Pesan Mimbar

I Am Not Ashamed


I AM NOT ASHAMED

ROMA 1:16

BeritaMujizat.com – Pesan Mimbar – Mengikuti percepatan Tuhan bergerak, mungkin kita tidak sanggup mengikutinya bila kita tidak selalu berada dalam circle jalan yang Dia tunjukan. Kenyataannya sangat sulit untuk kita mengikuti tanpa mengerti betul. Perjalanan yang sangat cepat, baik secara pribadi, komunitas, keluarga, pelayanan bahkan lingkup bangsa yang lebih besar.

Apa yang sudah di tabur di musim-musim lalu, di tahun-tahun lalupun kita sudah melihat sudah bertumbuh sekarang ini. Tetapi kita harus melihat apakah sejauh ini, kita masih terus membawa injil dalam kehidupan kita sebagai dasar kehidupan kita. Apakah justru kita memiliki spirit malu mengakui injil dan mengabarkannya?

Ketika kita sebagai orang percaya kepada Tuhan Yesus seharusnya kita tidak malu dengan injil. Kalau kita malu mengakui injil berarti ada yang salah dalam diri kita. Kita sudah memiliki Yesus, seharusnya kita tidak malu, tapi kita bangga bahwa Yesus itu ada dalam hidup kita. Kita tidak boleh malu karena ada Kristus dalam diri kita. Yesus adalah pribadi di mana Dia Dia tinggal di hidup kita. Kita harus berani mendeklarasikan Iman kita bahwa Injil ada dalam diri kita.

 

Malu adalah Rantai Dosa (Roma 6:21)

Memiliki rasa malu berarti kita hidup mengandalkan diri kita sendiri dan Firman Tuhan berkata bahwa yang tidak mengandalkan Tuhan itu terkutuk. Ketika kita malu, maka kita tidak akan bisa kemana-mana. Malu itu bisa mengintimidasi hidup kita. Karena dosa maka hidup kita akan bisa malu. Hanya kasih karunia yang melepaskan kita dari sikap malu (1 Korintus 15:10). Kita harus patahkan rantai dosa dan jangan malu lagi.

Roma 6:21 (TB)  Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian.

Ada cerita di Hakim-hakim 9:52-54 tentang Abimelekh anak dari Gideon yang malu tidak seperti bapaknya yang dapat menjadi pahlawan iman dan sebagai hakim atas Israel. Kemenangan Gideon belum tentu menjadi kemenangan dari Abimelekh anaknya. Justru Abimelekh memilih untuk mati bunuh diri. Tekanan bisa membuat Abimelekh memilih untuk bunuh diri.

Spirit of Ashamed sering kali terjadi di tekanan sosial di kehidupan kita. Tapi janganlah kita malu dengan setiap keadaan yang kita alami dan terima. Tapi biarlah orang lain melihat ada Yesus dalam dalam diri kita. Jangan pernah malu karena Kristus. Tekanan itu bisa membuat orang bunuh diri seperti Abimelekh. Jangan menambah-nambahi perkataan kita yang membebani orang lain yang pada akhirnya menjadi tertekan. Tapi ini menjadi waktu untuk saling membangun sebagai keluarga.

 

Prinsip I am Not Ashamed :

  1. Aku Tidak Malu Karena Aku Tahu Yang Aku Percaya

Ketika kita tau akan pribadi Bapa kita, maka kita tidak akan menjadi malu. Pengenalan akan Tuhan membuat kita tidak malu dan takut. Kita percaya akan Allah Tri Tunggal yang adalah satu yang selalu menjadi perbincangan di kalangan umum. Seharusnya kita bisa menerangkan dan tidak malu mengakuinya.

Tidak usah malu dengan setiap kegagalan yang mungkin sudah terjadi dalam hidup kita. Ketika kita tau arti dan tujuan hidup kita, maka kita tidak perlu berfokus kepada pendapat orang lain. Di mulai dari ketaatan pribadi kita akan Tuhan. Terus belajar kepada Yesus yang ada dalam di kita membuat tidak usah malu lagi. Karena Dia sendiri tidak malu mengakui kita sebagai anak-anakNya.

2 Timotius 1:12 (TB)  Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.

  1. Membutuhkan Keberanian Untuk Menjadi Berbeda.

Jangan pernah malu mengakui Yesus, tetapi kita harus berani mengakuinya di hadapan manusia. Hidup kita, harus kita perlengkapi sebagai pribadi yang bisa menyembah, bisa berdoa dan membawakan Firman Tuhan.

Dibutuhkan keberanian Ilahi untuk bisa terus berjalan hari demi hari. Dengan keberanian Ilahi, maka akan membuat kita percaya diri di hadapan Tuhan , karena Tuhan akan selalu menyertai setiap perjalanan hidup kita dan Dia yang sudah melayakkan hidup kita.

Markus 8:38 (TB)  Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusia pun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus.”

  1. Kelemahan Adalah Kekuatan Pembuat Malu.

Kisah seorang Paulus ketika dia berada di dalam penjara. Dia bisa menulis hampir separo dari kotab suci, diapun dalam penjara masih mementori orang. Meskipun dalam penjara, seperti berada dalam masalah. Tapi bagi Paulus tidak malu karena Kristus yang dia kenal benar-benar mengubah hidupnya. Apapun kelemahan hidup kita, jangan sampai membuat kita malu menghadapinya.

Pakai kelemahan kita untuk menjadi kekuatan kita karena Yesus ada dalam hidup kita. Oleh sebab itu lita harus tau, bahwa semua karena kasih karunia Tuhan. Tuhan akan pakai kelemahan kita untuk pekerjaan Tuhan, untuk kepentingan kerajaan surga. Kita tidah usah malu, karena Tuhan Yesus sendiri tidak malu mengakui kita dihadapan Bapa dan manusia.

2 Timotius 1:16 (TB)  Tuhan kiranya mengaruniakan rahmat-Nya kepada keluarga Onesiforus yang telah berulang-ulang menyegarkan hatiku. Ia tidak malu menjumpai aku di dalam penjara.

Sebagai orang yang audah di tebus, diselamatkan dan di pulihkan kiranya kita menjadi pribadi yang utuh dan disempurnakan Tuhan. Jangan malu menjadi anak Tuhan yang membertikan kabar kesukaan yang adalah Injil. Tetapi miliki keberanian untuk berdiri bagi Injil dan Kristus.

 

Firman Tuhan ini disampaikan oleh Bp. Pdt. Hanny Setiawan,SE,MBA di ibadah Minggu Sore, pada tanggal 06 September 2020 di Bethany El Bethel Solo Baru.

Penulis : Yohana Sri Pamularsih

Comments

Related Articles

Back to top button