Pesan Mimbar

Redemptive Destiny


 

REDEMPTIVE DESTINY

YEREMIA 1:5

 

BeritaMujizat.com – Pesan Mimbar – Minggu ini kita diingatkan kembali dan dikuatkan kembali dalam panggilan kita. Mungkin sudah sejauh ini kita melangkah dalam pelayanan, dalam pergerakan dan masuk dalam “The Kingdom Family”. Secara otomatis akan banyak tarikan serta perjalanan iman yang mengikutinya.

Di dalam panggilan juga akan mengarah kepada pribadi kita sendiri. Setiap kita harus selalu berfokus kepada penyerahan diri sebagai bentuk penyembahan kita (Worship to God). Dalam kita mengerti Redemptive Destiny, otomatis kita mengerti siapa diri kita di hadapan Tuhan. Diperlukan penyerahan diri total, karena panggilan hidup kita ini tidak bisa kita jalani sendiri tanpa Dia yang menjadi fokus hidup kita.

Kalau bukan karena panggilan yang Tuhan beri, kita tidak akan bisa bertahan sampai hari ini. Ketika kita menemukan panggilan kita, kita akan berani berjuang sampai akhir bahkan rela mati demi panggilan tersebut. Redemptive Destiny ini akan menguatkan kita kepada panggilan.

Di masa pandemi Covid-19 ini membawa kita kepada untuk sabath dari semua aktivitas dan berhenti sejenak untuk mengerti apa yang Tuhan mau bagi bumi ini. Redemptive Destiny ini sebagai panggilan yang sudah di tebus oleh darah Yesus Kristus. Redemptive Destiny bukanlah cita-cita kita, atau keinginan dan kesukaan kita. Bahkan bukan hobi kita tapi ini adalah penyelarasan radikal dalam hidup kita sebagai pilihan yang telah Tuhan tetapkan atas hidup kita. Akan ada perjanjian yang baru antara kita dan Tuhan.

Yeremia 1:5 (TB)  “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.”

Yeremia dalam masa mudanya mendapat panggilan dari Tuhan untuk menjadi nabi atas bangsa-bangsa. Kehidupan Redemptive Destiny yang di miliki Yeremia membawa kepada panggilan untuk menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. Ada penyelarasan personal sampai kepada kehendak Tuhan. Dalam Mazmur 139:13-14 dan Pengkotbah 5:14 juga dikatakan bahwa kita datang telanjang, dan pulangpun nanti juga akan telanjang. Hanya ada Redemptive Destiny yaitu panggilan yang Tuhan beri dalam hidup kita.

Hidup Yeremia sudah ada dibenak Tuhan begitu juga dengan hidup kitapun juga sudah ada dalam rencana dan benak hati Tuhan. Tuhan memanggil Yeremia menjadi misteri Ilahi yang hanya Dia saja yang tau. Semua orang terpanggil, tapi tak semua mau berjuang sampai panggilan itu selesai. Seberapa yang sudah kita jalani sampai saat ini, sejauh itu kita harus tau bahwa ada Redemptive Destiny yang harus kita selesaikan selama hidup.

 

     1. Redemptive Destiny Adalah Tujuan Ilahi 

Redemptive destiny adalah tujuan ilahi yang dipulihkan karena karya Kristus di kayu salib. Kematian dan kebangkitan Kristus di Golgota mengembalikan kita kepada posisi Adam sebelum kejatuhan di dalam dosa (Kejadian 3) sehingga di dalam Yesus kita dapat menyelesaikan mandat Ilahi (Yohanes 17:4) yang menjadi bagian kita masing-masing.

Yesus mati untuk sebuah panggilan. Dia tidak main-main dalam hidupnya karena hanya untuk 1 panggilan yang Bapa berikan dalam hidupnya. Begitu juga dengan hidup kita jangan pernah main-main untuk panggilan hidup kita. Ketika kita kehilangan panggilan hidup kita, maka kita akan kehilangan hidup kita. Jangan biarkan hidup kita kehilangan panggilan kita.

Ministry, pelayanan itu hanyalah sebuah wadah yang manusia berikan tapi untuk panggilan itu hanya Tuhan berikan. Dalam hidup kita hanya punya panggilan yang Tuhan berikan. Profetik Scroll itu adalah kitab kehidupan. Panggilan itu sudah ditulis, tidak kita yang membuatnya, tidak tergantung keadaan baik situasi senang maupun dalam keadaan tidak baik. Panggilan itu tidak pernah berat dihati bila kita memahaminya. Ketika hati tidak benar, maka Redemptive Destiny atau Profetic Scroll akan bisa hilang. Tuhan sudah menuliskan hidup kita di dalam scroll-Nya. Profetic Scroll ini sangat penting, mahal harganya dan sebuah harta karung yang sangat penting kita kita jaga.

 

     2. Redemptive Destiny Ini Bukan Cita-Cita 

Bagi orang percaya Redemptive Destiny itu bukan cita-cita pribadi kita atau keinginan kita bukan juga American Dreams, tetapi His Dreams. Ini tidak hanya sebagian, tetapi kita semua terpanggil dalam panggilan global kerajaan. Hidup kita terpanggil untuk menuntun semua bangsa (Roma1:5-6). Ada panggilan global yang sama dan khusus untuk panggilan tertentu.

