Kebangunan Rohani Menggema di London: 2.000 Anak Muda Merespons Panggilan Yesus

BeritaMujizat.com – Revival – Gelombang kebangunan rohani terasa nyata di London. Hampir 2.000 anak muda mengambil keputusan untuk mengikut Yesus atau memperbarui komitmen iman mereka dalam sebuah kebaktian penginjilan besar di ExCeL London, yang dihadiri lebih dari 7.000 orang.
Acara ini dipimpin oleh 2819 Church dari Atlanta dengan Pendeta Philip Anthony Mitchell, dan didominasi oleh generasi muda yang datang dengan kerinduan rohani yang mendalam. Antrean panjang telah terbentuk bahkan sebelum pintu dibuka—tanda nyata dari hati yang lapar akan Tuhan.
Salah satu peserta, Michael, membagikan kesaksiannya.
“Saya berkata ‘ya’ kepada Yesus di dalam sel penjara. Sekarang saya ingin lebih lagi—mendengar apa yang Tuhan katakan.”
Dalam khotbahnya yang tegas dan tanpa kompromi, Mitchell menantang jemaat agar tidak terjebak dalam Kekristenan yang nyaman.
“Kamu tidak bisa meninggalkan tempat ini sama seperti saat kamu masuk,” katanya.

Respons pun mengalir. Area depan dipenuhi oleh orang-orang yang datang untuk didoakan, sementara suasana ibadah dipenuhi air mata dan penyembahan.
“Rasanya sangat pribadi—seperti Tuhan berbicara langsung kepada kami,” ujar Lorena, salah satu peserta.
Peristiwa ini sejalan dengan tren yang lebih luas di Inggris: meningkatnya penjualan Alkitab di kalangan anak muda, bertumbuhnya kelompok doa spontan di kampus dan tempat kerja, serta keterlibatan generasi 18–34 tahun yang semakin kuat dalam kehidupan iman dan misi.
Kebaktian ini merupakan puncak dari mobilisasi selama satu minggu yang mencakup penginjilan jalanan dan pelatihan para pendeta lokal—dengan satu tujuan utama: memperlengkapi gereja-gereja setempat untuk memelihara apa yang sedang Tuhan kerjakan.
Pesannya jelas: kebangunan rohani bukan sedang menunggu untuk datang—kebangunan rohani sudah berlangsung. Kini, pertanyaannya bukan apakah Tuhan sedang bekerja, melainkan apakah gereja siap merespons dengan keberanian, pemuridan yang mendalam, dan kesetiaan tanpa kompromi.



