El-BethelRenungan

Cinta-Mu Lebih Besar


Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 2 Korintus 12:9

Bacaan : 2 Korintus 12:1-10

Setiap orang pasti memiliki kelemahan dalam hidupnya. Namun ada satu hal yang harus kita perhatikan, yaitu bahwa kelemahan bukanlah masalah utama. Tetapi yang paling penting adalah apa yang kita kerjakan saat kita menyadari kelemahan yang ada dalam diri kita. Terkadang kelemahan yang ada dalam diri kita itu bertujuan agar kita belajar untuk lebih rendah hati dan supaya kuasa Tuhan dinyatakan dalam hidup kita. Tuhan tidak akan terkesan kepada orang-orang yang mengganggap dirinya kuat, pintar atau mampu melakukan segalanya dengan kekuatannya sendiri, tapi Tuhan sangat tertarik kepada orang-orang yang mengakui dan menyadari keterbatasan dan kelemahannya.

Dalam Alkitab ada kisah orang-orang biasa yang memiliki  banyak  kelemahan  namun hidupnya dipakai Tuhan secara luar biasa. Sebut saja Musa, sebelum menjadi pemimpin besar Israel, ia adalah orang yang tidak percaya diri dan merasa tidak layak (Keluaran 4:10). Meskipun kita memiliki banyak kelemahan, Tuhan tidak bisa dibatasi oleh keterbatasan kita. Kita adalah bejana-bejana tanah liat dan Tuhan adalah Penjunannya. Saat kita izinkan Dia bekerja melalui kelemahan kita, Dia akan membentuk kita menjadi bejana yang luar biasa. Segala perkara dapat kita tanggung di dalam Tuhan karena Dia yang memberi kekuatan (Filipi 4:13).

Siapapun kita yang punya banyak kelemahan dan keterbatasan ini, Tuhan bisa memakai itu semua. “Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti” (ay 27-28). Tuhan suka memakai orang-orang yang bodoh dan lemah bagi dunia, karena disanalah kuasa Allah akan dirasakan sangat nyata. Karenanya kita tidak perlu malu terhadap kelemahan kita, sebaliknya kita tidak boleh pula bermegah dengan kelebihan kita.

Perenungan:

Jangan kiranya ada seorangpun yang memegahkan diri di hadapan Allah. Ingatlah bahwa kita memang terbatas dalam segala hal. Tapi kita harus menyadari bahwa Tuhanlah yang memam- pukan segalanya. Karena itu seperti ada tertulis: “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia ber- megah di dalam Tuhan.” (1 Korintus 1:31)

Doa:

“Bapa, aku bersyukur saat ini karena firman-Mu mengingatkanku bahwa kuasa-Mu dan kekuatan-Mu yang selalu bekerja di dalamku, di dalam kelemahan-kelemahanku. Biarlah ini menjadi pengingat bagiku dalam mengerjakan apa yang Kau percayakan bagiku, sehingga aku tidak menjadi takut dan khawatir ataupun menjadi sombong, karena semua adalah kasih karunia dari- Mu. Dalam Nama Yesus. Amin”

Penulis : Meli

Comments

Related Articles

Back to top button