Pesan Mimbar

Hidup Penuh dengan Buah – Buah Roh


BeritaMujizat.com – Pesan Mimbar – Kehidupan kekristenan kita yang sudah lama ikut Tuhan, sering kali kita bisa terjebak dengan rutinitas kehidupan, dengan roh agamawi. Terlebih lagi kita sering lupa untuk hidup dengan buah-buah Roh.

Kalau kita sudah tau, Tuhan menyuruh sesuatu atas hidup kita maka kita seharusnya memberikan seutuhnya hidup kita kepada Tuhan. Tapi sering kali hidup kita terhalang oleh banyak hal dan membuat kita tidak mau memberikan lebih kepada Tuhan.

Sesungguhnya hidup kita sudah berada di tanah perjanjian bukan lagi berada di padang gurun. Jadi hidup kita harus mengerti lebih lagi apa yang Tuhan mau. Sering kali kita tidak mau dan justru lebih memilih untuk melawan kemauan Tuhan.

Galatia 3:1-3 mengingatkan kita supaya kita tidak menjadi orang bodoh yang di butakan dan terpesona selain Kristus dan Injil. Karena akan menjadi sia-sia bila sudah memulai dengan Roh tetapi justru kita memilih mengakhiri di dalam daging.

Supaya hidup kita bukan karena hukum taurat tetap karena pemberitaan injil Kristus. Karena ketika sudah benar- benar bertemu dengan Kristus maka hidup kita tidak akan berpindah atau menoleh kepada yang lain, tetapi hidup kita akan fokus kepada injil dan Kristus semata.

  1. Menyukakan Hati Tuhan

Dalam Galatia 1:10 tugas kita adalah menyukakan hati Tuhan dan bukan mencari kesukaan manusia. Karena ketika hidup kita sudah di tawan Kristus tetapi kita masih mencoba mencari kesukaan manusia, maka kita bukanlah hamba Kristus.

Ini jelas menandakan bahwa hidup kekristenan itu tidak boleh abu-abu, tidak boleh setengah-tengah bahkan tidak boleh mengalami penurunan standart hidup mengikut Kristus tetapi justru mengalami pertumbuhan ke arah Kristus saja dan bukan yang lain.

Di Galatia 2:11 yang kita percaya akan terbentuk dalam sebuah tindakan dan perilaku bukan perihal hidup bersunat atau tidak bersunat. Hidup kita kalau tidak sama dengan kebenaran maka itu tidak benar dan kita sedang menipu diri kita sendiri.

Hidup seorang Paulus yang tidak benar, tetapi ada orang yang melihat kasih karunia dalam diri Paulus maka dia mau memberi hidupnya untuk Paulus. Kita perlu mengenali orang-orang tertentu yang mendapat kasih karunia. Yesus melihat kasih karunia dalam diri Petrus. Orang lama yang harus bisa memilih murid-murid yang mendapat kasih karunia.

  1. Menjadi Satu Hati dengan yang lain

Paulus berani memberikan koreksi kepada Yakobus, Petrus dan Yohanes karena mereka sudah berada dalam satu jabat tangan dan satu perjanjian. Sudah ada rasa kenal dan keluarga dalam diri Paulus kepada Yakobus, Petrus dan Yohanes.

Oleh sebab itu kitapun perlu memiliki rasa keluarga dan itu harus terbangun dalam sebuah komunitas. Kita ingin melakukan banyak hal tetapi sering kali tidak mau berubah. Hidup kita bisa bebas dari dosa dan sebagainya yang tidak di sebutkan tadi.

Buah buah roh itu kepada Tuhan, kepada orang lain dan kepada diri kita sendiri. Dan tidak ada hukum yang menentang tentang buah-buah Roh.

Dan ini bukan buah kita, bukan hasil pekerjaan kita, tetapi buah dari Roh Kudus dari kita yang mendengar suara Roh Kudus. Selesainya bila kita tidak hidup dalam daging, tidak hidup menyukakan manusia.

Oleh sebab itu kita harus hidup di dalam Roh dan bukan hidup di dalam daging (Galatia 5:16) maka hidup kita akan berjalan dalam Roh Kudus dan dipimpin oleh Roh Kudus (Galatia 5:18) serta hidup kita hidup dalam Roh Kudus.

Hal itu kita alami Supaya buah Roh Kudus itu bisa kuat tinggal dalam hidup kita. Seluruh hidup bisa berjalan, dipimpin dan hidup oleh Roh Kudus kita harus memuji dan menyembah.

  1. Hidup berjalan, dipimpin dan oleh Roh Kudus

Ketika hidup kita penuh berjalan dalam Roh, di pimpin oleh Roh dan hidup oleh Roh maka kesukaan kita adalah memuji dan menyembah Tuhan.

Hidup kita kesukaannya adalah membangun takhta Tuhan dan tinggal di dalam bait Tuhan. Karena itulah satu-satunya yang menyukakan hatiNya Tuhan dan Tuhan betah tinggal di hidup kita.

Seperti dalam Mazmur 22:3 Tuhan bertahta atas setiap penyembahan umatNya dan Dia menikmati pujian penyembahan serta doa-doa kita.Bersunat atau tidak bersunat itu sesungguhnya tidak ada artinya tetapi menjadi manusia baru, menjadi ciptaan baru itu ternyata lebih ada artinya di banding lainnya.

Karena pada dasarnya, Tuhan lebih suka kepada perubahan hati dan hidup kita dibanding apa yang kelihatan mata. Perubahan hati yang mau hidup berjalan dalam Roh Kudus, hidup di pimpin oleh Roh Kudus dan hidup di dalam Roh Kudus.

Biarlah pekerjaan Roh Kudus boleh kita alami setiap hari, maka hidup kita tidak akan melenceng dari kehendak Tuhan. Untuk selamanya biarlah kita memberi hidup kita untuk dipimpin oleh Roh kudus (Galatia 6:16).

Ketik kita dipimpin oleh Roh Kudus maka kita akan haus dan cinta kepada Firman Tuhan. Dan hidup kita akan penuh dan berbuah- buah Roh seperti dalam Galatia 5:22 di mana hidup kita akan penuh dengan kasih, sukacita, damai sejahtera kepada Tuhan, memiliki sikap kesabaran, kemurahan dan kebaikan kepada orang lain dan kesetiaan, kelemahlembutan serta pengendalian kepada diri kita sendiri.

Firman Tuhan ini disampaikan oleh Bpk. Pdt. Yusuf Hanny Setiawan, S.E, M.B.A di ibadah Minggu Pagi, 20 November 2022 di Bethany El Bethel Church Solo Baru.

Comments

Related Articles

Back to top button