BeritaMujizat.com – Poleksosbud – Kemanusiaan telah menjadi agama baru yang berkembang dengan sangat pesat dan sangat berpengaruh. Kemanusiaan tidak muncul dengan ritual keagamaan yang baru dan khas, mereka muncul sebagai spirit dan ideologi.

Semangat untuk membebaskan diri dari segala ikatan termasuk agama, tidak lagi dimaknai sebagai pemisahan diri terhadap agama (sekuler). Kemanusiaan kini justru hadir dengan kekuatan dan pengaruh yang besar untuk mengintervensi agama-agama, termasuk Gereja.

Tokoh atau kelompok penyiar atau “penginjil” agama baru ini bukan dari kalangan biasa saja. Mulai dari organisasi sosial seperti PBB, hingga tokoh-tokoh yang mempunyai pengaruh besar menjadi bagian penting di dalam upaya siar atau “penginjilan”.

Baru-baru ini, staf ahli PBB memberikan pernyataan menentang agama-agama yang dianggap sebagai sumber penindasan terhadap kemanusiaan. Mereka bahkan mendorong negara-negara mencabut undang-undang yang diproduksi berdasarkan nilai-nilai agama.

Mereka berusaha dalam ruang-ruang privat agama-agama dan berusaha merekonstruksi agar kemanusiaan menjadi pusat dari segalanya. Bahkan Mereka dengan berani menolak hukum-hukum atau nilai-nilai agama tertentu, seperti pandangan terhadap peran wanita dan dosa penyimpangan seksual (LGBTIQ).

Gereja sendiri telah merasakan bagaimana kemanusiaan ini muncul dan menimbulkan gejolak yang luar biasa di dalam Gereja. Salah satu isu terbesar yang saat ini dihadapi oleh Gereja adalah isu tentang LGBTIQ.

Beberapa kelompok yang mengaku peduli dengan LBGTIQ terus berupaya mengabarkan kepercayaan mereka bahwa LGBTIQ bukanlah sebuah dosa. Pertentangan terbesar adalah legalisasi pernikahan sejenis yang jelas tidak seusai dengan kebenaran Alkitab.

Penerimaan Gereja terhadap kelompok LGBTIQ yang selama ini sebenarnya sudah dilakukan Gereja dirasa kurang. Mereka mendorong supaya Gereja mengabaikan justifikasi terhadap LGBTIQ adalah dosa.

Dalam hal ini terlihat sekali bagaimana kemanusiaan menjadi spirit dan ideologi yang berusaha mengikis Ketuhanan dan menempatkan kemanusiaan lebih tinggi diatasnya. Sayangnya banyak orang tidak menyadari kemunculan agama baru ini, karena muncul dengan bungkus yang menarik.

Banyak yang belum menyadari bahwa agama baru ini bukan hanya empati terhadap permasalahan kemanusiaan, melainkan menjadikan kemanusiaan sebagai Tuhan. Pada akhirnya mereka akan menyingkirkan kelompok-kelompok yang berusaha memegang teguh Ketuhanan, di agamanya sendiri.

Penulis : Gilrandi ADP

 

Comments

https://i0.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/11/pexels-sharon-mccutcheon-1153895.jpg?fit=600%2C338&ssl=1https://i0.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/11/pexels-sharon-mccutcheon-1153895.jpg?resize=600%2C338&ssl=1Gilrandi ADPPoleksosbudagama,kemanusiaanBeritaMujizat.com - Poleksosbud - Kemanusiaan telah menjadi agama baru yang berkembang dengan sangat pesat dan sangat berpengaruh. Kemanusiaan tidak muncul dengan ritual keagamaan yang baru dan khas, mereka muncul sebagai spirit dan ideologi. Semangat untuk membebaskan diri dari segala ikatan termasuk agama, tidak lagi dimaknai sebagai pemisahan diri terhadap agama...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan