Kenapa orang tidak mencari Tuhan?. Jawabannya bisa beragam. Tetapi yang paling jelas karena memang tidak butuh Tuhan. Memang aneh kedengarannya, tapi memang sifat dasar manusia setelah jatuh dari dosa adalah kemandirian atau self-confidence yang salah. Dengan kekayaan, kepandaian, dan kekuatan sendiri manusia berusaha untuk menjadi allah-allah yang berkuasa. Paling tidak berkuasa akan diri sendiri. Mari kita lihat kisah tragis yang ada di dalam sejarah manusia berikut ini:

“Juga kata mereka: “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi. Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu, dan Ia berfirman: “Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing. Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi ” (Kej. 11:4-9).

Begitu sombongnya orang-orang ini sehingga Tuhan mengambil inisiatif untuk mengacaubalaukan komunitas ini. Berapa sering dijaman ini kita mencoba mencari membangun proyek-proyek kita tanpa melibatkan Tuhan didalamnya. Sehingga yang terjadi adalah babel-babel bertebaran dalam kehidupan kita. Sekolah, bisnis, bahkan pelayanan digereja hanyalah bentuk-bentuk baru dari babel.

Karena bagi Tuhan yang penting adalah kita mencariNya. Bergantung kepadaNya. Dan sebetulnya kalau kita menyadari betapa kecilnya kita (Rom. 3), maka bergantung kepada Tuhan bukan hal yang susah. Tapi realitasnya kita masih sering sombong dalam kekerdilan dan kekecilan kita.

Yesus mengungkapkan tentang perumpamaan pokok anggur yang menggambarkan betapa kita ranting-ranting cangkokan yang harus melekat sepenuhnya atau kita dipotong dan dibakar. Diluar Dia kita tidak mampu apa-apa.

Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. (Yoh. 15:5b).

Disini terlihat apa arti KETERGANTUNGAN TOTAL. Paulus mengerti dengan benar arti ketergantungan. “Not I, but Christ” (bukan aku tapi Kristus) adalah ungkapan yang sering tersurat maupun tersirat dalam tulisan-tulisannya. Dia bukan apa-apa, tapi Yesus segalanya (Gal. 2:19-20, Fi;. 4:13). Perhatikan kalimat Paulus berikut “Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. ” (II Kor. 4:7). Dapatkah kita mengatakan yang siapa?

Yang jadi problem selalu adalah keingingan daging. Karena keinginan manusia lama ini selalu bertentangan dengan keingingan roh. Keinginan kita bergantung kepada Tuhan, realitasnya kita masih sering bergantung kepada manusia. Yer. 17:5-10 mengatakan terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, tapi diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan.

Ketergantungan atau dependency harus dipelajari. Sedikit demi sedikit kita harus mulai MELEPASKAN pegangan kita dan mulai berpegang dan hanya melekat kepada Tuhan. Jadi ada proses PENYALIBAN DIRI yang harus terjadi setiap hari. Sebab itu Yesus mengatakan kalau kita mau jadi pengikutNya harus mau memikul salib tiap hari (Luk. 9:23). Paulus menyatakan membawa kematian Kristus setiap hari sehingga KEHIDUPAN YESUS akan selalu nampak.

Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. (II Kor. 4:10).

Semakin kita mengenalNya, semakin kita akan bisa mempercayakan hidup kita kepadaNya. Mengandalkan Dia. Paulus berani melepaskan SEMUA. Dan bergantung sepenuhnya karena dia sudah menemukan mutiara itu. Mutiara yang dicari agama-agama. Mutiara yang dicari oleh semua umat manusia.

Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus (Fil 3:8).

Alangkah luar biasa apabila setiap orang percaya mengerti mutiara ini. Akan terjadi perubahan yang besar-besaran dalam kekristenan. Tiba-tiba dunia berubah total karena kebangunan rohani yang membakar setiap komunitas, kota, bahkan bangsa karena orang-orang percaya yang melepaskan semua keingingan mereka dan mulai bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Tuhan mulai berkarya melalui orang-orang ini. Dan saya berdoa biarlah menjadi bagian dari orang-orang yang tergolang BERGANTUNG TOTAL kepadaNya. (yhs)

 

Daily Seeking God
– 10 Tahun Perenungan Mencari Tuhan –

Daily Seeking God adalah kumpulan tulisan Hanny Setiawan selama 10 tahun.  Ditulis secara spontan ketika ada pertanyaan-pertanyaan kepada diri sendiri.  Dengan mengikuti “renungan harian” ini diharapan bisa mengerti pergumulan batin selama 2009-2019 penulis.

Comments

https://i1.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/03/Daily-Seeking-God.png?fit=1000%2C563&ssl=1https://i1.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/03/Daily-Seeking-God.png?resize=1000%2C563&ssl=1adminDaily Seeking GodKenapa orang tidak mencari Tuhan?. Jawabannya bisa beragam. Tetapi yang paling jelas karena memang tidak butuh Tuhan. Memang aneh kedengarannya, tapi memang sifat dasar manusia setelah jatuh dari dosa adalah kemandirian atau self-confidence yang salah. Dengan kekayaan, kepandaian, dan kekuatan sendiri manusia berusaha untuk menjadi allah-allah yang berkuasa. Paling...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan