El-BethelRenunganRenungan Harian

Keberanian Ilahi


Bacaan : Keluaran 6:27 – 7:7

Akan selalu ada tantangan ketika Tuhan memanggil kita untuk melaksanakan rencanaNya. tantangan itu bisa bermacam-macam, bisa faktor internal misalnya keterbatasan diri, faktor eksternal misalnya situasi yang dihadapi sulit untuk dihadapi dan lainnya. Tapi itulah Tuhan, cara Tuhan “bermain” itu selalu di luar nalar manusia, cara Tuhan tidak pernah terselami.

Secara manusia sering kita lebih memilih tugas yang nyaman. Nyaman karena kita mampu melakukannya, nyaman karena terbiasa mengerjakannya, nyaman karena sudah lama menguasai hal yang dikerjakan dan lain-lain. Tetapi ketika Tuhan memanggil kita untuk melakukan sebuah tugas, artinya kita harus siap meninggalkan zona nyaman kita. Itu sudah pasti, karena Tuhan selalu membawa anak-anak-Nya mengalami atau mengerjakan hal-hal yang baru, hal-hal yang tidak pernah dikerjakan sebelumnya. Perlu keberanian dan keteguhan hati untuk melangkah bersama Tuhan.

Kita lihat hidup Musa ketika diutus Tuhan untuk membebaskan bangsa Israel dengan menghadap Firaun. Ini bukan hal yang mudah. Di dalam Keluaran 6:29 ada dua masalah yang dihadapi oleh Musa, dikatakan bahwa Musa pribadi yang tidak petah lidah, dia tidak pandai untuk berbicara.

Kalau bahasa sekarang, Musa tidak memiliki keterampilan public speaking, berikutnya adalah masalah eksternal di mana Musa harus berhadapan dengan seorang Firaun yang adalah seorang Raja. Bayangkan, sudah tidak lancar berbicara, tetapi ditugaskan harus menghadap seorang raja. Mungkin jika kita di posisi seperti ini, kita juga akan tawar-menawar dengan Tuhan. Belum lagi ditambahkan bahwa Tuhan akan mengeraskan hati Firaun, hati mana yang tidak takut apabila Tuhan berkata seperti itu.

Setelah insiden tawar-menawar dengan Tuhan kita lihat bahwa akhirnya Musa memberanikan diri untuk melangkah dan pada akhirnya ketaatannya itulah yang membuat bangsa Israel bebas dari negeri perbudakan.

PERENUNGAN:
Mari coba renungkan sejenak tentang panggilan yang Tuhan berikan buat kita. Mungkin kita merasa tidak mampu, merasa bukan orang yang tidak tepat. Tapi mari belajar dari pribadi Musa. Kita bukanlah satu-satunya yang tidak mampu. Musa juga tidak berkompeten untuk menghadap seorang Firaun. Tapi Tuhan memampukan Musa untuk melakukannya. Lewat keterbatasan kita, kita akan melihat bahwa ketika Tuhan memberikan mandat, Dia tidak akan pernah meninggalkan kita.

DOA:
“Ya Tuhan, aku minta ampun kalau sekiranya pernah meragukan panggilan-Mu dalam hidupku.
Biarlah lewat perenungan ini aku belajar untuk semakin bergantung dan berserah pada kekuatanMu. Di dalam Nama Yesus, Amin!”

ROSI

Comments

Related Articles

Back to top button