Di dalam Kristus ada panggilan Kristen untuk mengikut Dia. Kalau bukan panggilan, kita hanya sedang membuang-buang waktu hidup kita. Maka kita bisa kecewa dengan hidup kita, tetapi putuskan untuk hidup berjalan di dalam Tuhan. Sehingga ada ketepatan di dalam hidup kita karena itu sangat penting. Jangan sia-siakan waktu kita untuk hal-hal yang tidak berguna dalam hidup kita.

Roma 8:28 kita hidup sebagai orang yang terpanggil sesuai dengan rencana-Nya. Hidup dalam panggilan itu berarti kita mendapat berkat Tuhan dan bukan kutuk. Hidup berfokus kepada Tuhan, maka akan ada berkat dan hidup kita merasa cukup dan tidak ada kebingungan dalam menjalani hidup.

 

     3. Redemptive Destiny Adalah Hak Kesulungan.

Peristiwa hilangnya hak kesulungan dari Ruben ke Efraim sampai ke Yehuda. Pindahnya hak kesulungan itu memang bisa terjadi. Karena hak kesulungan itu bisa bergeser. Redemptive Destiny adalah hak kesulungan, di mana sebagai hak istimewa atau panggilan hidup dalam diri kita. Jangan pernah kehilangan hak kesulungan kita, tapi pertahankan dan terus jaga hak kesulungan kita.

Ada contoh nyata dalam Alkitab tentang hak kesulungan yang bisa bergeser. Kain bergeser hak kesulungan di ganti Set. Manasye bergeser hak kesulungan di ganti Efraim. Esau pun kehilangan hak kesulungan di ganti Yakub. Ruben juga kehilangan hak kesulungan di ganti Efraim lanjut ke Yehuda. Dan Yudas kehilangan hak kesulungannya di ganti Matias. Jangan anggap remeh hak kesulungan kita sebagai panggilan kita! (Kejadian 49:3, 1 Tawarikh 5:1-2, Hakim-Hakim 1:1-2, Hakim-Hakim 20:18).

Dalam kehidupan nyata, contoh kita menjaga hak kesulungan kita adalah: misal kita setia dalam panggilan melayani, tertanam dalam sebuah gereja, pelayanan. Jangan pernah buang kasih karunia yang Tuhan beri serta banyak sekali yang bisa kita lakukan asalkan berada dalam kehendak dan koridor yang Tuhan mau.

Perjalanan panjang pasti ada belokan-belokan di kehidupan kita. Dan itu akan bisa dirangkum menjadi 1 cerita dalam panggilan yang utuh. Sudah berapa banyak hal kesulungan yang sudah kita jual? Dan kita gantikan dengan hal yang kira rasa penting bagi kita padahal itu tidak berarti bagi kita. Karena kesadaran yang terlambat akan sia-sia. Jangan pernah menolak masa-masa penting di hidup kita karena itu tak pernah kembali.

Esau telah menjual hak kesulungannya otomatis dia telah kehilangan Redemptive Destinya dalam hidupnya. Ketika kita hidup dalam Redemptive Destiny berarti kita akan hidup dalam path atau alur atau petanya Tuhan untuk hidup kita. Menjadi pilihan yang tepat ketika kita hidup dalam Redemptive Destiny, meskipun jalannya harus berat untuk kita lewati. Tapi biarlah kita terus “Terpanggil, Terpilih, dan Setia”.

Kita di panggil dalam 1 keluarga yang Tuhan sendiri yang telah memilihkannya, kita di pilih dalam 1 penyelarasan dan kita setia dalam posisi kita (Family, Allignment, Position). Dan akhirnya kita bisa berani mati untuk 1 hal yaitu panggilan kita.

Wahyu 17:14 (TB)  Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.”

 

     4. Redemptive Destiny Berarti Kita Menempatkan Diri Kita di Tempat dan Posisi Yang Tepat Dalam Tubuh Kristus Secara Global.

Ketika kita tinggal dalam Redemptive Destiny maka kita akan mengerti hal tersebut. Sebab itu orang-orang yang mengerti Redemptive Destiny akan mengerti tentang hidup dalam keluarga, karena kita di baptis ke dalam 1 keluarga besar yaitu keluarga kerajaan Allah.

1 Korintus 12:13 (TB)  Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.

Hidup dalam Redmptive Destiny berarti kita belajar untuk terus berada di bagian dan posisi yang tepat untuk kingdom. Bahkan masa dan musim berganti pun kita selalu menempatkan diri di posisi yang tepat pula. Karena hati kita memang benar-benar menyadari panggilan hidup kita yang telah Tuhan tetapkan dan berikan dalam hidup kita.

 

Firman Tuhan ini disampaikan oleh Bp. Pdt. Hanny Setiawan,S.E,M.B.A di ibadah Online Kingdom Family Networking pada hari Minggu, 27 September 2020 di Bethany El Bethel Solo Baru.

Penulis: Yohana Sri Pamularsih

Comments

Related Articles

Back to top button