Hari Ke-1

PENYEMBAH YESUS

Ingatlah ini: Yesus Kristus,yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku. (II Tim 2:8)

Pribadi Yesus Kristus adalah inti dari kabar baik atau Injil. Dialah Rahasia Allah (Kol 2:2), melalui PribadiNya dan KaryaNya kita bisa masuk dalam persekutuan abadi bersama Bapa, dan Roh Kudus. Dialah Pribadi yang menjadi pusat nubuatan Nabi-Nabi dalam Alkitab Perjanjian Lama, dan menjadi Pribadi yang menggenapi semua nubuatan itu di Alkitab Perjanjian Baru.

Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus. (Kis 3:18,20).

Yesus sebagai Tuhan (kurios) adalah Pribadi yang kita para pengikutNya sembah. Seperti orang Majus dari Timur, mereka datang mencari Bayi Yesus di Betlehem untuk sujud menyembah (Mat 2:11), pengikut Yesus Kristus adalah sekaligus Penyembah Yesus Sang Kristus (Mesias).

Penyembah tidak sekedar mengikuti nilai-nilai moral dari guru yang diikuti, tapi menempatkan “Sang Guru” sebagai penguasa tunggal dalam kehidupanNya. Yesus Kristus adalah satu-satunya penguasa, dan Raja yang berkuasa mutlak dalam kehidupan para pengikutNya itulah esensi dari penyembahan kepada Yesus Kristus.

Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya, yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan. (I Tim 6:14-15).

Percakapan Yesus dengan perempuan Samaria (Yoh 4:1-30) menunjukkan kepada kita bahwa penyembahan dalam roh dan kebenaran merujuk penyembahan kepada Yesus sebagai Mesias. Yoh 4:26 mengatakan, “..Akulah Dia (Kristus, Mesias)..”

Didalam penyembahan kepada pribadi Yesus Kristus kita dibawa masuk kepada kedalaman pribadi Bapa, dan hanya bisa dilakukan dalam pribadi Roh Kudus. Allah Trinitas adalah sebuah sumur kehidupan kekal yang tidak terbatas, melalui Pribadi Yesus Kristus kita dibawa masuk ke dimensi kekekalan yang tidak ada batas-batasnya. Sebuah keindahan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata, melodi, ataupun lukisan untuk digambarkan.

Pemahaman Alkitab:
Kata menyembah dalam bahasa Yunani dipakai kata προσκυνέω (G4352, proskuneō) yang artinya seperti anjing menjilat tuannya, dengan posisi membungkuk sampai bersujud karena menghormati. Proskuneo ini memiliki kata padanan di Ibrani adalah שָׁחָה (H7812, shâchâh), pertama kali kata itu dipakai ketika Abraham menemui tiga pribadi yang dipercaya sebagai teofani (kehadiran Allah secara fisik di Perjanjian Lama), dan bersujud “Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah, (Kej 18:2)

Kita akan menjadi seperti yang kita sembah

Mulai tanggal 29 Juli – September 18 2020, selama 52 hari seperti Nehemia membangun tembok selama 52 hari (Neh 6:15-16), kita akan memasuki seri ke-2 dari Hidup Dalam Mandat Ilahi, yaitu Menjadi Penyembah (Becoming Worshipper).

Hanny Setiawan

 

Comments

https://i1.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200730-WA0148.jpg?fit=1280%2C720&ssl=1https://i1.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/07/IMG-20200730-WA0148.jpg?resize=1000%2C720&ssl=1yohanaHidup Dalam Mandat IlahiRenungan HarianSpiritualitasHari Ke-1 PENYEMBAH YESUS Ingatlah ini: Yesus Kristus,yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku. (II Tim 2:8) Pribadi Yesus Kristus adalah inti dari kabar baik atau Injil. Dialah Rahasia Allah (Kol 2:2), melalui PribadiNya dan KaryaNya kita bisa masuk dalam persekutuan...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan