Berita Gereja

Mengawal Etika dan Moralitas: Gerakan Nurani Bangsa dalam Pemilu 2024


Sumber Foto : Website PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia)

BeritaMujizat.com – BMNews – Gerakan Nurani Bangsa (GNB) diprakarsai oleh sejumlah tokoh bangsa dan agama yang memiliki niatan untuk menjadi gerakan etis dan moral dalam menyuarakan nurani bangsa demi merawat bangsa dan negara Indonesia.

Para tokoh yang tergabung dalam GNB ini antara lain: Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Muhammad Quraish Shihab, Ahmad Mustofa Bisri, Kardinal Ignatius Suharyo, Gomar Gultom, Bhikkhu Sri Pannyavaro Mahathera, AA Yewangoe, Omi Komaria Nurcholish Madjid, Karlina Supelli, Makarim Wibisono, Sayyid Muhammad Hilal Al Aidid, Slamet Rahardjo, Komaruddin Hidayat, Amin Abdullah, Erry Riyana Hardjapamekas, Frans Magnis Suseno, Ery Seda Jacky Manuputty, Laode M. Syarief, Setyo Wibowo, Lukman Hakim Saifuddin dan Alissa Wahid.

Mereka percaya bahwa perhatian khusus diperlukan, terutama di masa penting transisi kepemimpinan seperti Pemilu Raya 2024. Berikut ini adalah poin-poin utama yang diangkat oleh GNB.

  1. GNB berangkat dari pandangan bahwa Pemilu 2024 adalah satu tahapan saja dalam perjalanan panjang bangsa, sebagai mekanisme demokratis untuk pergantian kepemimpinan nasional. GNB mengajak seluruh elemen bangsa untuk memandang Pemilu 2024 sebagai satu tahapan dalam perjalanan panjang bangsa. Legalitas dan legitimasi yang kuat diperlukan agar pemimpin nasional terpilih dapat menjalankan kepemimpinannya dengan baik.
  2. Perhatian terhadap Proses Penyelenggaraan Pemilu: GNB menyatakan keprihatinan terhadap proses penyelenggaraan Pemilu 2024 dan menginginkan agar proses tersebut bersih, jujur, adil, dan bermartabat. Mereka menyoroti persoalan mendasar yang mewarnai dan menjadi sorotan public, mulai dari etika moral dan teknis dalam penyelenggaraan Pemilu.
  3. Diskursus Publik tentang Etika Moral: GNB menyoroti persoalan etika moral yang menjadi sorotan utama publik terkait pelanggaran etik di Mahkamah Konstitusi dan KPU. Mereka menganggap bahwa diskursus ini telah mempengaruhi kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Pemilu 2024
  4. GNB mencatat kritik yang dilontarkan oleh sejumlah tokoh akademisi terhadap pernyataan dan tindakan Presiden terkait Pemilu 2024, tentang keterlibatannya dan berkampanye . Patut dicatat, dalam perjalanan sejarah bangsa, sivitas akademika selalu menjadi tulang punggung perubahan sosial politik Indonesia.
  5. Indikasi Pelanggaran Kampanye: GNB mencatat adanya indikasi pelanggaran kampanye Pemilu 2024 dalam berbagai bentuk yang muncul di media massa dan sosial. Mereka menekankan perlunya penyelesaian kasus yang jelas dan penegakan regulasi yang memadai. Beberapa kasus diselesaikan dengan kesimpulan yang kurang bisa diterima publik, karena regulasi yang tidak memadai. Misalnya pada kasus seseorang yang ‘ditokohkan’ sebagai penyiar agama pendukung pasangan calon yang membagikan uang dalam acara pengajian. Juga beberapa kasus dugaan pelanggaran netralitas ASN dan pelanggaran etika para pejabat penyelenggara negara mengenai pembagian bansos.
  6. GNB menyoroti pentingnya komitmen dan profesionalisme penyelenggara Pemilu, termasuk KPU dan Bawaslu, dalam memastikan penyelenggaraan Pemilu 2024 yang transparan, bersih, jujur, adil serta bermartabat.
  7. GNB menekankan tanggung jawab Presiden sebagai kepala negara untuk mengawal keadaban proses Pemilu 2024, termasuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memerintahkan netralitas aparatur sipil negara.
  8. GNB mengamati peningkatan partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2024, sejalan dengan pemahaman yang semakin tinggi akan esensi demokrasi. Mereka mengakui pentingnya demokratisasi digital dalam akses informasi.
  9. GNB mengajak seluruh peserta, penyelenggara, dan pemantau Pemilu 2024 untuk mengedepankan etika dan nurani dalam menjalani proses demokratisasi tersebut, karena hasilnya tidak hanya ditentukan oleh legalitas semata tetapi juga membutuhkan legitimasi dari kepercayaan publik.

Para tokoh GNB memberikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers di Grha Oikumene PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia), Salemba, Jakarta, Sabtu (10/2/2024).

GNB berharap agar Penyelenggaraan Pemilu 2024 dapat berjalan dengan lancar, aman, damai, jujur, adil, dan bermartabat, dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berdoa demi keberhasilan proses tersebut.

sumber : website resmi PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia)

Comments

Related Articles

Back to top button