Foto oleh Luis Quintero dari Pexels                                                  

BeritaMujizat.com – Berita Gereja – Covid-19 dijadikan alasan oleh pemerintah Tiongkok untuk semakin menekan Gereja. Setelah ibadah, doa dan penyembahan, serta persekutuan kecil keluarga dilarang, kini pemerintah Tiongkok juga melarang persekutuan melalui daring.

Pemerintah Tiongkok kini mengangap persekutuan orang Kristen melalui daring adalah pelanggaran hukum. Pemerintah Tiongkok secara ketat mengawasi pergerakan aktivitas orang Kristen melalui daring selama pendemi covid-19. Jika ada orang Kristen yang melakukan persekutuan secara online, pemerintah Tiongkok langsung menangkap dan memasukan meraka ke dalam penjara.

Dikabarkan sebelumnya, bahwa pemerintah Tiongkok mamasuki sebuah rumah yang ada kota Xiamen. Mereka mengambil dan merusak barang-barang yang dicurigai sebagai simbol-simbol Kekristenan. Empat hari setelah peristiwa persekusi tersebut, pemenrintah Tiongkok juga dikabarkan mengambil tanda salib di sebuh Gereja kecil yang ada di provinsi Jianzxi.

Dilaporkan beberapa umat Kristen juga mengalami persekusi selama proses sweeping yang dilakukan pemerintah Tiongkok. Beberapa orang ditangkap dan dipukul oleh petugas yang sedang melakukan sweeping di rumah-rumah atau Gereja. Diwaktu yang hampir bersamaan sebuah Gereja juga dipaksa menghentikan aktivitas ibadahnya.

Tekanan yang semakin kuat terhadap Gereja sebenarnya telah muncul sejak awal pandemi Covid-19. Keamanan negara menjadi alasan kuat pemerintah Tiongkok semakin menekan Gereja. Bangkitnya Gereja dan umat dalam masa krisis menjadi kekhawatiran utama pemerintah Tiongkok.

Banyak umat Kristen disana merasa bahwa Kekristenan di bawah kepemimpinan Presiden Xing Ji Ping lebih buruk dibanding pemerintahan Mao. Menurut Presiden China Aid Bob FU, gelombang persekusi terhadap Gereja dan umat Kristen telah dimulai pada tahun 2015.

Menurut keterangan Fu yang dimuat dalam charismanews.com, gelombang persekusi Gereja dan umat Kristen semakin meluas sejak covi-19. Selama masa covid ini pemerintah Tiongkok semakin intensif untuk menekan pergerakan Gereja dan umat Kristen.

Tiongkok masih menjadi salah satu negara yang berbahaya untuk umat Kristen. Kekristenan dijadikan sebagai salah satu musuh utama pemerintahan Tiongkok. Gelombang persekusi terhadap dan umat Kristen dilakukan bertujuan membuat orang Kristen menyangkal iman mereka dan kembali pada ideologi komunis.

Penulis. Gilrandi ADP

 

Comments

https://i2.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/08/pexels-luis-quintero-2351719.png?fit=600%2C338&ssl=1https://i2.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/08/pexels-luis-quintero-2351719.png?resize=600%2C338&ssl=1Gilrandi ADPBerita Gerejagereja,pandemi covid 19,perekusi,TiongkokBeritaMujizat.com - Berita Gereja - Covid-19 dijadikan alasan oleh pemerintah Tiongkok untuk semakin menekan Gereja. Setelah ibadah, doa dan penyembahan, serta persekutuan kecil keluarga dilarang, kini pemerintah Tiongkok juga melarang persekutuan melalui daring. Pemerintah Tiongkok kini mengangap persekutuan orang Kristen melalui daring adalah pelanggaran hukum. Pemerintah Tiongkok secara ketat mengawasi pergerakan...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan