Wind and Fire Diliris: Kegerakan Rohani Dimulai dari Kandui, Barito Utara

BeritaMujizat.com – Berita Gereja – Wind and Fire, sebuah kegerakan rohani, mulai dirilis sejak awal tahun ini sebagai respons atas pekerjaan Roh Kudus yang semakin nyata di berbagai wilayah Indonesia.
Kegerakan ini bermula dari SEA Fire Conference 2026 yang diselenggarakan oleh Kingdom Family Network, di mana pesan Wind and Fire (Angin & Api) diteguhkan dengan semakin kuat.
Melalui rangkaian pertemuan yang berlangsung di empat gerbang Indonesia, Tuhan mempertemukan para pelayan dan peserta dengan orang-orang yang lapar dan haus akan Firman-Nya. Kerinduan yang besar, khususnya dari generasi muda, menjadi penanda bahwa Tuhan sedang menggerakkan hati banyak orang untuk kembali kepada-Nya.
Pesan Angin & Api ini kemudian dilepaskan melalui sebuah visi rohani tentang kupu-kupu yang terbang ke segala arah. Visi tersebut dimaknai sebagai gambaran kehidupan-kehidupan yang telah mengalami transformasi—bermetamorfosis—dan kini siap diutus untuk terbang menuju taman-taman yang telah Tuhan sediakan. Visi ini merepresentasikan transformasi sejati sekaligus pengutusan ilahi.
Mandat kegerakan ini semakin diteguhkan melalui Firman Tuhan dalam Yesaya 55:5, yang menyatakan bahwa Tuhan sendirilah yang memanggil bangsa-bangsa untuk datang dan berlari kepada-Nya:
“Sesungguhnya, engkau akan memanggil bangsa yang tidak kaukenal, dan bangsa yang tidak mengenal engkau akan berlari kepadamu, oleh karena TUHAN, Allahmu, dan oleh Yang Mahakudus, Allah Israel, sebab Ia telah memuliakan engkau.”
(Yesaya 55:5)
Sebagai wujud nyata dari mandat tersebut, Wind & Fire direncanakan untuk dilaksanakan di 55 kota yang tersebar di 5 pulau utama Indonesia. Kegerakan ini tidak dijalankan dengan kekuatan atau kemampuan manusia semata, melainkan diyakini sebagai pekerjaan Allah yang sedang berlangsung di tengah bangsa ini.
Sebagai langkah awal, “The First Strike of Wind and Fire” telah dilaksanakan pda tanggal 6 Februari 2026 dengan penuh kuasa di GSJA Shekhinah Kandui, Muara Teweh, Barito Utara. Ibadah ini menjadi tanda permulaan dari apa yang sedang Tuhan kerjakan di tanah Borneo. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk Revival Meeting, sebuah gerakan rohani yang bukan hanya terdengar melalui pemberitaan Firman, tetapi juga mulai terasa dan terlihat melalui respons umat.
Setiap pesan yang disampaikan dalam rangkaian Wind & Fire membawa satu benang merah yang jelas: Tuhan sedang membangkitkan kembali hati umat-Nya. Kegerakan ini tidak berhenti pada luapan emosi sesaat, melainkan menjadi panggilan ilahi menuju pertobatan, pemulihan, dan pembaruan hidup. Terdapat kerinduan bersama agar aliran Wind & Fire ini terus bergerak, menjangkau kota-kota dan pulau-pulau berikutnya, membawa angin Roh dan api kebangunan.
Revival Meeting di Kandui dimulai pada pukul 12.00 WIB dan dihadiri oleh anak-anak muda dari berbagai sekolah. Kehadiran generasi muda ini menjadi gambaran nyata bahwa Tuhan sedang menyiapkan ladang-Nya. Di tengah dunia yang menawarkan berbagai arah dan pilihan, Roh Kudus sedang menarik hati generasi ini kembali kepada pusat kehendak Allah.
Firman Tuhan disampaikan dengan penuh otoritas oleh Ev. Natanael Adhi Kurniawan, dengan dasar Firman dari Yehezkiel 36:25–27. Firman tersebut menekankan pentingnya pemurnian hati dan pembaruan roh sebagai dasar kebangunan sejati.
“Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari segala berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberikan hati yang baru dan roh yang baru di dalam batinmu… Aku akan memberikan Roh-Ku diam di dalam batinmu dan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku.” Yehezkiel 36:25–27 TB
Pesan ini menjadi nadi utama kebaktian, menegaskan bahwa kebangunan rohani tidak dimulai dari perubahan perilaku luar semata, tetapi dari transformasi batiniah. Inilah pekerjaan Roh Kudus yang sejati: menyingkirkan hati yang keras dan menggantikannya dengan hati yang peka terhadap suara Tuhan.
Sepanjang ibadah, atmosfer dipenuhi dengan penyembahan yang sungguh, doa yang tulus, serta respons iman dari para peserta. Banyak hati disentuh, diperbarui, dan diarahkan kembali kepada panggilan Tuhan. Apa yang terjadi di Kandui bukanlah sebuah akhir, melainkan sebuah permulaan—the first strike—dari rangkaian pekerjaan Allah yang lebih besar.
Menjadi doa dan kerinduan bersama agar perjalanan kegerakan Wind and Fire (Angin & Api) ini terus ditopang dalam doa. Diharapkan Tuhan sendiri yang memimpin setiap langkah pelayanan saat kegerakan ini melangkah ke kota-kota dan pulau-pulau selanjutnya, sehingga angin Roh dan api kebangunan terus menyala di seluruh negeri.
Yesus adalah Tuhan.
Dan apa yang Ia mulai, Ia sanggup menyelesaikannya.



