TUJUAN KHUSUS

Bacaan :  Yoh 3:16-21

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. (Yoh 3:17).

Yoh 3:16 memperlihatkan motivasi Bapa mengutus Yesus untuk kita, “Karena begitu besar kasih Bapa…”. Ayat 17 selanjutnya memperlihat bahwa Yesus diutus untuk sebuah tujuan penyelamatan. Bukan hanya berinkarnasi, tapi tujuan akhirNya adalah menyelamatkan manusia.

Sebab itu, Yesus baru mengatakan “Sudah Selesai” (Yoh 19:30) di kayu salib, yaitu ketika pekerjaan penyelamatan itu selesai. Setelah pekerjaan selesai, maka Dia kembali ke sebelah Kanan Allah Bapa (Kis 7:56, Kol 3:1, Ibr 1:3), untuk mandat selanjutnya.

Yesus hidup secara apostolik (diutus Bapa), untuk suatu tujuan khusus, dan hanya berhenti ketika sudah selesai, setelah itu bergerak ke mandat lain, untuk tujuan yang lain. Demikian juga setiap dari kita memiliki tujuan-tujuan khusus yang kita emban selama dimuka bumi.

Ketika kita menghidupi dan menyelesaikan tujuan khusus itu maka kita memuliakan Dia (Yoh 17:4). Bagaikan perabot yang dibuat untuk tujuan tertentu, demikan masing-masing dari kita memiliki tujuan khusus itu.

Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.  (II Tim 2:20).

Tujuan khusus itu sering kita sebut dengan panggilan, kodrat, ataupun identitas. Tapi, pada dasarnya lebih dari sekedar identitas, tapi juga adalah sebuah mandat yang harus kita kerjakan dan selesaikan. Seluruh kehidupan kita disiapkan untuk menyelesaikan tujuan khusus itu.

Sebab itu setiap kali ada kerusakan, seperti bejana, maka hidup kita dikerjakan kembali oleh pembuat Bejana. Semua demi supaya kita mencapai titik “sudah selesai”.

Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembalimenjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya. (Yer 18:4).

Paulus memberikan pesannya yang terakhir kepada Timothius, ” Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapaigaris akhir dan aku telah memelihara iman” (II Tim 4:7). Sebuah contoh hidup yang maksimal didalam Tuhan. Tidak berhenti sebelum kita sampai ke Golgota kita masing-masing.

Pendalaman Alkitab:
Kata menyelematkan berasa bahasa Yunani  sozo (G4982) yang artinya membebaskan, melepaskan, melindungi, menyembuhkan, membuat menjadi seharusnya. Yesus menyelesaikan mandatNya di kayu salib dan membuat kita yang percaya kepadaNya dibebaskan, dan dipulihkan ke posisi yang seharusnya.

Penulis : Hanny Setiawan

HDMI (Hidup Dalam Mandat Ilahi) adalah adalah konsep pengajaran holistik yang membawa kekristenan tidak berhenti kepada kesalehan pribadi, tetapi berfokus kepada Membangun Tubuh Kristus. Selama 49 Hari penulis mengajak untuk Menghidupi Tujuan Ilahi, Memahami Desain Awal, Mengalahkan Dunia, Melakukan Yang Seharusnya, Menjalani Kehidupan, Menyiapkan Jalan, Menggenapi Janji.

Comments

https://i2.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/06/hdmi-rh.png?fit=1280%2C720&ssl=1https://i2.wp.com/beritamujizat.com/wp-content/uploads/2020/06/hdmi-rh.png?resize=1000%2C720&ssl=1yohanaHidup Dalam Mandat IlahiRenungan HarianSpiritualitasTUJUAN KHUSUS Bacaan :  Yoh 3:16-21 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. (Yoh 3:17). Yoh 3:16 memperlihatkan motivasi Bapa mengutus Yesus untuk kita, 'Karena begitu besar kasih Bapa...'. Ayat 17 selanjutnya memperlihat bahwa Yesus diutus untuk sebuah tujuan penyelamatan. Bukan hanya berinkarnasi, tapi tujuan...Tuliskan Kebenaran, Hasilkan Perubahan