El-BethelRenunganRenungan Harian

Apa Awal dan Ujung Kesuksesanmu?


BeritaMujizat.com – Renungan – Apa Awal dan Ujung Kesuksesanmu? Manusia punya kecenderungan untuk ingin merasa nyaman, enak, merasa terjamin; dan itu semua itu terjadi apabila manusia tersebut mengalami keberhasilan secara jasmani. Itu sudah menjadi naluri di dalam setiap orang.

Pertanyaan untuk orang Kristen, bolehkah kita berhasil? Punya uang yang banyak? Atau kita harus “pikul salib” dan menderita untuk Tuhan selama-lamanya. Ini dua ekstrim kanan dan kiri yang sering menjadi perdebatan. Ada yang mengikut di sebelah kanan karena suka berkat dan kenyamanan tapi tidak mau menderita dan bayar harga, ada yang bayar harga dan menderita terus dan menarik garis akan “berkat.”

Jelas sekali di dalam pengajaran Yesus yang pertama di Matius 5-7 dikatakan kita tidak mengabdi kepada 2 tuan. Kepada Tuhan atau kepada mamon. Kita harus menentukan pilihan kita. Jadi musuh terbesar akhir zaman ini adalah uang, duit, mamon. Banyak orang suka dengan kesuksesan, dengan banyak aling-aling, banyak ayat firman Tuhan dipakai, tapi firman Tuhan juga berkata “segala sesuatu dilihat dari buahnya.” Kalau orang sudah menerima berkat kesehatan, keuangan, kemapanan, itu ujungnya untuk apa dulu ?

Kalau ujung keberhasilan itu untuk kenyamanan orang tersebut, saya kasih tanda tanya yang cukup kuat untuk hal itu, karena manusia cenderung kalau punya sesuatu lebih akan mengenakkan tubuh ; padahal tubuh ini punya tendensi selalu untuk berbuat dosa. Terus ngapain kalau kita jadi kaya, tapi kita masuk ke daerah tersebut ?

Tapi kalau keberhasilan, kesuksesan manusia diuntukkan untuk kepentingan surga, kepentingan bangsa dan kepentingan orang lain karena dasar belas kasihan yang mendasari ini semua, maka saya katakan di sini ”jadilah berhasil dan kaya untuk Tuhan dan Indonesia.”

Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia : Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! – Roma 11:36

Pastikan bahwa ketika Tuhan memberkati kita lebih, maka itu harus dipergunakan untuk memberkati pekerjaan Tuhan.

PERENUNGAN :

Mari renungkan, tanya diri kita masing-masing apakah yang akan kita lakukan jika Tuhan memberkati kita lebih secara materi ?

DOA :

”Tuhan, aku percaya Kau Allah yang rindu untuk memberkati anak-anak-Mu. Tapi hari ini aku belajar bahwa setiap pemberian yang Kau berikan adalah titipan. Kiranya setiap hal yang Kau percayakan padaku, aku gunakan untuk kepentingan kerajaan-Mu. Dalam Nama Yesus, Amin. ”

Penulis : Henry

Comments

Related Articles

Back to top button