RenunganRenungan HarianSpiritualitas

Kehidupan Salib


Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. 1 Korintus 2:2

Bacaan: 1 Korintus 2:1-5

Melalui ayat ini kita dapat belajar dari pribadi Paulus. Bagaimana Paulus membawa dirinya untuk memberikan kabar yang harus dia sampaikan, dan bagaimana dia menceritakan tentang dirinya sendiri yang dengan segala kelemahannya untuk menyampaikan pesan – pesan Tuhan bukan dengan hikmat yang menyakinkan melainkan dengan keyakinan dan kekuatan dari Roh Allah.

Dengan apa yang dilakukan oleh Paulus kita dapat belajar bagaimana kita harus dapat mengalirkan kehidupan Firman Tuhan dengan kekuatan Roh Kudus dan bukan hanya dengan pengertian kita sendiri. Sebagai pelaku bukan dengan kekuatan kita sendiri untuk melakukan Firman Tuhan melainkan Tuhan yang memberikan kita kekuatan.

Dengan memikul salib dan menyerahkan kehidupan daging kita, sehingga kita dapat benar – benar hidup didalam Roh. Ketika waktunya sudah semakin dekat Tuhan sering menyatakan diri-Nya kepada murid – murid karena Tuhan tahu bahwa Dia harus disalibkan. Kita bisa baca juga didalam Matius 16 : 21 – 26.

Banyak hal yang dalam hidup kita yang harus kita serahkan kepada Tuhan, kita pikir kita sudah melakukan banyak hal bagi Dia, tetapi kita seringkali juga tidak sadar bahwa masih ada berhala – berhala dalam hidup kita. Contohnya, kalau Tuhan tidak mati maka tidak akan banyak orang yang akan datang kepada Dia. Demikian juga dengan kita kalau kita mau hidup kita dapat dinikmati oleh orang lain dan menjadi berkat bagi orang lain maka benih itu harus mati terlebih dahulu.

Banyak hamba – hamba Tuhan tidak dapat maju karena mereka tidak mau pikul salib. Jangan hanya tahu banyak hal tentang Tuhan tetapi biarlah kita juga belajar mengenal Tuhan. Untuk dapat menerima mahkota, kita harus menjadi pribadi yang tahan uji dalam berbagai pencobaan.

Seperti terambil di dalam Yakobus 1 : 12 “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.” Sudahkah selama ini kita benar – benar mengasihi Tuhan?

Perlu kita ketahui bahwa orang yang disayang Tuhan itu bukan hanya ditegur tetapi juga dihajar. Sebagai anak – anak Allah, janganlah kita menganggap enteng dan melupakan didikan Tuhan, dan mari kita ingat firman yang mengatakan bahwa Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya.

Janganlah kita mudah menghakimi orang lain dengan apa yang terjadi dalam hidup kita. Tetapi perlu kita ketahui dan sadari bahwa Tuhan menghajar hidup kita karena Tuhan mau membentuk hidup kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tuhan akan melakukan apa saja dalam hidup kita supaya kita menjadi anak – anak yang berkenan di hadapan-Nya.

PERENUNGAN

Bersyukurlah akan setiap kejadian dan hajaran yang terjadi dalam hidup kita, itu berarti Tuhan sayang akan hidup kita dan Tuhan mau menjadikan kita pribadi yang lebih luar biasa bersama denga Dia.

DOA

“Ya Bapa biarlah kami bisa belajar menjadi pribadi yang menyenangkan hati-Mu dan benar – benar mengasihi Engkau. Kami bersyukur kalau kami dapat memikul salib didalam kehidupan ini, biarlah Engkau berkenan atas setiap hidup kami ya Tuhan. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.”

Penulis : Ister

Comments

Related Articles

Back to top button