El-BethelRenunganRenungan Harian

Menemukan-Mu Dalam Hidupku


BeritaMujizat.com – Renungan – Cerita mengenai anak sulung dan anak bungsu ini telah menjadi sebuah cerita yang sudah tidak asing bagi kita. Bahkan mungkin sejak sekolah minggu, kita telah mendengar mengenai cerita yang bertajuk “Anak yang Hilang” ini.

Banyak pula perenungan dan pewahyuan yang dihasilkan dari sebuah cerita ini. Seperti misalnya Leif Hetland dalam bukunya “Memulihkan Roh Yatim”, dia banyak sekali mengupas cerita mengenai perumpamaan anak sulung dan anak bungsu ini (jika anda mencari buku bacaan rohani, saya merekomendasikan buku ini menjadi salah satu buku yang anda baca).

Namun hari ini, kita hanya akan merenungkan sebuah sudut pandang dari cerita ini, yaitu di part dimana si sulung merasa iri dan marah ketika mengetahui bahwa adiknya, si bungsu, mendapat pesta jamuan yang luar biasa dalam menyambut kepulangannya.

Sedangkan si sulung merasa bahwa ayahnya tidak pernah memberikan sesuatupun untuk dirinya berpesta dengan teman-temannya.

Lukas 15:28-29 “Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.”

Menariknya, untuk menjawab kemarahan anak sulungnya, sang bapa menjawab “Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu”. Lukas 15:31

Bapanya menjelaskan bahwa segala kepunyaan sang bapa ialah kepunyaan si sulung juga. Nampaknya bapanya hendak menyadarkan mengenai setiap privilege yang selama ini dimiliki oleh si sulung, yang tidak disadari oleh si sulung.

Belajar dari kisah si sulung tersebut, terkadang dalam hidup ini, bukan tentang apa yang kita miliki, tapi tentang menyadari apa yang kita miliki. Kadang kita sebenarnya memiliki banyak hal, tapi kita tidak menyadarinya.

Dan hal ini malah menjadikan kita jadi mempertanyakan kasih Tuhan dalam hidup kita. Terburuknya, kita merasa Tuhan ‘tidak adil’. Seperti anak sulung yang sesungguhnya memiliki privilege, memiliki banyak hal di rumah bapanya, tapi masih juga ‘mempertanyakan’ kasih bapanya, karena tidak menyadari bahwa semua milik bapanya adalah miliknya.

PERENUNGAN
Apakah kita menyadari kebaikan Tuhan lewat semua yang kita miliki dalam hidup kita? Atau justru mempertanyakan kasih Tuhan karena kita tidak menyadari apa yang kita punya dalam hidup kita?
Mari sadari betapa Tuhan begitu baik dalam hidup kita. Hitung berkat-Nya, maka kita akan terkejut akan kasih-Nya.

DOA
“Tuhan, terimakasih untuk kasih-Mu dalam hidup kami. Ampuni jika seringkali kami tidak menyadari kebaikan dan pemberian-Mu dalam hidup kami. Kami mau terus menghitung berkat dan kebaikan-Mu, hingga kami terus menyadari betapa kasih-Mu luar biasa dalam hidup kami. Amin.”

Bagi saudara yang mempunyai kerinduan ber-partner dengan kami saudara bisa mengambil bagian di bawah ini :
1. Doa
http://bit.ly/partnerdoaehop
2. Volunteer
http://bit.ly/volunteerEHOP

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi kami melalui:
• Email: ehop.id@gmail.com
• WhatsApp: +62 858-6722-0117
• Facebook: https://www.facebook.com/ehopindonesia/
• Instagram: https://www.instagram.com/ehopid/

www.ehopindonesia.com

Comments

Related Articles

Back to top button