Bukan hanya kebahagiaan, dalam keseharian manusia kekuatiran sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Perasaan kuatir yang berakar dari rasa takut muncul karena keterpisahan manusia dengan Tuhan (Kej 3:10). Manusia didesain untuk bergantung sepenuhnya kepada sang Pencipta (Yer 17), sebab itu semakin jauh dari Tuhan semakin perasaan itu semakin kuat.

Soal penyediaan makan, minum, pakaian, dan papan yang setiap hari menjadi “agenda utama” kehidupan manusia, baik dalam peradaban kuno maupun modern adalah manifestasi dari perasaan kuatir.

Tapi hasilnya justru paradoks. Semakin mengejar makan, minum, pakaian, dan kebutuhan kehidupan sehari-sehari, kita justru semakin kuatir. Rasa dahaga dan haus semakin terasa. Makna dan arti semakin menghilang dan akhirnya lenyap.

Kita akhirnya diperbudak dengan lingkaran kehidupan yang disebut sistem. Dan sistem terutama yang membelenggu manusia adalah sistem keuangan (mamon). Bukan lagi mencari makan, minum ataupun yang lain, tapi kita dialihkan untuk mencari uang.

Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon. (Mat 6:24).

Pengabdian kepada Mamon adalah akibat keterpisahan kepada Tuhan. Karena manusia didesain untuk bergantung dengan Tuhan, ketika tidak menemukan Tuhan yang benar, maka manusia akan membuat tuhan sendiri. Mamon adalah perwakilan-perwakilan dari tuhan, ilah, dewa, ataupun sesembahan yang utama.

Mamon tidak akan menghilangkan rasa kuatir, tapi justru akan membuat rasa kuatir semakin besar. Sebab itu, Yesus mengatakan:

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Mat 6:33).

Dalam keseharian kita, fokus pencarian kita adalah Tuhan sendiri bukan yang lain. Semakin kita mengerti Dia, paham hatiNya, mengerti waktu dan musimNya, cara mainNya, dan jalan-jalanNya semakin kita kehilangan perasaan kuatir itu dan semakin bertumbuh perasaan Damai Sejahtera.

Hanny Setiawan

Daily Seeking God
– 10 Tahun Perenungan Mencari Tuhan –
Daily Seeking God adalah kumpulan tulisan Hanny Setiawan selama 10 tahun. Ditulis secara spontan ketika ada pertanyaan-pertanyaan kepada diri sendiri.  Dengan mengikuti “renungan harian” ini diharapan bisa mengerti pergumulan batin selama 2009-2019 penulis.

Comments

https://i1.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/03/Daily-Seeking-God.png?fit=1000%2C563&ssl=1https://i1.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/03/Daily-Seeking-God.png?resize=1000%2C563&ssl=1adminDaily Seeking GodRenungan HarianBukan hanya kebahagiaan, dalam keseharian manusia kekuatiran sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Perasaan kuatir yang berakar dari rasa takut muncul karena keterpisahan manusia dengan Tuhan (Kej 3:10). Manusia didesain untuk bergantung sepenuhnya kepada sang Pencipta (Yer 17), sebab itu semakin jauh dari Tuhan semakin perasaan itu semakin kuat. Soal...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan