam untuk membalasa pesan kita.

Jika memang sangat urgent, kita dapat menelpon atau bertemu langsung dengan orang tersebut.

Nah, itulah keempat hal dasar yang perlu kita perhatikan saat berkirim pesan dengan teman, kakak, saudara, guru, orang tua, dan orang-orang yang ada di sekitar kita.

Karakter dan value yang kita hidupi itu yang akan menentukan bagaimana orang memandang hidup kita. Jika kita memperlakukan orang lain dengan sembarang dan tidak sopan, maka orang lain juga memiliki kemungkinan besar melakukan hal yang demikian terhadap kita.

Comments

Related Articles

Back to top button