Begitu banyak tuhan, dan hanya ada satu yang benar. Masing-masing kepercayaan yang tercermin dalam budaya, dan sejarah memperlihatkan tuhan-tuhan itu. Mempelajari sejarah menjadi bagian penting dalam pencarian kita akan Tuhan yang benar.

Dari semua bangsa, sejarah Israel menjadi sejarah terpanjang yang sampai hari ini belum selesai. Seluruh nabi atau ‘orangnya Tuhan’ sampai murid-murid pertama Yesus adalah orang Israel yang disebut Yahudi. Yudaisme sendiri adalah kepercayaan ‘monoteisme’ tertua yang pernah ada.

Tuhan itu hanya ada satu (mono), dan berpribadi (theisme). Paulus menulis hubungan antara Yahudi dan Kristen di kitab Roma dan Galatia secara panjang lebar. Orang-orang Yahudi tidak perlu sombong karena merasa bangsa yang terpilih.

Semua orang sudah kehilangan kemuliaanNya, termasuk Yahudi, sehingga butuh korban Kristus untuk menyelamatkan. Orang-orang non Yahudi (gentile) harus sadar bahwa ada proses pencangkokan ke bangsa Israel melalui Yesus, raja orang Yahudi. Artinya, jangan sombong juga, semuanya hanyalah ‘sisa’ karena dosa.

Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah. Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah. (Rom 2:28-29).

Semua etnis, bangsa, dan bahasa memiliki destiny. Dari setiap keunikan etnis kita melihat kebesaran Tuhan yang tidak terbatas, dan tidak tersentuh.

Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. (Wah. 7:9).

Tuhan dalam sejarah termanifestasi dalam suku, bangsa, kaum dan bahasa. Beragamnya perbedaan justru membuktikan keberadaanNya dan keikutsertaan Tuhan dalam setiap sejarah manusia.

Daily Seeking God
– 10 Tahun Perenungan Mencari Tuhan –
Daily Seeking God adalah kumpulan tulisan Hanny Setiawan selama 10 tahun.  Ditulis secara spontan ketika ada pertanyaan-pertanyaan kepada diri sendiri.  Dengan mengikuti “renungan harian” ini diharapan bisa mengerti pergumulan batin selama 2009-2019 penulis.

Comments

https://i1.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/03/Daily-Seeking-God.png?fit=1000%2C563&ssl=1https://i1.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/03/Daily-Seeking-God.png?resize=1000%2C563&ssl=1adminDaily Seeking GodRenungan HarianBegitu banyak tuhan, dan hanya ada satu yang benar. Masing-masing kepercayaan yang tercermin dalam budaya, dan sejarah memperlihatkan tuhan-tuhan itu. Mempelajari sejarah menjadi bagian penting dalam pencarian kita akan Tuhan yang benar. Dari semua bangsa, sejarah Israel menjadi sejarah terpanjang yang sampai hari ini belum selesai. Seluruh nabi atau 'orangnya...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan