Meghalaya Revival : Ketika Doa dan Penyembahan Menggema, Harapan Baru Bangkit di Tanah Meghalaya

BeritaMujizat.com – Revival – Langit Bhoirymbong mulai berubah warna ketika senja turun di Lapangan Dieng Jabini, Ri-Bhoi, Meghalaya. Ribuan orang telah memenuhi area pertemuan.
Dari berbagai penjuru India Timur Laut, umat Kristen datang dengan satu kerinduan yang sama—mencari Tuhan, memulihkan iman, dan mengalami lawatan-Nya.
Selama empat hari, 27 hingga 30 Januari 2026, Meghalaya Revival & Healing Festival bukan sekadar menjadi sebuah acara rohani. Bagi banyak orang yang hadir, pertemuan itu menjadi pengalaman spiritual yang mendalam, bahkan disebut sebagai salah satu kebangunan rohani terbesar yang pernah disaksikan di wilayah Meghalaya.
Festival lintas denominasi yang diselenggarakan oleh The Gatekeepers (Meghalaya Chapter) ini menghadirkan sesi penyembahan, doa, dan penguatan rohani yang berlangsung hingga malam hari. Suasana ibadah dipenuhi lagu penyembahan yang dinyanyikan dengan penuh penghayatan, doa yang dipanjatkan bersama, serta kerinduan akan pemulihan rohani bagi pribadi, keluarga, dan masyarakat.
Menurut panitia, jumlah peserta pada hari terakhir mencapai sekitar 108.000 orang, berdasarkan pemetaan drone profesional. Secara keseluruhan, jumlah peserta selama empat hari diperkirakan melampaui 180.000 orang. Kerumunan besar itu mencerminkan kerinduan rohani yang sedang bertumbuh di wilayah India Timur Laut.
Banyak peserta datang dengan membawa pergumulan hidup, harapan, dan doa yang belum terjawab. Ada keluarga yang berdoa bersama, generasi muda yang datang berkelompok, hingga para pelayan gereja yang rindu melihat pembaruan rohani di daerah mereka.
Beberapa peserta menyebut pertemuan tersebut sebagai momen yang belum pernah mereka alami sebelumnya.
Di tengah pertemuan besar itu, penginjil muda asal New Delhi, Pastor Ankit Sajwan, menyampaikan pesan Firman Tuhan yang menekankan pentingnya pertobatan, persatuan gereja, dan kehidupan yang benar.
Pendiri sekaligus Gembala Senior Family of Lord Jesus (FOLJ) Church ini dikenal luas melalui pelayanan kebangunan rohani dan doa kesembuhan di berbagai wilayah India. Ia melayani bersama istrinya, Pastor Monika Sajwan, dan memulai pelayanannya setelah mengalami pengalaman rohani pada usia 19 tahun.
Dalam salah satu pesannya, Sajwan menegaskan bahwa kebangunan rohani bukan hanya tentang pertemuan besar.
“Kebangunan rohani tidak berakhir dengan sebuah pertemuan; kebangunan justru dimulai ketika umat Tuhan kembali kepada doa, persatuan, dan kehidupan yang benar,” ungkapnya.
Pesan tersebut disambut dengan doa dan penyembahan yang semakin mendalam, menciptakan suasana ibadah yang penuh kesungguhan dan harapan.
Salah satu bagian yang paling menyentuh selama festival adalah pembagian kesaksian iman dari para peserta. Banyak orang menceritakan pengalaman pemulihan rohani, penguatan iman, dan perubahan hidup yang mereka alami selama sesi doa.
Sebagian peserta juga membagikan pengalaman mereka tentang pemulihan dari berbagai penyakit dan penderitaan fisik. Panitia menegaskan bahwa kesaksian tersebut disampaikan sebagai ungkapan iman dan rasa syukur, serta dimaksudkan untuk menguatkan orang lain. Mereka menekankan bahwa kesaksian yang dibagikan merupakan pengalaman iman pribadi dan tidak dimaksudkan sebagai klaim medis.
Bagi banyak orang yang hadir, pertemuan itu menjadi pengingat bahwa iman tetap menjadi sumber harapan di tengah berbagai pergumulan hidup.
Festival Meghalaya Revival juga dipandang sebagai bagian dari gelombang kebangunan rohani yang lebih luas di India Timur Laut. Sebelumnya, pada Desember 2025, Nagaland Revival & Healing Festival menarik sekitar 405.000 peserta selama empat hari. Acara tersebut menjadi salah satu pemicu kebangunan rohani regional yang kini terus berkembang.
Kolaborasi lintas wilayah juga terlihat dalam festival Meghalaya. Relawan dan jemaat dari Nagaland bekerja bersama pelayan lokal dalam berbagai aspek pelayanan, mulai dari koordinasi ibadah hingga pengelolaan peserta. Kerja sama ini mencerminkan semangat persatuan gereja yang semakin kuat.
Sepanjang festival, pesan yang disampaikan tidak hanya berfokus pada pengalaman rohani pribadi, tetapi juga pada pentingnya membangun keluarga yang kuat, membimbing generasi muda, dan hidup dengan nilai moral yang benar.
Penyelenggara berharap semangat doa yang muncul selama empat hari pertemuan akan terus berlanjut melalui berbagai persekutuan dan inisiatif doa di seluruh wilayah Meghalaya. Mereka percaya dampak rohani dari pertemuan tersebut dapat membawa perubahan bagi kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas.
Bagi banyak peserta, Meghalaya Revival 2026 bukan sekadar pertemuan rohani, tetapi menjadi pengalaman iman yang membekas. Penyembahan, doa, dan kesaksian yang mereka alami meninggalkan keyakinan bahwa Tuhan masih bekerja dalam kehidupan umat-Nya.
Banyak yang percaya bahwa peristiwa ini menjadi tanda dimulainya musim rohani baru di Meghalaya—sebuah harapan bahwa iman, persatuan, dan doa akan terus menguatkan gereja dan masyarakat di masa mendatang.



