BMNewsPendidikan

Jurus Jenius Nono Sang Juara Matematika Dunia dari NTT: Rajin Baca Alkitab dan Minum Air Kelor


Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay (Nono) Si Jenius dari NTT. (Gambar: Wulandari )

BeritaMujizat.com – BMNews – Nama Nono, bocah 8 tahun dari Nusa Tenggara Timur (NTT) ini harum di tanah air usai menyabet juara pertama International Abacus World Competition 2022.

Bocah dengan nama lengkap Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay itu berhasil menyingkirkan 7.000 peserta lainnya dalam kompetisi matematika dan sempoa bergengsi dunia tersebut.

Nono ternyata adalah satu-satunya siswa asal Indonesia. Dia juga viral lantaran punya skill berhitung yang sangat cepat dan tepat tanpa alat bantu.

Nono lahir di Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, NTT, pada 2 April 2015. Dia lahir dari pasangan Raflim Meo Tnunai dan Nuryati Seran. Ayahnya hanya bekerja serabutan, dulunya kuli (bangunan). Sedangkan Ibunya berprofesi sebagai guru kontrak.

Lewat beberapa podcast yang telah mengundang Nono, Ibunya yang turut mendampingi mengungkapkan, sejak kecil, Nono dikenal super aktif. Nono sangat suka belajar, membaca, dan menulis.

Meski gemar bermain dengan teman-temannya, Nono tak menanggalkan kewajibannya untuk selalu belajar dan belajar.

“Dia sejak kecil itu sangat aktif, suka lari sana-sini, bermain dengan teman-teman,” ungkap Nuryati di sebuah podcast belum lama ini.

Sementara itu, saat diundang di Podcast Konspirasi Prabu belum lama ini, Nono membeberkan jurus jitunya hingga bisa jenius dan menjuarai olimpiade dunia itu.

“Supaya pintar rajin baca Alkitab, berdoa, minum air kelor, belajar, masing-masing deng (dengan) de (dia) pung (punya) agama,” ungkap Nono menjawab pertanyaan host, Prabu.

Saat tampil di Podcast Ts Talks, Nono membeberkan hal yang sama. Dia juga mengatakan jika setiap bangun pagi dia selalu membaca dan menghafal ayat Alkitab.

“Lagi baca Alkitab tadi pagi, baca Alkitab apa kamu?” Tanya Melany Ricardo dalam podcast itu.

“Amsal pasal 3:3 Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,” jawab Nono.

“Mazmur 119:105 Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku,” sambung Nono dengan lancarnya.

Nono kini mendapat banyak penghargaan dan beasiswa. (Gambar: Instagram)

Untuk diketahui, Nono sudah bisa berbicara lancar saat usia satu tahun.Saat berusia lima tahun dan duduk di Paud Tunas Belia, ia sudah bisa membaca. Bahkan, ia mengikuti kursus bahasa Inggris setiap pekan.

“Dia ini baru usia satu tahun sudah aktif berbicara. Saat masuk Paud dia sangat pintar. Bahkan, minta untuk ikut kursus bahasa Inggris,” ungkap Ibunya lagi.

Sebetulnya, kata Nuryati, kondisi ekonomi yang pas-pasan, bahkan tak stabil membuatnya sulit memberi pendidikan lebih kepada Nono. Tetapi, kemauan Nono keras.

“Rasa ingin tahu Nono sangat tinggi. Jadi, dia paksa kami harus ikut kursus. Beli buku bacaan. Terpaksa kami turuti saja kemauannya biar semangat belajar tidak redup,” pungkasnya.

Nono diketahui sudah pernah menjuarai beberapa kompetisi matematika ternama lainnya, namun baru dikenal pasca meraih juara 1 International Abacus World Competition 2022.

Comments

Related Articles

Back to top button